Baru Hitungan Hari Di Kerjakan,Proyek Rabat Beton Di Desa Tanjung Sigoni Terkesan Asal Jadi.

- Penulis

Selasa, 20 Mei 2025 - 12:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Foto : Bangunan Proyek Rabat Beton yang baru hitungan hari sudah retak di Desa Tanjung Sigoni

Foto : Bangunan Proyek Rabat Beton yang baru hitungan hari sudah retak di Desa Tanjung Sigoni

Liputanmetrosumut.com | | Batu Bara – Pembangunan rabat beton di desa tanjung Sigoni,kecamatan medang deras,Kabupaten Batu-Bar.dianggap tidak memenuhi standar , baru tiga hari di kerjakan sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan, seperti retakan, atau kerusakan lainnya. Hal ini menunjukkan kualitas pekerjaan yang rendah dan kemungkinan adanya pelanggaran dalam proses pengerjaan. Selasa (20/05/2025)

Proyek Rabat Beton dengan volume 230 meter di Desa Tanjung Sigoni dangan biaya kegiatan Rp.197.360.000,. Yang bersumber dari dana Desa Tahun anggaran 2025 di kerjakan oleh tim pelaksana kegiatan (TPK).hal ini menimbulkan bayak Pertayaan di kalangan masyarakat yang juga warga sekitar. “Baru beberapa hari selesai di bangun, sudah bayak yang retak-retak panjang”ungkap salah satu warga yang enggan di sebutkan namanya

Jalan rabat beton tersebut diduga warga dikerjakan asal jadi (Asjad) dan tidak sesuai Spesifikasi,Seperti bangunan tersebut tidak memiliki pengawasan dari pendamping desa.terpantau dilokasi proyek yang berlabel ratusan juta rupiah ini sudah dalam kondisi beberapa titik pada keretakan sehingga diduga rendahnya mutu serta kualitasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat Awak Media mencoba mengonfirmasi melalui WhatsApp,Kepalah Desa Tanjung Sigoni yang bernama Hitler Sinaga” iya saya akan ke lapangan turun, kalo hanya retak itu cukup di dempul saja.” Ucap kepala Desa

Masyarakat meminta agar Inspektorat Kabupaten Batu bara segera turun ke lapangan untuk melakukan audit dan memastikan proyek ini sesuai dengan RAB. Jika ditemukan penyimpangan, Aparat Penegak Hukum (APH) harus segera bertindak.

“Bangunan rabat beton yang baru 3 hari penuh retak itu harus di bongkar kembali biar tahan lama agar dapat memenuhi ketahanan bangunan, bukan di dempul -dempul” Ujar warga

Inspektorat Kabupaten Batu bara maupun pihak berwenang lainnya diharapkan segera turun ke lokasi untuk meninjau dan mengaudit proyek tersebut. Jika ditemukan unsur pelanggaran, masyarakat mendesak agar pihak yang bertanggung jawab diberikan sanksi sesuai hukum yang berlaku.

READ  Tiang PLN Diduga Dipakai Jaringan Nusanet Dream, PLN ULP Limapuluh Mengaku Tak Ada Kontrak: Siapa Beri Izin?

Kami sebagai awak media liputanmetrosumut akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menyampaikan informasi terbaru kepada publik untuk berjalan dan melakukan terbaik agar intansi pemerintah dapat turun kelapangan melihat pasti ke fisik bangunan yang di anggap bangunan siluman.

M.Khus Arfandy.S

Penulis : Red 01 

Esitor : Redaksi

www.liputanmetrosumut.com

Follow WhatsApp Channel liputanmetrosumut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Transformasi PLN Diuji di Limapuluh! Kabel Provider Semrawut, Legalitas Tiang dan Pengawasan Dipertanyakan
Tiang PLN Diduga Dipakai Jaringan Nusanet Dream, PLN ULP Limapuluh Mengaku Tak Ada Kontrak: Siapa Beri Izin?
Rehab Yayasan Advent Tanjung Kasau Disorot, Pekerjaan Dinilai Minim dan Perlu Dipertanyakan
Pengerasan Struktur Jalan di Tanjung Kasau, Warga Apresiasi Pembangunan
Dugaan Penyimpangan Dana APBN Revitalisasi SMPN 3 Medang Deras Disorot, Bangunan Dinilai Asal Jadi
KB FKPPI Rayon 02 Air Putih Gelar Silaturahmi, Teguhkan Semangat Kebhinekaan dan Ketahanan Nasional
Upacara HUT ke-81 RI di Kecamatan Air Putih Berlangsung Khidmat, Semangat Nasionalisme Membara
Wisata Mangrove Park Batu Bara Diduga Sudah Jadi Ladang Pungli Di Tengah-tengah Masyarakat, “Warga Minta Aparat Tindak Tegas “
Berita ini 13 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:34 WIB

Transformasi PLN Diuji di Limapuluh! Kabel Provider Semrawut, Legalitas Tiang dan Pengawasan Dipertanyakan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Tiang PLN Diduga Dipakai Jaringan Nusanet Dream, PLN ULP Limapuluh Mengaku Tak Ada Kontrak: Siapa Beri Izin?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:50 WIB

Rehab Yayasan Advent Tanjung Kasau Disorot, Pekerjaan Dinilai Minim dan Perlu Dipertanyakan

Kamis, 24 September 2026 - 23:01 WIB

Pengerasan Struktur Jalan di Tanjung Kasau, Warga Apresiasi Pembangunan

Rabu, 23 September 2026 - 12:35 WIB

Dugaan Penyimpangan Dana APBN Revitalisasi SMPN 3 Medang Deras Disorot, Bangunan Dinilai Asal Jadi

Berita Terbaru