Liputanmetrosumut.com || Simalungun – Raya Kahean – Semangat pelestarian seni dan budaya lokal kembali menggema di Kecamatan Raya Kahean, Kabupaten Simalungun. Pentas seni Tor-Tor Budaya Simalungun digelar di Pekan Sinder Raya, Kelurahan Sinder Raya, Kamis (13/08/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan dihadiri unsur Muspika Kecamatan Raya Kahean, jajaran pemerintahan kelurahan dan nagori, serta unsur pendidikan. Pentas seni ini menjadi salah satu wadah untuk memperkenalkan sekaligus menjaga keberadaan budaya Simalungun agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi muda.
Pelaksanaan pentas seni Tor-Tor Simalungun tersebut merupakan hasil kerja sama Dinas Pendidikan melalui Korwil Raya Kahean, Lurah, serta para Pangulu di Kecamatan Raya Kahean.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Raya Kahean Lich Candra Harahap, S.Pd., M.M., Lurah Sinder Raya Ramansyah P.B. Purba, S.H., serta Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan Raya Kahean Elviana Damanik, S.Pd.
Turut hadir dan mengambil bagian dalam pelaksanaan kegiatan, Ketua Pelaksana R.B. Ibnu Sid, yang juga merupakan Pangulu Bah Bulian, serta Jhon Edy Risyanto Purba, Pangulu Bangun Raya.

Pentas Tor-Tor bukan sekadar pertunjukan seni. Di dalamnya terdapat nilai sejarah, identitas, adat istiadat, kebersamaan, serta karakter masyarakat Simalungun yang patut terus dijaga.
Kegiatan seperti ini juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal budaya daerahnya secara langsung. Di tengah perkembangan zaman dan derasnya pengaruh budaya modern, pelestarian kesenian tradisional menjadi bagian penting dalam menjaga jati diri masyarakat.
Kehadiran unsur pemerintahan, dunia pendidikan, serta para Pangulu dalam kegiatan tersebut menunjukkan adanya semangat bersama untuk menjadikan kebudayaan daerah bukan hanya sebagai warisan masa lalu, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan masyarakat masa kini.
Melalui pentas seni Tor-Tor Budaya Simalungun di Pekan Sinder Raya, Kecamatan Raya Kahean memperlihatkan bahwa budaya lokal masih memiliki tempat penting di tengah masyarakat.
Tor-Tor tetap ditarikan, budaya tetap dilestarikan, dan identitas Simalungun terus diwariskan kepada generasi penerus.
(J.S. S.Pd)
Editor : Redaksi

















