Diduga Mark-Up Dan Dikerjakan Asal Jadi, Proyek Paving Block Dana Desa Di Nagori Dolok Mainu Jadi Sorotan, Nomor Kontak Wartawan Di Blokir

- Reporter

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:37

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : proyek pembangunan Paving block di nagori dolok Mainu, kecamatan dolok batunanggar manggar diduga asal jadi.

Foto : proyek pembangunan Paving block di nagori dolok Mainu, kecamatan dolok batunanggar manggar diduga asal jadi.

Liputanmetrosumut.com   ||  Simalungun – Dolok Batunanggar –         Aroma ketidakberesan dalam penggunaan Dana Desa kembali mencuat. Kali ini sorotan tajam mengarah pada proyek pembangunan paving block di Nagori Dolok Mainu, Kecamatan Dolok Batunanggar , Kabupaten Simalungun, yang diduga dikerjakan secara asal jadi, minim transparansi, serta terindikasi adanya penggelembungan anggaran (mark-up).

 

Temuan awak media di lapangan pada Selasa (23/06/2026) mengungkap sejumlah pekerjaan paving block yang tersebar di beberapa titik. Di Huta I, pekerjaan diperkirakan memiliki panjang sekitar 100 meter. Sementara di Huta II terdapat pekerjaan sepanjang kurang lebih 50 meter dan sambungan jalan sekitar 30 meter.

 

Ironisnya, pada seluruh titik pekerjaan tersebut tidak ditemukan papan informasi proyek yang memuat besaran anggaran, volume pekerjaan, sumber dana, maupun pelaksana kegiatan sebagaimana yang diwajibkan dalam proyek yang menggunakan Dana Desa.

 

Ketiadaan papan informasi proyek ini langsung memantik kecurigaan publik. Pasalnya, keterbukaan informasi merupakan salah satu prinsip utama dalam pengelolaan Dana Desa. Tanpa adanya papan proyek, masyarakat tidak memiliki akses untuk mengetahui berapa besar anggaran yang digunakan dan bagaimana pelaksanaannya.

 

Lebih jauh lagi, kondisi fisik pekerjaan di lapangan juga menuai kritik. Sejumlah warga menilai kualitas pembangunan paving block tersebut jauh dari harapan. Dugaan pengurangan material serta pengerjaan yang terkesan asal selesai menjadi pembicaraan di tengah masyarakat.

 

“Kalau proyek Dana Desa dikerjakan dengan benar dan sesuai spesifikasi, kenapa harus ditutup-tutupi? Kenapa papan proyek tidak dipasang? Masyarakat berhak tahu uang negara digunakan untuk apa,” ujar salah seorang warga yang namanya tidak ingin di publikasikan.

 

Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa proyek tersebut tidak hanya bermasalah dari sisi transparansi, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara apabila ditemukan adanya pengurangan volume pekerjaan maupun mark-up anggaran.

Foto : Pangulu Dolok Mainu Sugeng S.Pd.I

Upaya konfirmasi telah dilakukan awak media kepada Pangulu Nagori Dolok Mainu, Sugeng, S.Pd.I, pada Selasa (23/06/2026). Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan tidak memberikan tanggapan atas telepon maupun pesan WhatsApp yang dikirimkan. Bahkan nomor kontak awak media telah diblokir oleh pangulu

Sikap tersebut justru semakin menimbulkan pertanyaan publik terkait transparansi pelaksanaan proyek yang bersumber dari Dana Desa tersebut.

 

Selanjutnya, awak media berupaya mengkonfirmasi Camat Dolok Batunanggar, Siti Aminah Siregar, SE., M.Si terkait proyek paving block yang diduga proyek siluman di Nagori Dolok Mainu, akan tetapi beliau lebih memilih bungkam dari pada menjawab pertanyaan awak media.

 

Menanggapi temuan tersebut, Aktivis Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPN-RI), Robert Simanjuntak, SH, mendesak Inspektorat Kabupaten Simalungun untuk segera turun ke lapangan melakukan audit menyeluruh terhadap proyek paving block tersebut.

 

Menurutnya, audit harus mencakup pemeriksaan dokumen perencanaan, RAB (Rencana Anggaran Biaya), volume pekerjaan, kualitas material, hingga realisasi penggunaan Dana Desa.

 

“Inspektorat tidak boleh tutup mata. Jika benar tidak ada papan proyek dan ditemukan ketidaksesuaian pekerjaan di lapangan, maka harus dilakukan audit total. Dana Desa adalah uang rakyat yang wajib dipertanggungjawabkan,” tegas Robert.

 

Masyarakat kini mendesak Inspektur Kabupaten Simalungun, Roganda Sihombing, untuk segera memanggil Pangulu Nagori Dolok Mainu guna memberikan klarifikasi resmi terkait proyek paving block yang menjadi sorotan tersebut.

 

Publik berharap pemeriksaan dilakukan secara profesional, transparan, dan tanpa tebang pilih. Sebab jika dugaan mark-up, pengurangan volume pekerjaan, atau penyalahgunaan Dana Desa terbukti, maka persoalan ini bukan lagi sekadar pelanggaran administrasi, melainkan dapat berujung pada ranah hukum tindak pidana korupsi.

 

(Red-01) 

Berita Terkait

Sambut HUT Bhayangkara Ke 80, Polres Pematangsianțar Berikan Bansos Kepada Korban Kebakaran Kios Pasar Dwikora 
Gagalkan Peredaran Sabu 4,43 Gram Polres Pematangsiantar Amankan Pemilik di Jalan Viyata Yudha
Sat Lantas Polres Pematangsiantar Laksanakan Dikmas Lantas Penling – Penluh di Jalan di Pasar Dwikora
Polsek Siantar Selatan Dampingi Penjualan Hasil Panen Jagung Petani Binaan ke Bulog Cabang Pematangsiantar 
Tinjut Laporan CC 110, Polsek Sianar Marihat Cek TKP dan Mediasi Keributan di Gang Jambu Air
Sambut HUT Bhayangkara Ke 80 Tahun 2026, Polres Pematangsiantar Ziarah dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan 
Jelang HUT Bhayangkara ke-80, Polres Simalungun dan Polres Pematangsiantar Gelar Ziarah dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Nagur
Sekda Simalungun Ajak Pelajar Mulai Menabung Sejak Dini
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:10

Sambut HUT Bhayangkara Ke 80, Polres Pematangsianțar Berikan Bansos Kepada Korban Kebakaran Kios Pasar Dwikora 

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:05

Gagalkan Peredaran Sabu 4,43 Gram Polres Pematangsiantar Amankan Pemilik di Jalan Viyata Yudha

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:02

Sat Lantas Polres Pematangsiantar Laksanakan Dikmas Lantas Penling – Penluh di Jalan di Pasar Dwikora

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:59

Polsek Siantar Selatan Dampingi Penjualan Hasil Panen Jagung Petani Binaan ke Bulog Cabang Pematangsiantar 

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:56

Tinjut Laporan CC 110, Polsek Sianar Marihat Cek TKP dan Mediasi Keributan di Gang Jambu Air

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:22

Jelang HUT Bhayangkara ke-80, Polres Simalungun dan Polres Pematangsiantar Gelar Ziarah dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Nagur

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:37

Diduga Mark-Up Dan Dikerjakan Asal Jadi, Proyek Paving Block Dana Desa Di Nagori Dolok Mainu Jadi Sorotan, Nomor Kontak Wartawan Di Blokir

Rabu, 24 Juni 2026 - 06:41

Sekda Simalungun Ajak Pelajar Mulai Menabung Sejak Dini

Berita Terbaru