Liputanmetrosumut.com || Simalungun – Seribu Dolok – Sorotan terhadap kondisi SPPG Saribu Dolok,Yayasan Pangan Karo Toba,Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun, kembali memanas. Setelah pemberitaan menyoroti kondisi lingkungan dapur MBG yang tampak kotor, sampah berserakan serta dugaan pengelolaan IPAL yang belum memenuhi standar, pihak mitra MBG justru disebut mengalihkan pembicaraan ke persoalan lain, termasuk masalah judi. Jumat (21/08/2026)
Padahal, persoalan yang diberitakan media sangat jelas: kebersihan dan kelayakan dapur SPPG sebagai tempat pengolahan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Media mempertanyakan kondisi lapangan berdasarkan temuan visual, termasuk tumpukan kantong sampah, material bekas, lingkungan yang tampak jorok serta air yang terlihat keruh di sekitar area yang diduga berkaitan dengan saluran pembuangan.
Alih-alih memberikan penjelasan mengenai kondisi tersebut, mitra MBG justru disebut mempersoalkan isu lain. Bahkan, menurut informasi yang diterima, pihak mitra sempat marah-marah kepada media yang memberitakan kondisi dapur SPPG tersebut.
Sikap seperti ini justru menimbulkan pertanyaan baru.
Jika pemberitaan yang dipersoalkan berkaitan dengan sampah dan IPAL, mengapa pembahasannya justru dialihkan kepada persoalan judi?
Media tidak sedang menghakimi pihak pengelola. Yang dipertanyakan adalah kondisi fasilitas yang menjadi tempat pengolahan makanan untuk masyarakat. Apalagi program MBG menyangkut keamanan pangan dan kesehatan penerima manfaat.
Publik tentu berhak bertanya: bagaimana mungkin kebersihan makanan dapat dijamin apabila lingkungan tempat pengolahannya sendiri terlihat tidak terawat?
Sterilitas dan keamanan menu MBG tidak cukup hanya dilihat dari bahan makanan atau menu yang disajikan. Kebersihan dapur, sanitasi, pengelolaan sampah, air bersih, saluran pembuangan dan pengolahan limbah merupakan bagian penting yang harus menjadi perhatian.
Jangan Alihkan Isu, Jawab Persoalan Dapur
Mitra MBG seharusnya menjawab substansi pemberitaan secara terbuka.
Jika benar IPAL telah memenuhi standar, tunjukkan dokumen dan hasil pemeriksaannya.
Jika pengelolaan sampah sudah sesuai ketentuan, jelaskan mekanisme pengangkutannya.

Jika kondisi air keruh bukan berasal dari limbah dapur, jelaskan sumber dan hasil pemeriksaannya.
Dan jika seluruh fasilitas memang telah memenuhi standar, maka pemeriksaan oleh pihak berwenang akan menjadi jawaban paling objektif.
Karena itu, Satgas MBG Benni Gusman Sinaga dan Badan Gizi Nasional (BGN) diminta tidak tinggal diam. Turun langsung ke SPPG Saribu Dolok dan lakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk aspek sanitasi, IPAL, kebersihan dapur, pengelolaan sampah dan keamanan pangan.
Persoalan lain seperti dugaan perjudian tentu dapat ditangani melalui mekanisme dan aparat yang berwenang apabila memang terdapat bukti. Namun, jangan sampai isu tersebut dijadikan pengalih perhatian dari pertanyaan utama mengenai kelayakan dan kebersihan dapur MBG.
Awak media menegaskan, pemberitaan ini bukan untuk mencari-cari kesalahan pihak tertentu, melainkan menyampaikan kondisi yang terlihat di lapangan dan mempertanyakan hal yang menyangkut kepentingan masyarakat.
Program MBG harus sehat dari hulu sampai hilir. Jangan sampai makanan bergizi disiapkan di lingkungan yang justru mengabaikan kebersihan.
Pihak mitra, yayasan, BGN maupun Satgas MBG dipersilakan memberikan klarifikasi dan hak jawab secara terbuka kepada publik.
(RED-01)

















