Liputanmetrosumut.com || Dairi – Sumut – Kondisi fasilitas di SMA Negeri 1 Siempat Nempu masih membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Sekolah ini mendesak pembangunan pagar pengaman dan tembok penahan demi keselamatan serta ketertiban siswa.
Hal tersebut disampaikan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Siempat Nempu, Udi Yanri Gorat, S.Pd., saat menerima kunjungan Tim Semi Media, Kamis (26/02/2026).

Menurutnya, pagar sekolah bukan sekadar pelengkap bangunan, tetapi kebutuhan utama untuk mengawasi pergerakan siswa selama jam belajar. Tanpa pagar, siswa bebas keluar masuk lingkungan sekolah saat jam istirahat sehingga pengawasan menjadi lemah.
“Kalau tidak ada pagar, siswa mudah keluar masuk tanpa kontrol. Ini tentu berdampak pada kedisiplinan dan pembinaan karakter anak,” tegas Udi.
Selain itu, pihak sekolah juga menyoroti kebutuhan tembok penahan pada ruang kelas baru (RKB) yang dibangun melalui anggaran revitalisasi tahun 2025. Tanpa penahan yang memadai, struktur bangunan dikhawatirkan berisiko, terutama saat musim hujan dan cuaca ekstrem.
“Kami khawatir jika tidak segera dibuat tembok penahan, keselamatan siswa bisa terancam,” tambahnya.

Udi Yanri berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tidak menunda kebutuhan dasar tersebut. Ia meminta perhatian langsung dari Gubernur Bobby Nasution agar pembangunan pagar dan tembok penahan dapat segera direalisasikan.
Baginya, fasilitas keamanan sekolah adalah hal mendasar, bukan proyek tambahan.
“Kami hanya ingin siswa belajar dengan aman dan nyaman. Harapan kami, Bapak Gubernur bisa melihat kondisi ini dan segera membantu,” tutupnya.
Kini, sekolah menunggu langkah nyata pemerintah provinsi, agar kebutuhan mendasar ini tidak terus tertunda dan proses belajar mengajar berjalan tanpa kekhawatiran.
(Red-01/ Team)
www.liputanmetrosumut.com

















