Kepsek Harap Perhatian Gubernur Bobby Nasution, SMA Negeri 1 Siempat Nempu Butuh Pagar dan Tembok Penahan

- Reporter

Kamis, 26 Februari 2026 - 11:26

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : tampak lokasi sekolah SMA Negeri 1 Siempat Nempuh tidak mempunyai tembok pagar keliling

Foto : tampak lokasi sekolah SMA Negeri 1 Siempat Nempuh tidak mempunyai tembok pagar keliling

Liputanmetrosumut.com   ||  Dairi – Sumut – Kondisi fasilitas di SMA Negeri 1 Siempat Nempu masih membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

 

Sekolah ini mendesak pembangunan pagar pengaman dan tembok penahan demi keselamatan serta ketertiban siswa.

 

Hal tersebut disampaikan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Siempat Nempu, Udi Yanri Gorat, S.Pd., saat menerima kunjungan Tim Semi Media, Kamis (26/02/2026).

Foto : Kepala sekolah SMA N 1 Siempat Nempu Udi Yanti Gorat

 

Menurutnya, pagar sekolah bukan sekadar pelengkap bangunan, tetapi kebutuhan utama untuk mengawasi pergerakan siswa selama jam belajar. Tanpa pagar, siswa bebas keluar masuk lingkungan sekolah saat jam istirahat sehingga pengawasan menjadi lemah.

 

“Kalau tidak ada pagar, siswa mudah keluar masuk tanpa kontrol. Ini tentu berdampak pada kedisiplinan dan pembinaan karakter anak,” tegas Udi.

 

Selain itu, pihak sekolah juga menyoroti kebutuhan tembok penahan pada ruang kelas baru (RKB) yang dibangun melalui anggaran revitalisasi tahun 2025. Tanpa penahan yang memadai, struktur bangunan dikhawatirkan berisiko, terutama saat musim hujan dan cuaca ekstrem.

 

“Kami khawatir jika tidak segera dibuat tembok penahan, keselamatan siswa bisa terancam,” tambahnya.

Tengah kepala sekolah beserta Team Semi Media

 

Udi Yanri berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tidak menunda kebutuhan dasar tersebut. Ia meminta perhatian langsung dari Gubernur Bobby Nasution agar pembangunan pagar dan tembok penahan dapat segera direalisasikan.

 

Baginya, fasilitas keamanan sekolah adalah hal mendasar, bukan proyek tambahan.

 

“Kami hanya ingin siswa belajar dengan aman dan nyaman. Harapan kami, Bapak Gubernur bisa melihat kondisi ini dan segera membantu,” tutupnya.

 

Kini, sekolah menunggu langkah nyata pemerintah provinsi, agar kebutuhan mendasar ini tidak terus tertunda dan proses belajar mengajar berjalan tanpa kekhawatiran.

(Red-01/ Team) 

www.liputanmetrosumut.com 

Berita Terkait

Langkah Nyata PJS Simalungun: Hijaukan Kawasan Danau Toba dengan 1.000 Pohon Buah
Wakapolsek Siantar Marihat Bersama Tiga Pilar Cek Dapur SPPG Yayasan Karya Lentena Anak Negeri
Polres Pematangsiantar Cek Laporan Adanya Keributan Diparkiran Batavia Hotel
Polres Pematangsiantar Laksanakan Latihan Dalmas Hadapi Unjuk Rasa
Bupati Simalungun Bersama Forkopimda Hadiri Penutupan Dikmaba Inf. AD Gel. I TA 2026
Polsek Siantar Timur Respon Keluhan Warga Melalui Call Center 110
Polsek Siantar Martoba Cek TKP Anak 5,5 Tahun Meninggal Tenggelam di Sungai Parbebsi
Dana BOS Miliaran di SMK Negeri 1 Lumut Disorot: Realisasi Dipertanyakan, Transparansi Diuji
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 14:33

Langkah Nyata PJS Simalungun: Hijaukan Kawasan Danau Toba dengan 1.000 Pohon Buah

Jumat, 24 April 2026 - 11:15

Wakapolsek Siantar Marihat Bersama Tiga Pilar Cek Dapur SPPG Yayasan Karya Lentena Anak Negeri

Jumat, 24 April 2026 - 11:13

Polres Pematangsiantar Cek Laporan Adanya Keributan Diparkiran Batavia Hotel

Jumat, 24 April 2026 - 11:10

Polres Pematangsiantar Laksanakan Latihan Dalmas Hadapi Unjuk Rasa

Jumat, 24 April 2026 - 10:30

Bupati Simalungun Bersama Forkopimda Hadiri Penutupan Dikmaba Inf. AD Gel. I TA 2026

Jumat, 24 April 2026 - 09:36

Polsek Siantar Martoba Cek TKP Anak 5,5 Tahun Meninggal Tenggelam di Sungai Parbebsi

Jumat, 24 April 2026 - 08:12

Dana BOS Miliaran di SMK Negeri 1 Lumut Disorot: Realisasi Dipertanyakan, Transparansi Diuji

Jumat, 24 April 2026 - 01:25

Bendera Sobek Berkibar di Depan Kantor Kepenghuluan Kampung Libo Jaya, Penghulu Diduga Abaikan Simbol Negara

Berita Terbaru