GAMKI Simalungun dan Tokoh Haranggaol Tolak Penambahan KJA: “Jangan Ada yang Dilindungi, Selamatkan Danau Toba Sebelum Terlambat!”

- Penulis

Rabu, 1 Juli 2026 - 05:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Liputanmetrosumut.com   ||  Simalungun – Haranggaol –     Penolakan terhadap rencana penambahan Keramba Jaring Apung (KJA) di kawasan Haranggaol, Kecamatan Haranggaol Horison, Kabupaten Simalungun, semakin menguat. Dalam kegiatan Study Meeting DPC GAMKI Simalungun, tokoh masyarakat Haranggaol sekaligus pelaku usaha pariwisata, Darlan Purba, menyuarakan kritik keras terhadap keberadaan perusahaan besar yang dinilai berpotensi memperparah kepadatan KJA di perairan Danau Toba.

 

Menurut Darlan Purba, Danau Toba bukan lagi ruang yang mampu menampung penambahan keramba baru. Ia menilai kebijakan penambahan KJA berpotensi bertentangan dengan semangat SK Gubernur Sumatera Utara Nomor 188.44/213/KPTS/2017, Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2021 tentang Penyelamatan Danau Prioritas Nasional, serta rekomendasi pemerintah terkait pembatasan daya dukung Danau Toba.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Kalau perusahaan besar kembali masuk dan menambah KJA, maka bagaimana komitmen penataan yang selama ini disampaikan pemerintah? Jangan sampai aturan hanya menjadi pajangan, sementara pelaksanaannya di lapangan diabaikan,” tegas Darlan.

 

Ia menilai kondisi Haranggaol saat ini sudah memerlukan langkah tegas dari pemerintah. Selain persoalan lingkungan, kepadatan KJA disebut telah mengganggu aktivitas pelayaran masyarakat.

 

Darlan mengungkapkan keprihatinannya atas peristiwa meninggalnya seorang warga yang, menurut penyampaiannya, kapal yang ditumpangi diduga sempat terhambat akibat keberadaan KJA saat hendak menuju pelayanan kesehatan. Ia meminta agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi dan menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan.

 

“Kami tidak ingin ada lagi korban. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Danau Toba bukan hanya tempat budidaya ikan, tetapi juga jalur transportasi dan sumber kehidupan masyarakat,” katanya.

 

DPC GAMKI Simalungun menyatakan akan menyampaikan laporan kepada Satgas KSPN Danau Toba, Pemerintah Kabupaten Simalungun, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Kapolda Sumatera Utara, hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi di Haranggaol.

READ  Polsek Siantar Selatan Hadiri Pemberian Bantuan Pangan Untuk Balita Stunting di UPTD Puskesmas Aek Nauli

 

Mereka meminta seluruh proses perizinan maupun kebijakan terkait KJA dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku.

 

“Jangan ada pihak yang dilindungi. Semua harus tunduk pada aturan. Jika memang ada kebijakan yang bertentangan dengan komitmen penyelamatan Danau Toba, maka harus dievaluasi secara terbuka,” ujar Darlan.

Ia juga mengingatkan bahwa Ephorus GKPS sebelumnya telah menyampaikan pentingnya menjaga kelestarian Danau Toba sebagai warisan bagi generasi mendatang.

 

Darlan Purba, yang menyebut dirinya mewakili Aliansi Masyarakat Peduli Haranggaol (AMPHI) bersama unsur Ketua PAC PDIP Haranggaol, Ketua PAC Pemuda Pancasila Haranggaol, Ketua DPC GAMKI Simalungun, Pembina HIMAPSI, serta para simpatisan, mendesak Pemerintah Kabupaten Simalungun untuk menegakkan kesepakatan tahun 2023 antara petani KJA Haranggaol dan pemerintah daerah mengenai penataan serta pengurangan jumlah keramba.

 

Menurutnya, kesepakatan tersebut harus diwujudkan sebagai jalan tengah yang memberikan kepastian bagi seluruh pihak.

 

“Kami tidak menolak kesejahteraan masyarakat. Yang kami perjuangkan adalah solusi yang adil, sehingga petani ikan tetap sejahtera, pariwisata berkembang, sektor pertanian meningkat, dan kelestarian Danau Toba tetap terjaga. Kesepakatan tahun 2023 jangan hanya menjadi dokumen tanpa pelaksanaan,” tegasnya.

 

Aliansi berharap Pemerintah Kabupaten Simalungun segera mengambil langkah konkret untuk menjalankan komitmen penataan KJA sesuai arah kebijakan pemerintah pusat dan provinsi, sehingga penyelamatan ekosistem Danau Toba tidak berhenti sebatas slogan, melainkan diwujudkan melalui tindakan nyata.

 

(Red-01) 

Follow WhatsApp Channel liputanmetrosumut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Pematangsiantar Hadiri Rama Tamah Tokoh Agama dan Ulama
Kapolres Pematangsiantar Hadiri Apel Kebangsaan GAMKI Se-Sumut
Sat Lantas Polres Pematangsiantar Laksanakan Patroli BLP, Situasi Aman dan Kondusif 
Dukung Program Prioritas Kapolri, Kapolres Pematangsiantar Gelar Minggu Kasih di Gereja Katolik Santo Stefanus Martir
Polsek Siantar Utara Amankan Pelaku Pencurian HP Milik Penumpang Bus
Polsek Siantar Utara Gerak Cepat Tangani Penemuan Bayi Perempuan Meninggal Dunia di Kelurahan Melayu
Polres Pematangsiantar Laksanakan KRYD, Sasaran 3C dan Guantibmas
Luncurkan QRISPATI di Swembath Bahapal, Pemkab Simalungun Dorong Digitalisasi Pariwisata dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Berita ini 59 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 07:07 WIB

Polres Pematangsiantar Hadiri Rama Tamah Tokoh Agama dan Ulama

Minggu, 1 November 2026 - 07:05 WIB

Kapolres Pematangsiantar Hadiri Apel Kebangsaan GAMKI Se-Sumut

Minggu, 1 November 2026 - 07:03 WIB

Sat Lantas Polres Pematangsiantar Laksanakan Patroli BLP, Situasi Aman dan Kondusif 

Minggu, 1 November 2026 - 07:01 WIB

Dukung Program Prioritas Kapolri, Kapolres Pematangsiantar Gelar Minggu Kasih di Gereja Katolik Santo Stefanus Martir

Minggu, 1 November 2026 - 06:59 WIB

Polsek Siantar Utara Amankan Pelaku Pencurian HP Milik Penumpang Bus

Berita Terbaru