Liputanmetrosumut.com || Simalungun – Menyambut datangnya Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok Kabupaten Simalungun menggelar tradisi punggahan yang sarat makna spiritual dan kebersamaan. Kegiatan berlangsung di Balai Harungguan Kantor Lurah, Jalan Veteran No 45, Kelurahan Sinaksak, Jumat (13/2/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Lurah Sinaksak, Armada, SH mengatakan, tradisi punggahan yang dirangkai dengan penyantunan anak yatim piatu bukan sekedar seremoni, namun menjadi ajang silaturahmi sekaligus refleksi diri sebelum memasuki bulan puasa.
“Dengan mengusung “Bersama Semangat Baru Simalungun, Menuju Simalungun Maju, kegiatan ini diharapkan menjadi sarana memperkuat ketakwaan dan membentuk karakter religius masyarakat sekaligus kepedulian akan sesama,” katanya.
Kegiatan itu dikatakan Lurah Sinaksak Armada, SH perdana digelar oleh Pemerintah Kelurahan Sinaksak dan terselenggara dari dana gotong royong. “Kegiatan ini diawali adanya keinginan untuk berbagi bagi yang membutuhkan, kita harapkan ini bisa berkelanjutan dan akan semakin banyak anak yang membutuhkan yang bisa diberikan santunan,” sebutnya.
Suasana kebersamaan terlihat jelas ketika warga duduk bersama mengikuti tausiyah serta doa bersama.
Ustadz Zulham Effendi, SAg dalam tausiyah mengapresiasi digelarnya kegiatan Punggahan dan Penyantunan Anak Yatim Piatu. “Terimakasih Pak Lurah, ini perdana digelar di Kelurahan Sinaksak. Kita sangat apresiasi, meski lurah beragama Nasrani, namun memberikan kepedulian untuk kegiatan ini dan dana gotong royong, salut saya,” sebutnya.

“Ramadhan adalah bulan penuh berkah, mari kita manfaatkan kesempatan ini dengan memperbanyak ibadah dan memperdalam spiritualitas,” ujarnya.
Ustadz Zulham mengatakan salah satu tujuan kegiatan harus silaturahmi. Salah satu menyambut ramadhan yaitu silaturahmi. “Mau panjang umurnya, sehat jasmani dan rohani, fisik dan mental maka silaturahmi harus dijaga,” ujar Ustadz Zulham.
Menyambut Ramadhan yang harus dipersiapkan adalah pertama menjaga hati. “Jangan ada marah, jangan ada iri dan dengki. Makanya jaga hati,” katanya.
Kedua adalah Iman. Iman harus tetap kita utamakan dalam setiap segi kehidupan. Ketiga minta ampun kepada Allah. Dosa kita sepenuh langit dan bumi, kalau kita minta ampun, Allah itu Maha Pengampun.
Acara diakhiri dengan doa bersama dan penyantunan anak yatim piatu.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Babinsa Peltu Armansyah, mewakili tokoh masyarakat Adi Jambang, perwakilan pengusaha, para kepala lingkungan, pegawai kantor lurah dan PKK Kelurahan Sinaksak.
(Red)
www.liputanmetrosumut.com

















