Liputanmetrosumut.com || Rantauprapat – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) tahun 2026, manajemen PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) Regional 1 Kebun Rantauprapat menggelar aksi nyata pelestarian alam di lingkungan operasional perusahaan. Kegiatan ini mengusung semangat kampanye nasional Kementerian Lingkungan Hidup, “Saatnya Beraksi untuk Iklim Melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah)”.
Peringatan tahun ini diisi dengan serangkaian kegiatan yang melibatkan jajaran manajemen kebun, karyawan, serta Serikat Pekerja Perkebunan (SPBUN). Aksi dimulai sejak pagi hari dengan pelaksanaan Korve (kerja bakti gotong-royong) serentak membersihkan sisa sampah di area perkebunan dan permukiman karyawan, dilanjutkan dengan gerakan penanaman bibit pohon buah-buahan di area sekitar kantor kebun.
Manajer PTPN IV Regional 1 Kebun Rantauprapat Bapak Kismoyogi, S.P., M.Si. menyatakan bahwa momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukan sekadar agenda seremonial tahunan bagi perusahaan, melainkan bentuk pertanggungjawaban konkret dalam menjaga keseimbangan alam demi masa depan.
“Sebagai bagian dari sub-holding perkebunan, kami di Kebun Rantauprapat berkomitmen penuh membuktikan bahwa operasional kelapa sawit nasional bisa berjalan selaras dengan kelestarian alam. Melalui penerapan Good Agricultural Practices (praktik perkebunan yang baik), kita berupaya menekan emisi karbon dan meminimalkan dampak lingkungan,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Selain aksi kebersihan dan penghijauan, manajemen juga membekali para karyawan dengan edukasi mengenai manajemen pengelolaan limbah rumah tangga dan pentingnya pemilahan sampah organik maupun anorganik. Hal ini sejalan dengan imbauan global dari UNEP (United Nations Environment Programme) dalam menghadapi Triple Planetary Crisis (krisis iklim, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayati).
Melalui gerakan Indonesia ASRI yang diimplementasikan di tingkat tapak ini, PTPN IV Regional 1 Kebun Rantauprapat berharap dapat menumbuhkan budaya peduli lingkungan yang melekat pada keseharian karyawan. Perusahaan juga terus membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah daerah setempat dan kelompok masyarakat untuk memperluas dampak positif restorasi ekologis di wilayah Labuhanbatu.
((P.Sitohang TH44)
Editor : Redaksi

















