Pemdes Paropo 1 di Kecamatan Silahi Sabungan Diduga Tak Loyal Instruksi Bupati, Kantor Desa Digembok Saat Jam Kerja

- Reporter

Senin, 23 Februari 2026 - 10:06

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputanmetrosumut.com   ||  Dairi –   Kinerja Pemerintah Desa Paropo 1, Kecamatan Silahi Sabungan, Kabupaten Kabupaten Dairi, menuai sorotan tajam. Kantor desa yang seharusnya menjadi pusat pelayanan masyarakat justru ditemukan tertutup rapat dan digembok saat jam kerja.Senin (23/02/2026)

 

Temuan ini didapati awak media Liputan Metro Sumut ketika menjalankan fungsi kontrol sosial. Namun, bukannya mendapatkan pelayanan atau keterangan dari aparatur desa, kantor milik rakyat tersebut tampak kosong tak berpenghuni.

 

Tidak terlihat satu pun perangkat desa, mulai dari kepala desa hingga staf pelayanan. Kondisi ini memunculkan dugaan lemahnya disiplin kerja serta ketidakseriusan pemerintah desa dalam melayani masyarakat.

 

Situasi tersebut dinilai bertolak belakang dengan arahan Bupati Dairi yang berulang kali menekankan pentingnya peningkatan pelayanan publik, bahkan meminta aparatur desa memberikan pelayanan ekstra dan responsif kepada warga.

 

Ketika dikonfirmasi, Camat Silahi Sabungan, Iwan Simarmata, mengaku menyayangkan kejadian tersebut.

 

“Sangat kita sesalkan. Kantor desa seharusnya aktif melayani masyarakat. Kita akan memberikan teguran kepada Kepala Desa Paropo 1,” tegasnya.

 

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Kepala Desa Paropo 1 melalui pesan WhatsApp hingga berita ini diterbitkan belum mendapat tanggapan. Sikap bungkam tersebut semakin memperkuat kesan kurangnya tanggung jawab terhadap pelayanan publik.

 

Masyarakat pun berharap pemerintah kecamatan dan kabupaten tidak hanya memberikan teguran, tetapi juga melakukan evaluasi serius agar pelayanan desa tidak terkesan asal jalan dan mengabaikan kepentingan warga.

 

Pasalnya, kantor desa bukan sekadar bangunan administrasi, melainkan garda terdepan pelayanan masyarakat. Ketika kantor tutup dan aparatur menghilang di jam kerja, yang dirugikan bukan pemerintah, melainkan rakyat sendiri.

(Parlin.Tamba)

Editor : Redaksi

www.liputanmetrosumut.com 

Berita Terkait

Langkah Nyata PJS Simalungun: Hijaukan Kawasan Danau Toba dengan 1.000 Pohon Buah
Wakapolsek Siantar Marihat Bersama Tiga Pilar Cek Dapur SPPG Yayasan Karya Lentena Anak Negeri
Polres Pematangsiantar Cek Laporan Adanya Keributan Diparkiran Batavia Hotel
Polres Pematangsiantar Laksanakan Latihan Dalmas Hadapi Unjuk Rasa
Bupati Simalungun Bersama Forkopimda Hadiri Penutupan Dikmaba Inf. AD Gel. I TA 2026
Polsek Siantar Timur Respon Keluhan Warga Melalui Call Center 110
Polsek Siantar Martoba Cek TKP Anak 5,5 Tahun Meninggal Tenggelam di Sungai Parbebsi
Dana BOS Miliaran di SMK Negeri 1 Lumut Disorot: Realisasi Dipertanyakan, Transparansi Diuji
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 14:33

Langkah Nyata PJS Simalungun: Hijaukan Kawasan Danau Toba dengan 1.000 Pohon Buah

Jumat, 24 April 2026 - 11:15

Wakapolsek Siantar Marihat Bersama Tiga Pilar Cek Dapur SPPG Yayasan Karya Lentena Anak Negeri

Jumat, 24 April 2026 - 11:13

Polres Pematangsiantar Cek Laporan Adanya Keributan Diparkiran Batavia Hotel

Jumat, 24 April 2026 - 11:10

Polres Pematangsiantar Laksanakan Latihan Dalmas Hadapi Unjuk Rasa

Jumat, 24 April 2026 - 10:30

Bupati Simalungun Bersama Forkopimda Hadiri Penutupan Dikmaba Inf. AD Gel. I TA 2026

Jumat, 24 April 2026 - 09:36

Polsek Siantar Martoba Cek TKP Anak 5,5 Tahun Meninggal Tenggelam di Sungai Parbebsi

Jumat, 24 April 2026 - 08:12

Dana BOS Miliaran di SMK Negeri 1 Lumut Disorot: Realisasi Dipertanyakan, Transparansi Diuji

Jumat, 24 April 2026 - 01:25

Bendera Sobek Berkibar di Depan Kantor Kepenghuluan Kampung Libo Jaya, Penghulu Diduga Abaikan Simbol Negara

Berita Terbaru