Liputanmetrosumut.com || Asahan – Desa Sei Tualang Pandau Kecamatan Sei Payang Barat Kabupaten Asahan Provinsi Sumut menuai kritikan,hal terjadi akibat kurangnya perhatian terkait aset untuk perawatan.
Ironisnya,oknum kepala desa sei tualang pandau tidak bisa dikonfirmasi begitu juga sekretaris dsn bendahara desa sei tulang pandau terkait,gambar photo Presiden dan Wakil Presiden Ri tidak dipajang,taman PKK,AC rusak tidak ada perawatan sebagai aset peralatan perkantoran untuk ruangan,bungkam.
Desa Sei Tualang Pandau Kecamatan Sei Payang Barat di Asahan, Sumatera Utara, sedang menjadi sorotan publik karena beberapa kasus yang diduga melibatkan penyalahgunaan Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD).

Terkait hal tersebut ada beberapa masalah yang ditemukan antara lain :
1.Tiang listrik yang digunakan untuk penambahan jaringan listrik di Dusun IV Desa Sei Tualang Pandau diduga menggunakan bahan bekas, yang menimbulkan pertanyaan tentang transparansi penggunaan dana desa.
2.Jembatan penghubung antara Desa Sei Lendir dan Sei Tualang Pandau rusak parah, membuat akses masyarakat menjadi sulit. Kepala Desa dan Camat setempat tidak memberikan tanggapan saat dikonfirmasi.
3.Kantor Kepala Desa Sei Tualang Pandau pernah tutup saat jam kerja, membuat warga kesulitan mengurus administrasi.
4.Bendera Merah Putih di kantor desa terlihat kusam, menimbulkan pertanyaan tentang perhatian desa terhadap simbol nasional.
5.Terdapat dugaan korupsi penggunaan Dana Desa, termasuk penyelenggaraan festival Nasyid Desa dan MTQ tingkat desa.
LBH Tipikor Perisai Keadilan Rakyat mengkritik keras kepada Inspektorat,APH Tipikor,Kejaksaan,hingga Pemerintah meminta ” Evaluasi ” kembali Dana Desa mulai tahun 2021 sampai 2025,dan melakukan audit mendalam dari hal kecil seperti taman PKK sudah ada indikasi dll,pungkasnya.
Masyarakat dan aktivis lokal meminta pemerintah desa dan kecamatan untuk lebih transparan dan bertanggung jawab dalam mengelola dana desa.
(Mariana Sinurat)
Editor : Redaksi
www.liputanmetrosumut.com

















