Liputanmetrosumut.com || Simalungun – Seribu Jandi – Kondisi sejumlah bangunan di SD Negeri 094115 Seribu Jandi, Kecamatan Pematang Silimahuta, Kabupaten Simalungun, membutuhkan perhatian serius Pemerintah Kabupaten Simalungun, khususnya Dinas Pendidikan.
Bangunan sekolah yang menjadi tempat berlangsungnya proses belajar-mengajar itu disebut sudah dalam kondisi memprihatinkan. Kerusakan pada sejumlah bagian bangunan bahkan menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan para siswa dan tenaga pendidik.
Kondisi tersebut bukan sekadar persoalan kenyamanan belajar. Jika tidak segera mendapat penanganan, kerusakan bangunan dikhawatirkan dapat menjadi ancaman keselamatan bagi anak-anak yang setiap hari berada di dalam lingkungan sekolah.
Kepala SD Negeri 094115 Seribu Jandi, Libertina Sembiring, S.Pd., saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (19/08/2026) sekitar pukul 10.30 WIB, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi bangunan sekolah yang dipimpinnya.

“Bangunan ini sudah sangat memprihatinkan dan sangat tidak layak lagi untuk belajar. Kami sangat takut ketika anak-anak belajar, takut bangunan ambruk,” ungkap Libertina.
Kekhawatiran tersebut menjadi perhatian serius mengingat sekolah merupakan tempat anak-anak menimba ilmu setiap hari. Menurutnya, kondisi sarana dan prasarana yang tidak memadai tentu dapat mengganggu proses belajar sekaligus menimbulkan rasa cemas bagi guru maupun siswa.
Ia pun berharap Pemerintah Kabupaten Simalungun tidak menutup mata terhadap kondisi sekolah tersebut dan segera melakukan pengecekan langsung serta mengambil langkah perbaikan yang diperlukan.
“Kami mohon kepada Bapak Bupati Simalungun H. Ahmad Anton Saragih dan Bapak Kepala Dinas Pendidikan Simalungun Frits Ueki Prapanca Damanik, S.E., M.Si., agar dapat memperhatikan sekolah kami ini,” harapnya.
Kini bola berada di tangan Pemkab Simalungun dan Dinas Pendidikan. Kondisi bangunan sekolah semestinya tidak menunggu sampai terjadi musibah terlebih dahulu baru kemudian mendapat perhatian.
Keselamatan siswa harus menjadi prioritas. Sebab, ruang kelas bukan sekadar bangunan tempat anak-anak duduk dan belajar, melainkan tempat pemerintah menitipkan masa depan generasi penerus.
Karena itu, pemeriksaan kondisi bangunan secara menyeluruh dan langkah perbaikan dinilai mendesak dilakukan. Jangan sampai kekhawatiran pihak sekolah berubah menjadi kenyataan yang harus dibayar dengan keselamatan anak-anak.
Pertanyaan besarnya kini: sampai kapan siswa dan guru SD Negeri 094115 Seribu Jadi harus belajar di bawah bayang-bayang kekhawatiran?
(S.A.Ricardo.Siahaan)

















