Wisata Mangrove Park Batu Bara Diduga Sudah Jadi Ladang Pungli Di Tengah-tengah Masyarakat, “Warga Minta Aparat Tindak Tegas “

- Reporter

Senin, 6 April 2026 - 09:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputanmetrosumut.com   ||  Batu – Bara –  Sumut –         Diareal Kawasan wisata pantai sejarah yang kini berganti nama menjadi Mangrove Park di Desa Perupuk, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara, Provinsi Sumatera Utara, menjadi sorotan publik di tengah-tengah masyarakat, Pasalnya hal tersebut pihak pengunjung mengaku telah kecewa seperti dipalak puluhan ribu rupiah tanpa karcis resmi sementara setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) nihil. Dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang mengakar di lokasi ini pun makin mencuat. Minggu (06/04/2026)

 

Dalam pantauan wartawan liputanmetrosumut.com di lapangan dan menerima informasi yang dihimpun, objek wisata tersebut awalnya hanya berupa jalan usaha nelayan dan lokasi penangkaran kerang di pada tahun 2020 dan kawasan tersebut direhabilitasi menjadi destinasi wisata di Batubara dengan alokasi anggaran yang di bantu begitu besar sehingga mencapai miliyaran oleh pihak Pemerintah Kabupaten Batubara, Ironisnya, meski menggunakan uang rakyat, pengelolaan Mangrove Park kini diduga dikuasai sekelompok yang tertentu mengatasnamakan kelompok pantai sejarah magrove, bebas yang melakukan aksinya tanpa pengawasan dari pemerintah daerah, yang diduga melakukan kutipan tanpa dasar dan aturan hukum yang berlaku.

 

Sementara itu salah seorang pengunjung ibu-ibu yang atas nama Nusam dan bersama temannya mengaku sangat kekecewaan yang di lakukan oleh oknum pengelola wisata pantai sejarah yang kini berganti nama menjadi Mangrove Park tersebut, karena dirinya harus mengeluarkan sebesar uang Rp20.000 (Dua Puluh Ribu Rupiah) untuk masuk lokasi wisata Mangrove yang merupakan lokasi edukasi bagi masyarakat.

 

“Pertama Rp10.000 untuk tiket masuk, dikasih karcis cuma ngak jelas, tanpa ada stempel atau logo yang terkhusus dari pemerintah daerah, Lalu Rp5.000 parkir tanpa ada karcis dan Rp5.000 ke jembatan wisata, semuanya tidak jelas peruntukannya, dan kami menduga itu adalah pungli,”Ungkapnya ibu Nursam yang dengan begitu kesal.

Beberapa masyarakat juga yang menyebutkan kepada awak media liputanmetrosumut.com iya mengatakan Wisata Pantai Sejarah Mangrove tersebut, yang diduga ada kongkalingkong dengan Kadis Perhubungan Batu Bara, dan maka Samapi saat ini belum ada tindakan dari Pemerintah Daerah Maupun dari Aparat Penegak Hukum (APH) yang jelas maka kini hari sudah menjadi sorotan publik di tengah-tengah masyarakat.

Foto : Ibu-ibu Memegang TIket Masuk Yang di Gunakan di Kawasan Wisata Pantai Sejarah.

 

Adapun retribusi parkir dari wisata Mangrove Park ke kas daerah. Hal ini memperkuat dugaan bahwa pungutan di lokasi tersebut tidak resmi, atas permasalahan tersebut, masyarakat meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) Khususnya Kapolres Batubara Polda Sumut agar segera membongkar dugaan pungli yang dinilai sudah dibiarkan bertahun-tahun dan menguntungkan kelompok tertentu dan Mereka juga mencurigai ada praktik kongkalikong antara pengelola dengan oknum pejabat demi memperkaya diri.

 

“Wisata ini dibangun pakai anggaran miliaran, tapi malah masyarakat diperas, Kami minta polisi bergerak cepat,”Tegasnya seorang warga yang enggan disebut namanya. 05 April 2026

(Heriyanto.Simanjuntak)

Editor : Redaksi 

www.liputanmetrosumut.com 

Berita Terkait

Bendera Merah Putih Berkibar Robek dan Kusam Di SMK Negeri 2 Rantau Utara, Publik Pertanyakan Kepedulian Sekolah Terhadap Simbol Negara
”Tak Berkutik, Pelaku Curanmor Diringkus Team Cobra Satreskrim Polres Binjai”
Polres Pematangsiantar Bersama Kompi 2 Batalyon B Sat Brimob Polda Sumut Gelar Patroli BLP Antisipasi Guantibmas 
Cegah Peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba, Polres Pematangsiantar Razia Gabungan di THM
Polsek Siantar Utara Respon, Cek TKP Keributan di Jalan Kain Sutera
Polres Pematangsiantar Gelar Patroli Hingga Subuh dan 3 Sepedamotor Knalpot Brong Diamankan
Kapolres Pematang Siantar Raih Penghargaan The Best Inspiring and Integrity Women 2026 
Polres Langkat Perkuat Patroli Saat Black Out di Sumatera, Pastikan Masyarakat Tetap Aman dan Tenang
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 03:03

Bendera Merah Putih Berkibar Robek dan Kusam Di SMK Negeri 2 Rantau Utara, Publik Pertanyakan Kepedulian Sekolah Terhadap Simbol Negara

Minggu, 24 Mei 2026 - 10:45

”Tak Berkutik, Pelaku Curanmor Diringkus Team Cobra Satreskrim Polres Binjai”

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:43

Polres Pematangsiantar Bersama Kompi 2 Batalyon B Sat Brimob Polda Sumut Gelar Patroli BLP Antisipasi Guantibmas 

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:40

Cegah Peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba, Polres Pematangsiantar Razia Gabungan di THM

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:36

Polsek Siantar Utara Respon, Cek TKP Keributan di Jalan Kain Sutera

Minggu, 24 Mei 2026 - 07:47

Kapolres Pematang Siantar Raih Penghargaan The Best Inspiring and Integrity Women 2026 

Minggu, 24 Mei 2026 - 05:33

Polres Langkat Perkuat Patroli Saat Black Out di Sumatera, Pastikan Masyarakat Tetap Aman dan Tenang

Minggu, 24 Mei 2026 - 05:22

Edarkan Sabu Pelaku Diciduk Satresnarkoba Polres Binjai

Berita Terbaru