Dugaan Penyimpangan Dana BOS di SMP Negeri 1 Dolok Batu Nanggar Tuai Sorotan Tajam

- Reporter

Rabu, 1 April 2026 - 07:48

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : SMP N 1 Dolok Batu Naggar terlihat beberapa bagian bangunan sekolah mengalami kerusakan. Atap bangunan tampak mengalami kebocoran dengan bekas rembesan air yang menghitam dan berjamur. 

Foto : SMP N 1 Dolok Batu Naggar terlihat beberapa bagian bangunan sekolah mengalami kerusakan. Atap bangunan tampak mengalami kebocoran dengan bekas rembesan air yang menghitam dan berjamur. 

Liputanmetrosumut.com   ||  Simalungun – Serbelawan –       Dugaan indikasi penyimpangan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMP Negeri 1 Dolok Batu Nanggar,Kelurahan Serbelawan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, menuai sorotan tajam dari pemerhati pendidikan dan publik.

 

Berdasarkan data yang diperoleh awak media, jumlah siswa yang terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) tahun 2025 tercatat sebanyak 866 siswa. Namun, jumlah penerima dana BOS justru tercatat sebanyak 916 siswa. Selisih data ini memunculkan tanda tanya besar dan dugaan adanya ketidaksesuaian dalam pengelolaan anggaran.

 

Awak media telah berupaya melakukan konfirmasi Rabu (01/04/2026) kepada Kepala Sekolah, Mairelli Brayani Sianturi, baik secara langsung maupun melalui pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan memilih bungkam dan tidak memberikan klarifikasi.

 

Kondisi tersebut semakin memperkuat kecurigaan publik bahwa dana BOS tidak digunakan sebagaimana mestinya. Terlebih, terdapat sejumlah pos anggaran yang dinilai tidak sejalan dengan kondisi fisik bangunan sekolah di lapangan.

 

Dari hasil pantauan dan dokumentasi di lokasi, terlihat beberapa bagian bangunan sekolah mengalami kerusakan. Atap bangunan tampak mengalami kebocoran dengan bekas rembesan air yang menghitam dan berjamur.

 

Dinding luar sekolah terlihat kusam, cat mengelupas, serta dipenuhi noda akibat air hujan. Selain itu, bagian lantai di area tertentu tampak rusak dan tergenang air saat hujan turun. Kondisi ini dinilai tidak mencerminkan adanya pemeliharaan yang optimal, meskipun anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana tercatat cukup besar.

 

Pada tahap pertama tahun 2025, tercatat anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah sebesar Rp52.037.000, sementara pada tahap kedua sebesar Rp40.445.000.

 

Secara keseluruhan, dana BOS tahap kedua tahun 2025 yang diterima sekolah tercatat sebesar Rp501.847.546, dengan rincian antara lain:

 

Pengembangan perpustakaan: Rp177.236.000

 

Kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran: Rp46.350.000

 

Administrasi kegiatan sekolah: Rp136.622.000

 

Langganan daya dan jasa: Rp10.874.546

Pemeliharaan sarana dan prasarana: Rp40.445.000

 

Pembayaran honor: Rp79.840.000

 

Sementara pada tahap pertama tahun 2025, dana yang diterima mencapai Rp503.800.000 dengan total penggunaan Rp484.749.840, meliputi:

 

Pengembangan perpustakaan: Rp182.263.000

 

Administrasi kegiatan sekolah: Rp137.636.000

 

Pemeliharaan sarana dan prasarana: Rp52.037.000

 

Pembayaran honor: Rp91.650.000

 

Dengan total dana yang dikelola mencapai lebih dari Rp1 miliar dalam satu tahun, publik mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana tersebut.

 

Fungsi pengawasan pun turut dipertanyakan. Peran Inspektorat Kabupaten Simalungun dinilai lemah dalam melakukan pengawasan terhadap penggunaan dana BOS di sekolah tersebut. Selain itu, masyarakat juga mendesak aparat penegak hukum, termasuk Kejaksaan Negeri Simalungun, untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan.

 

Sorotan juga diarahkan kepada Bupati Simalungun,Dr.H.Anton Ahmad Saragih, agar mengambil langkah tegas dalam memastikan pengelolaan dana pendidikan berjalan sesuai aturan dan tidak merugikan negara.

 

Hingga berita ini diturunkan Rabu 01/04/2026, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi. Masyarakat berharap adanya transparansi serta tindakan tegas dari pihak berwenang guna menjaga integritas dunia pendidikan.

(Red/Team)

www.liputanmetrosumut.com 

Berita Terkait

Berikan Rasa Aman Dan Nyaman, Polseķ Sianțar Timur Gelar BLP Wilkumnya 
Cegah Terjadinya Tindak Pidana Polsek Siantar Barat Patroli Pagi Hari di Pasar Horas 
Kapolres Pematangsiantar Pimpin Penandatangan Pakta Integritas Penerimaan Calon Anggota Polri 2026
Sat Binmas Polres Pematangsiantar Sambang Kamtibmas ke Kantor Kereta Api
Sat Lantas Polres Pematangsiantar Gencarkan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas di Jalan Sutomo 
Bupati Simalungun Sampaikan LKPD 2025 Unaudited ke BPK Sumut, Perkuat Komitmen Transparansi dan Akuntabilitas
Bhabinkamtibmas Poslek Siantar Timur Monitoring Pemberian Bantuan kepada korban Kebakaran 
Dukung Ketapang, Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Barat Monitoring Panen Jagung Warga Binaan
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 08:21

Berikan Rasa Aman Dan Nyaman, Polseķ Sianțar Timur Gelar BLP Wilkumnya 

Rabu, 1 April 2026 - 08:19

Cegah Terjadinya Tindak Pidana Polsek Siantar Barat Patroli Pagi Hari di Pasar Horas 

Rabu, 1 April 2026 - 08:17

Kapolres Pematangsiantar Pimpin Penandatangan Pakta Integritas Penerimaan Calon Anggota Polri 2026

Rabu, 1 April 2026 - 08:15

Sat Binmas Polres Pematangsiantar Sambang Kamtibmas ke Kantor Kereta Api

Rabu, 1 April 2026 - 08:12

Sat Lantas Polres Pematangsiantar Gencarkan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas di Jalan Sutomo 

Selasa, 31 Maret 2026 - 23:00

Bupati Simalungun Sampaikan LKPD 2025 Unaudited ke BPK Sumut, Perkuat Komitmen Transparansi dan Akuntabilitas

Selasa, 31 Maret 2026 - 11:58

Bhabinkamtibmas Poslek Siantar Timur Monitoring Pemberian Bantuan kepada korban Kebakaran 

Selasa, 31 Maret 2026 - 11:56

Dukung Ketapang, Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Barat Monitoring Panen Jagung Warga Binaan

Berita Terbaru