Gawat…!!! Pembangunan Desa Perkebunan Padang Pulau Diduga Tidak Tepat Sasaran

- Reporter

Selasa, 15 April 2025 - 07:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Tampak Kantor Desa Perkebunan Padang Pulau tidak memang ABDES.

Foto : Tampak Kantor Desa Perkebunan Padang Pulau tidak memang ABDES.

Liputanmetrosumut.com || Asahan – Sumut –             Penggunaan Dana Desa (DD) Tahun 2023 dan 2024 Desa Perkebunan Padang Pulau, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan diduga salah sasaran, karena anggaran dana dari APBN tersebut digunakan untuk membuat membangun jalan rabat beton di areal HGU PT Socfindo Kebun Padang Pulau.

Hal itu bertolak belakang dengan Peraturan Kementerian Pedesaan Nomor 8 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 21 Tahun 2015 tentang Penetapan Prioritas Pengguna Dana Desa Tahun 2016, dan juga bertentangan dengan PP Nomor 43 Tahun 2014 Pasal 19 Ayat 2 tentang kewenangan yang menjadi tanggungjawab Desa.

Foto : Tampak Bagunan Rabat Beton masih hitungan bulan sudah hancur.

“Seharusnya Pemerintah Desa Perkebunan Padang Pulau lebih memprioritaskan dana desa tersebut membangun rabat beton di jalan Dusun IV Desa Perk. Padang Pulau yang menghubungkan Dusun VII Desa Padang Pulau, karena dua desa tersebut murni perkampungan penduduk yang dapat menghasilkan sawit lebih kurang 1.200 ton perbulan,” ujar salah seorang masyarakat Dusun VII Desa Padang Pulau yang namanya enggan disebutkan.

Jalan Dusun IV Desa Perk. Padang Pulau itu selain merupakan urat nadi perekonomian masyarakat perkampungan di dua dusun itu juga merupakan satu-satunya jalan anak-anak menuju ke sekolah. “Bila datang hujan jalan merupakan tanjakan itu becek dan licin, sulit untuk dilalui,” cetusnya.

 

Menurut Agus, Kades Perk. Padang Pulau juga telah mengangkangi Undang-Undang No.14 Tahun 22008 tentang keterbukaan informasi. “Papan informasi APBDes Perkebunan Padang Pulau tahun 2023, 2024 dan 2025 tidak ada dipasang di tempat strategis sudut kantor desa, sehingga masyarakat tidak bisa mengetahui berapa besar dana desa yang bersumber dari APBN itu dan diperuntukan apa,” ucap sumber itu.

Ketika wartawan ingin konfirmasi dengan Kades Perkebunan Padang Pulau ibu Suriani di kantornya, Senin (14/4/2025) tidak berada di tempat. Begitu juga Sekdes Perkebunan Padang Pulau Ahmad. “Kades mengantar anaknya ke pesantren di Medan, Sekdes sedang keluar,” kata perangkat desa yang berada di kantor seperti enggan berkomentar banyak.

Masih menurut Agus, Suryani selain menjabat sebagai Kepala Desa Perk. Padang Pulau dia juga merupakan karyawan kebun PT Socfindo Padang Pulau.

Kades Suriani semenjak cerai dengan suami pertamanya telah menikah lagi dengan seorang Manager PKS sering tidak masuk kantor Desa. Apalagi suaminya sekarang ini sudah menjadi General Manager (GM) dan tinggalnya di Medan. Konon kabarnya sang istri lebih condong turut suami di Medan ketimbang aktif di kantor maupun sebagai karyawan kebun Socfindo.

“Kami seperti anak ayam kehilangan induk, tidak tau mau kemana mengadu kalau ibu Kepala Desa tidak berada di tempat”, kata Agus.

Lanjut kata Agus, konon kabarnya meskipun Suriani sering tidak aktif masuk kantor dan sebagai karyawan tapi diduga ia tetap menerima gaji Kepala Desa dari Pemerintah Kabupaten Asahan dan mendapat gaji dari PT. Socfindo sebagai karyawan Kebun.

Sementara itu Askep PT Socfindo Perkebunan Padang Pulau marga Sinaga dikonfirmasi wartawan di kantornya membenarkan Suriani masih aktif sebagai karyawan kebun PT Socfindo Padang Pulau.

Namun ia enggan memberikan komentar terkait aktif atau tidaknya Suryani bekerja sebagai karyawan kebun. “Bukan saya tidak mau menjawab, tapi bukan kapasitas saya, tanya saja ke pimpinan (PT. Socfindo di Aek Loba, red),” ucapnya. .

Mengenai pembangunan jalan rabat beton di areal HGU Kebun PT Socfindo itu, Sinaga juga tidak mau memberi komentar, “Saya baru tiga bulan tugas disini, selama saya disini jalan itu sudah jadi,” pungkasnya.

(Heriyanto Simanjuntak)

Editor : Redaksi

www.liputanmetrosumut.com

Berita Terkait

Puluhan Masyarakat Desa Pulau Rakyat Tua Meminta Panitia Pilkades Cabut Berkas Tiga Calon Yang Dari ASN Batubara.
Laporan Dugaan Pengeroyokan Jalan di Tempat? Korban Soroti Kinerja Polsek Kisaran Kota
Polres Asahan Gencarkan Razia Tempat Hiburan Malam, Aliansi Pemuda Mahasiswa Asahan Apresiasi Kinerja Polres Asahan 
Aktivis HMI Sumut Apresiasi Kinerja Polres Asahan dalam Ops Antik Toba 2026: Komitmen Berantas Penyakit Masyarakat Dinilai Nyata
Dugaan Praktik Ilegal BBM Subsidi di SPBU 14.212.291 Air Joman: Kebal Hukum?
Arogansi Karyawan SPBU Huta Padang Disorot, Konfirmasi Tera Meter BBM Justru Berujung Kericuhan
Lapor Pak Kapolres Tolong Tutup Pasar Malam Yang Berbau Judi Di Kecamatan Air Batu 
Desa Sei Tualang Pandau Menjadi Sorotan Publik kuat Dugaan Ada Indikasi Korupsi. 
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:54

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Rabat Beton Dana Desa Rp119,6 Juta di Sahkuda Bayu Disorot, Warga Minta Inspektorat Turun Periksa

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:27

MBG Simalungun Disorot! Aslap Mengaku Tak Tahu Kebutuhan Ikan Nila 1.800 Porsi, Yayasan Garuda Harapan Baru Bungkam

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:44

Berikan Rasa Aman Bagi Masyarakat, Polres Binjai Aktifkan Kembali TIM Anti Begal

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:40

dr. Djasamen Saragih, Putra Pertama Simalungun Bergelar Dokter Kini Makamnya Dipugar dan Diresmikan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:35

Tingkatkan Perekonomian Masyarakat: Pemkab Simalungun Sambut Baik Investor di Kawasan Danau Toba

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:24

Sat Reskrim Polres Pematangsiantar Limpahkan 4.800 Bungkus Rokok Ilegal ke Bea Cukai, Dua Terduga Pelaku 

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:21

Residivis Asal Aceh Dibekuk di Siantar, Polisi Sita 9,05 Gram Sabu

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:20

Polsek Siantar Selatan Panen Jagung Bersama Petani Binaan di Jalan Bendungan

Berita Terbaru