Liputanmetrosumut.com || Tapanuli Tengah –
Sumatera Utara — Kondisi pendidikan di SLB Negeri Pinang Sori, Kecamatan Pinang Sori,Kabupaten Tapanuli Tengah masih menghadapi berbagai tantangan serius, mulai dari keterbatasan tenaga pendidik hingga akses infrastruktur yang belum memadai. Hal ini terungkap dalam wawancara bersama kepala sekolah yang menyampaikan langsung situasi riil di lapangan.Kamis (23/04/2026)
Kepala sekolah Idawati Siregar S.pd menjelaskan bahwa saat ini sekolah masih sangat kekurangan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Berdasarkan data yang ada, jumlah guru yang tersedia belum mencukupi kebutuhan ideal untuk menunjang proses belajar mengajar secara maksimal.

“Secara administrasi, sekolah ini memang masih sangat membutuhkan tambahan tenaga pendidik dan kependidikan. Untuk guru, khususnya di bidang pendidikan luar biasa, kami masih kekurangan sekitar tujuh orang,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kebutuhan tersebut sebenarnya sudah diusulkan kepada pihak provinsi. Namun hingga kini, realisasi penambahan tenaga pendidik masih belum terpenuhi.
Selain guru, sekolah juga mengalami kekurangan tenaga administrasi, khususnya di bagian keuangan dan tata usaha. Kondisi ini menjadi salah satu kendala terbesar dalam pengelolaan sekolah sehari-hari.
Di sisi lain, jumlah siswa yang terdata mencapai sekitar 32 orang. Namun, tingkat kehadiran siswa masih menjadi tantangan tersendiri. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar setengah siswa yang aktif hadir secara rutin.
“Bahkan ada siswa yang selama saya bertugas di sini baru tiga kali datang ke sekolah. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami untuk terus melakukan pendekatan agar anak-anak lebih termotivasi untuk belajar,” jelasnya.
Para guru pun dituntut untuk lebih aktif melakukan pendekatan persuasif serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan agar siswa merasa nyaman berada di sekolah.
Dari segi fasilitas, sekolah sebenarnya telah memiliki beberapa sarana pendukung seperti alat musik. Namun, peralatan tersebut masih belum lengkap dan belum mampu menunjang pengembangan keterampilan siswa secara optimal.
“Untuk anak-anak di sini, kami tidak hanya menekankan akademik, tetapi lebih kepada pengembangan keterampilan sesuai minat mereka. Karena itu, fasilitas seperti alat musik dan pelatihan keterampilan masih sangat dibutuhkan,” tambahnya.
Permasalahan lain yang tak kalah penting adalah akses menuju sekolah yang dinilai cukup sulit. Jalan menuju lokasi sekolah masih belum memadai, sehingga menyulitkan mobilitas guru maupun pihak lain yang ingin berkunjung.
“Transportasi menjadi kendala. Saya sendiri harus naik angkutan umum dan berjalan kaki untuk sampai ke sekolah. Ini tentu menjadi perhatian yang perlu ditindaklanjuti,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah daerah, baik kabupaten maupun provinsi, dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi tersebut. Terutama dalam hal penambahan tenaga pendidik, perbaikan infrastruktur jalan, serta dukungan fasilitas pendidikan.
“Harapan kami, kebutuhan SDM dan akses jalan dapat segera menjadi prioritas. Kami ingin memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak, namun tentu perlu dukungan dari semua pihak,” tutupnya.
Dengan berbagai keterbatasan yang ada, SLB Negeri Pinang Sori kabupaten Tapanuli Tengah tetap berkomitmen untuk memberikan layanan pendidikan terbaik, meski di tengah berbagai tantangan yang harus dihadapi setiap harinya.
(Red-01)
Editor : Redaksi
www.liputanmetrosumut.com

















