Diduga Perubahan PT Lonsum Gunung Melayu Rugi 1,8 Milyar, Langsung Melakukan PHK Karyawan Dengan Sepihak “Begini Ceritanya”

- Reporter

Sabtu, 10 Mei 2025 - 05:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Foto : Korban PHK 14 karyawan PT PP.Lonsum Indonesia Tbk

Foto : Foto : Korban PHK 14 karyawan PT PP.Lonsum Indonesia Tbk

Liputanmetrosumut.com || Asahan –      PT.PP London Sumatera (Lonsum) Indonesia Tbk, melakukan Pemutusan Hubungan Kerja sebanyak 14 orang Karyawan yang diduga ada keterlibatan atas kerugian pihak Perusahaan yang sebesar 1,8 Milyar pada tahun 2023 dan 2024 yang lalu.

Legianto Sitorus Pane salah satu karyawan yang korban PHK tersebut iya menyampaikan didepan para Wartawan di pada hari Jumat 9 Mei 2025 di Rumah Sutris salah satu karyawan PT.PP Lonsum itu bahwasanya kerugian tersebut diduga dikarenakan adanya oknum supir angkutan CPO (Crude Palm Oil) milik perusahaan karena menjual CPO di penampungan CPO Ilegal Pada Bulan September dan Oktober pada tahun 2024, yang diketahui karena adanya pemberitaan dan media Online Japos.co

“Lanjut menurut Legianto juga mengatakan kami sangat terkejut dipanggil kekantor diruang meeting GM POM sebanyak 14 orang pada bulan Oktober 2025 tanggalnya saya lupa “Ucapnya

“Dan kami juga lansung disuruh membuat surat peryataan bahwasanya pernah menerima uang 5 (Lima ribu rupiah) dan sampai 50 (Lima puluh ribu rupiah) oleh pihak supir truck tangki angkutan CPO yang dengan penuh rasa tanggung jawab memang pernah menerima tapi kami tak pernah meminta, dan kalaupun kami hanya dibelikan teh manis dingin aja, kami beranggapan bahwa itu semua karena rasa persahabatan,”Ungkap Legianto.

Sementara keterangan dari temannya yang atas nama Mardianto iya juga salah satu korban PHK itu dan iya menjelaskan, dengan membuat surat peryataan adanya menerima uang, tanggal 11 Oktober 2024 yang lalu, saya dan teman,-teman juga menerima surat pindah tugas dan melakukan pekerjaan seperti biasa.

“Pada tanggal 05 Februari 2025 kami juga dipanggil Pihak HRD PT PP, Lonsum Sumatera Indonesia Tbk di Kantor Medan kembali membahas surat peryataan apakah benar menerima uang tersebut, kami semua mengakui pernah menerima “Katanya

“Dan kami juga setelah Pulang dari Kantor Medan, esoknya kami bekerja seperti biasa,”ucapnya menjelaskan

Foto : Foto : PKS PT PP Lonsum Indonesia Tbk

Dan selanjutnya kamipun dengan tiba-tiba pada tanggal 19 April 2025 kami dipanggil manajemen Pabrik Gunung Melayu ke ruang Meeting, tepatnya Kantor yang berada di Desa Perkebunan Gunung Melayu, Kecamatan Rahuning, Kabupaten Asahan

Oleh Michael Alexander Perangin rangin, Selaku Wakil Pabrik Gunung Melayu (GM POM) langsung membacakan terhitung tanggal 21 April 2025, sebanyak 14 Karyawan di Non aktifkan sampai waktu yang belum di tentukan, “Ungkapnya Mardianto

“Diah Neni Selaku Petugas medis di Perusahaan salah satu korban PHK PT.PP.Lonsum Indonesia,Tbk menyampaikan dengan hari ini Jumat 09 Mei 2025, sekitar waktu pukul 10 : 00 Wib, kami 14 karyawan korban PHK kembali dipanggil Pihak management GM POM (Palm Oil Mall) di ruang meeting bukan menerima surat PHK, melainkan Disarankan pihak manajemen PT.PP.Lonsum Indonesia Tbk untuk mengundurkan diri secara, sukarela, bingung kami sebenarnya ini dan ada apa dengan semua ini, kami seperti dipermainkan pihak Management PT.PP.Losum, “Ungkapnya lirih

Menurut informasi yang dihimpun 14 karyawan PT.PP Lonsum tidak mau menandatangani surat pengunduran diri tersebut, karena tidak sesuai dengan Undang undang tenaga kerja, dan isi dari surat pengunduran tersebut tidak sesuai dengan hak yang harusnya didapat karyawan korban PHK PT.PP Lonsum Sumatera Indonesia Tbk.

“Tokoh Pemuda Kabupaten Asahan Amri Simanjuntak, mengatakan dirinya sungguh miris melihat korban PHK 14 karyawan PT PP.Lonsum Indonesia Tbk. dan saya juga siap untuk membantu dengan membawa kasus ini ke Bupati Asahan dan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Asahan, untuk dapat membantu menyelesaikan permasalahan ini, “Ucap Amri Simanjuntak

(Hariyanto Simanjuntak)

Editor :Redaksi

www.liputanmetrosumut.com

Berita Terkait

Puluhan Masyarakat Desa Pulau Rakyat Tua Meminta Panitia Pilkades Cabut Berkas Tiga Calon Yang Dari ASN Batubara.
Laporan Dugaan Pengeroyokan Jalan di Tempat? Korban Soroti Kinerja Polsek Kisaran Kota
Polres Asahan Gencarkan Razia Tempat Hiburan Malam, Aliansi Pemuda Mahasiswa Asahan Apresiasi Kinerja Polres Asahan 
Aktivis HMI Sumut Apresiasi Kinerja Polres Asahan dalam Ops Antik Toba 2026: Komitmen Berantas Penyakit Masyarakat Dinilai Nyata
Dugaan Praktik Ilegal BBM Subsidi di SPBU 14.212.291 Air Joman: Kebal Hukum?
Arogansi Karyawan SPBU Huta Padang Disorot, Konfirmasi Tera Meter BBM Justru Berujung Kericuhan
Lapor Pak Kapolres Tolong Tutup Pasar Malam Yang Berbau Judi Di Kecamatan Air Batu 
Desa Sei Tualang Pandau Menjadi Sorotan Publik kuat Dugaan Ada Indikasi Korupsi. 
Berita ini 209 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:54

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Rabat Beton Dana Desa Rp119,6 Juta di Sahkuda Bayu Disorot, Warga Minta Inspektorat Turun Periksa

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:27

MBG Simalungun Disorot! Aslap Mengaku Tak Tahu Kebutuhan Ikan Nila 1.800 Porsi, Yayasan Garuda Harapan Baru Bungkam

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:44

Berikan Rasa Aman Bagi Masyarakat, Polres Binjai Aktifkan Kembali TIM Anti Begal

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:40

dr. Djasamen Saragih, Putra Pertama Simalungun Bergelar Dokter Kini Makamnya Dipugar dan Diresmikan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:35

Tingkatkan Perekonomian Masyarakat: Pemkab Simalungun Sambut Baik Investor di Kawasan Danau Toba

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:24

Sat Reskrim Polres Pematangsiantar Limpahkan 4.800 Bungkus Rokok Ilegal ke Bea Cukai, Dua Terduga Pelaku 

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:21

Residivis Asal Aceh Dibekuk di Siantar, Polisi Sita 9,05 Gram Sabu

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:20

Polsek Siantar Selatan Panen Jagung Bersama Petani Binaan di Jalan Bendungan

Berita Terbaru