Diduga Penyimpangan Penyaluran Solar Subsidi di SPBUN Paluh Sibaji, Nelayan Pantai Labu Mengeluh Kesulitan Mendapat BBM

- Penulis

Kamis, 11 Juni 2026 - 05:41 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Foto istimewah SPBUN 18.205.208 pada saat pengisiaan minyak ke jiregen

Foto istimewah SPBUN 18.205.208 pada saat pengisiaan minyak ke jiregen

Liputanmetrosumut.com   ||  Deli Serdang –Kamis, 11 Juni 2026 Keluhan nelayan pesisir kembali mencuat terkait distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi di SPBUN Nomor 18.205.208 yang berlokasi di Desa Paluh Sibaji, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang.

 

Sejumlah nelayan mengaku kesulitan memperoleh solar subsidi yang menjadi kebutuhan utama untuk operasional sampan dan aktivitas melaut sehari-hari. Kondisi tersebut memicu dugaan adanya penyimpangan dalam pendistribusian BBM bersubsidi yang seharusnya diprioritaskan bagi masyarakat yang berhak menerima.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Menurut keterangan beberapa nelayan kepada awak media, kelangkaan solar yang mereka alami diduga berkaitan dengan praktik penyaluran BBM yang tidak tepat sasaran.

 

“Pak, bantu kami lah pak. Kami susah mendapatkan solar dari SPBUN. Kami menduga ada permainan dalam penyaluran solar sehingga nelayan yang benar-benar membutuhkan justru kesulitan mendapatkannya,” ujar salah seorang nelayan yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

 

Dugaan tersebut semakin menguat setelah awak media melakukan penelusuran di lapangan. Sejumlah warga menyebut adanya aktivitas pengisian BBM dalam jumlah besar menggunakan jeriken atau galon yang diduga dilakukan secara berulang.

 

Saat dikonfirmasi terkait kelangkaan solar yang dikeluhkan nelayan, seorang pekerja SPBUN yang disebut bernama Dani memberikan tanggapan yang dinilai kurang kooperatif.

 

“Lapor saja kalau mau lapor sana, saya gak takut,” ujarnya kepada awak media.

 

Pernyataan tersebut justru menimbulkan pertanyaan publik mengenai transparansi pengelolaan dan pengawasan distribusi BBM subsidi di SPBUN tersebut.

 

Masyarakat berharap aparat penegak hukum, Pertamina Patra Niaga, BPH Migas, serta instansi terkait segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh terhadap dugaan penyimpangan distribusi solar subsidi di wilayah Pantai Labu.

READ  Oknum ASN Dairi Berpotensi Pidana Dan Diduga Melanggar Kode Etik

 

Apabila ditemukan adanya pelanggaran hukum, masyarakat meminta agar pelaku penyalahgunaan BBM subsidi diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta dilakukan evaluasi terhadap izin operasional SPBUN apabila terbukti terlibat dalam praktik yang merugikan nelayan.

Dasar Hukum yang Dapat Dikenakan

Penyalahgunaan BBM bersubsidi di Indonesia diatur dalam beberapa ketentuan hukum, di antaranya:

Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Cipta Kerja menjadi Undang-Undang.

 

Pasal tersebut mengatur bahwa setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan/atau niaga BBM yang disubsidi pemerintah dapat dipidana dengan:

Penjara paling lama 6 (enam) tahun.

Denda paling tinggi Rp60 miliar.

Selain itu, distribusi BBM subsidi wajib mengutamakan kelompok masyarakat yang berhak menerima sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah dan BPH Migas.

 

Masyarakat nelayan Pantai Labu berharap aparat penegak hukum tidak menutup mata terhadap persoalan ini. Mereka meminta adanya pengawasan ketat agar solar subsidi benar-benar sampai kepada nelayan kecil yang menggantungkan hidupnya dari hasil laut, bukan jatuh ke tangan pihak-pihak yang diduga memanfaatkan subsidi untuk kepentingan pribadi.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPBUN Nomor 18.205.208 maupun instansi terkait masih diharapkan memberikan klarifikasi resmi atas berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat.

(M.Khus.Arfandi)

Editor : Redaksi 

Follow WhatsApp Channel liputanmetrosumut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPKP Perwakilan Prov. Sumut Gelar Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa Tahun 2026 di Kabupaten Simalungun
Polres Pematangsiantar Ungkap Kasus Curanmor, Dua Pelaku dan Seorang Penadah Diamankan
Polsek Siantar Selatan Kumpul Bersama Masyarakat Tampung Aspirasi
Kapolsek Siantar Utara Pimpin Gatur Lalin dan Sambang di Pasar Dwikora 
Laksanakan Polidik, Kaposlek Siantar Barat Ajak Siswa Siswi Tamsis Tidak Lakukan bully, Judol dan Narkoba 
Kapolsek Siantar Selatan Silaturahmi ke Perumahan Kesusteran Jalan Sibolga
Kapolres Pematangsiantar Terima Audiensi Komunitas SMAC Siantar
Pastikan Bansos Tepat Sasaran, Camat Dolok Batu Nanggar Ikuti Verifikasi DTSEN 2026y Sekaligus Salurkan Bantuan Sembako kepada Warga Membutuhkan
Berita ini 31 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 12:18 WIB

BPKP Perwakilan Prov. Sumut Gelar Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa Tahun 2026 di Kabupaten Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 06:08 WIB

Polres Pematangsiantar Ungkap Kasus Curanmor, Dua Pelaku dan Seorang Penadah Diamankan

Kamis, 5 November 2026 - 06:03 WIB

Polsek Siantar Selatan Kumpul Bersama Masyarakat Tampung Aspirasi

Kamis, 5 November 2026 - 05:50 WIB

Kapolsek Siantar Utara Pimpin Gatur Lalin dan Sambang di Pasar Dwikora 

Kamis, 5 November 2026 - 04:48 WIB

Laksanakan Polidik, Kaposlek Siantar Barat Ajak Siswa Siswi Tamsis Tidak Lakukan bully, Judol dan Narkoba 

Berita Terbaru