Dampak Buruk Dari Hutan Cagar Alam Martelu Terhadap Lahan Pertanian Masyarakat Nagori Purba Tongah

- Penulis

Minggu, 19 Januari 2025 - 10:42 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Liputanmetrosumut.com || Simalungun-Sumut- Jumat (27/01/2025)
Hutan cagar alam Martelu yang terletak di Nagori (Desa) Purba Tongah Kecamatan Purba Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatra Utara,kawasan hutan cagar alam Martelu ini memiliki luas sekitar 195 hektar.

Mendengar sejarah dari masyarakat purba tongah,dulunya ketika di jaman Belanda lahan Hutan cagar alam Martelu ini adalah lahan milik Leluhur nenek moyang warga sekitar Purba.Belanda menjajah kampung purba tongah untuk memakai lahan pinjam tanam yang sekarang menjadi hutan cagar alam Martelu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Leluhur masyarakat purba tongah tidak berpikir ketika itu,dusun ini akan berkembang dan terus berkembang sepanjang tahun,sehingga lahan yang dulunya lahan pertanian warga kini menjadi hilang,karena sudah di tanami pohon meranti,kini Pohon Meranti sudah besar dan sudah berusia puluhan tahun.

Dampak Pohon Meranti ini yang usianya puluhan tahun,sangat berpengaruh besar bagi lahan pertanian warga sekitaran hutan cagar alam Martelu.bayak warga mengeluhkan ketika di musim panen seperti jeruk, ubi , jagung dan juga padi.hama yang berasal dari dalam hutan cagar alam Martelu seperti monyet dan babi hutan kerap sekali mengganggu dan merusak tanam warga sekitar pinggiran hutan Martelu.

Pangulu(Kepala Desa) Nagori (Desa) Purba Tongah St.Mangatur Saragih Mengatakan “Kalo sempat satu hari saja kita tinggalkan ladang kita ini sudah pasti habis di makan monyet,tidak mungungkin lah kami terus menerus dan setiap hari menjaga ladang kita ini.kami kan sewaktu-waktu kadang kepesta dan acara keluarga juga”Ujarnya

Bayaknya pengaruh besar di lahan pertanian warga di sekitaran hutan cagar alam Martelu ini yaitu, yang biasa panen jeruk dari satu ladang bisa seharusnya 10 ton dan sekarang ini paling bisa maksimal 5 ton saja.akibat gangguan dari hama monyet,dan juga akar dari pohon Meranti ini telah sampai di lahan perladangan warga sekitaran pinggiran hutan cagar alam Martelu.

READ  Kapolres Simalungun Hadiri Rakor Forkopimda, Perkuat Sinergi Lintas Sektoral demi Keamanan dan Kesejahteraan Masyarakat

“Jadi setiap warga menabur pupuk untuk tanamnya sama saja percuma,pupuk yang di tabur pasti akan di serap akar pohon Meranti yang usianya telah puluhan tahun itu.kepada Pemerintah dan Dinas terkait,kami hannya mengusulkan untuk pemagaran seng dari baja ringan supaya tahan lama,terkhusus yang berdampak lahan pertanian warga di pinggiran hutan cagar alam Martelu”Ungkap St.Mangatur Saragih

Pangulu Nagori Purba Tongah mengatakan dia pernah beberapa kali mengusulkan Proposal ke Dinas Kementrian kehutanan,bahkan sudah sampai ke Provinsi.tapi sampai saat ini masih belum ada tanggapan dari Dinas terkait.

“kami sudah komfirmasi dan masyarakat Nagori purba tongah telah menandatangani keberatan dengan adanya hutan Martelu.kami tidak keberatan adanya hutan Martelu ini tapi kami keberatan tidak adanya perhatian dari Pemerintah Kepada masyarakat Purba Tongah yang berladang di sekitaran pinggiran hutan cagar alam Martelu”Tegas St.Mangatur Saragih

Di harapkan dari pemerintah,kementrian kehutanan yang membidangi Sumber Daya Alam untuk dapat segera membantu daerah pertanian masyarakat purba tongah yang terkena dampak dari hutan cagar alam Martelu.

“Hutan ini bagai mana tidak merugikan masyarakat Nagori purba tongah,setidaknya ada lah bantuan perhatian pemerintah dan usul-usulan kami yang sudah masuk itu tolong lah di beri jawaban.jika tahun ini tidak ada tanggapan,kami akan tembuskan usulan kami ini ke bapak presiden Prabowo”Tutup St.Mangatur Saragih.

(S.A Ricardo.Siahaan)

Editor : Redaksi

www.liputanmetrosumut.com

Follow WhatsApp Channel liputanmetrosumut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

55 Tahun BP Batam: Investasi Tumbuh, Sudahkah Warga Merasakannya?
Jembatan Penghubung Marubun Lokkung–Tinggi Raja Tak Kunjung Rampung, LHDB Kecewa: Jangan Tunggu Ada Korban Jiwa!
CAMAT SITI AMINAH SIREGAR BERI SEMANGAT PERWAKILAN DOLOK BATU NANGGAR DI FESTIVAL SENI DAN QASIDAH TINGKAT KABUPATEN SIMALUNGUN TAHUN 2026
Polsek Siantar Timur Laksanakan SALING di Pos Satkamling Siopat Suhu, Cegah Tindak Pidana dan Kejahatan
Polsek Siantar Martoba Cek TKP Dugaan Pengancaman di Jalan Medan
Sampaikan Himbauan Kamtibmas,Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Timur Sambangi Gedung Sekolah Minggu 
Polsek Siantar Barat Jumat Curhat Kamtibmas di Mesjid Dakwah Jalan Jawa
Polsek Siantar Timur Gelar Jumat Berkah di Mesjid Taqwa Wujud Komtimen Polri Bersama Masyarakat
Berita ini 52 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 04:23 WIB

55 Tahun BP Batam: Investasi Tumbuh, Sudahkah Warga Merasakannya?

Minggu, 25 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Jembatan Penghubung Marubun Lokkung–Tinggi Raja Tak Kunjung Rampung, LHDB Kecewa: Jangan Tunggu Ada Korban Jiwa!

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:56 WIB

CAMAT SITI AMINAH SIREGAR BERI SEMANGAT PERWAKILAN DOLOK BATU NANGGAR DI FESTIVAL SENI DAN QASIDAH TINGKAT KABUPATEN SIMALUNGUN TAHUN 2026

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Polsek Siantar Timur Laksanakan SALING di Pos Satkamling Siopat Suhu, Cegah Tindak Pidana dan Kejahatan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:51 WIB

Polsek Siantar Martoba Cek TKP Dugaan Pengancaman di Jalan Medan

Berita Terbaru