KLARIFIKASI SMP Negeri 1 Dolok Batu Nangar: Bantah Dugaan Ketertutupan Dana BOS, Ungkap Fakta di Balik Selisih Data

- Reporter

Senin, 6 April 2026 - 06:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputanmetrosumut.com   ||  Serbelawan – Simalungun –       Menanggapi sorotan publik terkait dugaan ketidakterbukaan pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), pihak SMP Negeri 1 Dolok Batu Nangar Melalui Kepala Sekolah akhirnya angkat bicara dan memberikan klarifikasi resmi.

 

 

Klarifikasi ini disampaikan setelah awak media melakukan jumpa langsung dengan kepala sekolah Senin 05/06/2026 pukul 10.00 wib, jajaran sekolah, serta pengurus komite guna meluruskan berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat.

 

 

Soal Selisih Data Siswa: Mengacu Cut Off Nasional.

 

Pihak sekolah menegaskan bahwa perbedaan jumlah siswa yang menjadi dasar perhitungan dana BOS bukanlah bentuk manipulasi, melainkan mengacu pada data cut off per 31 Agustus 2024 yang ditetapkan secara nasional.

 

 

Dalam keterangannya dijelaskan:

Data tersebut menjadi acuan utama penyaluran dana BOS, sementara pada tahun berjalan terjadi dinamika seperti siswa pindah sekolah, mutasi, maupun perubahan jumlah peserta didik lainnya.

 

 

Akibatnya, terdapat perbedaan antara jumlah siswa saat pencairan dana dengan kondisi riil di lapangan saat ini.

 

 

Kepala Sekolah Hadir dan Bantah Isu Tidak Bisa Ditemui:

 

Dalam pertemuan tersebut, kepala sekolah secara langsung hadir dan membantah adanya anggapan bahwa dirinya menghindari konfirmasi publik.

 

 

Pihak sekolah juga meluruskan informasi yang sebelumnya beredar terkait kondisi ia tak dapat di temui, sebab kepala sekolah pada waktu itu sedang ada rapat dengan pihak dinas terkait data dapodik.

 

 

Kehadiran kepala sekolah dalam pertemuan ini sekaligus menjadi bukti bahwa komunikasi tetap terbuka dan tidak ada upaya untuk menutup akses informasi.

 

 

Komite Sekolah Turun Tangan: Tekankan Transparansi:

 

Ketua Komite Sekolah, Khaidir Siregar, memberikan penegasan penting terkait polemik yang berkembang.

 

 

Ia menyampaikan bahwa pihak komite telah melakukan komunikasi langsung dengan kepala sekolah guna memastikan tidak ada penyimpangan dalam pengelolaan dana BOS.

 

 

“Kami sudah berkomunikasi langsung dengan kepala sekolah terkait pemberitaan yang beredar. Komite menekankan agar pihak sekolah lebih terbuka dalam menjalankan pengelolaan anggaran,” tegas Khaidir Siregar.

 

 

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa komite memiliki peran penting dalam menjaga independensi dan akuntabilitas pengelolaan dana BOS.

 

 

“Kami ingin semua penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan secara jelas kepada publik. Transparansi itu wajib, agar tidak menimbulkan kecurigaan di masyarakat,” tambahnya.

 

 

Komitmen Perbaikan Tata Kelola

Pihak sekolah juga menyatakan komitmennya untuk meningkatkan keterbukaan informasi, termasuk dalam hal:

 

1. Publikasi penggunaan dana BOS

 

2. Komunikasi dengan masyarakat dan media

 

3. Pelibatan komite sekolah dalam pengawasan

 

Langkah ini disebut sebagai bentuk evaluasi atas dinamika yang terjadi.

Penegasan: Bukan Menutup, Tapi Perlu Perbaikan Komunikasi.

 

 

Dengan adanya klarifikasi ini, pihak sekolah menilai bahwa polemik yang terjadi lebih disebabkan oleh miskomunikasi dan kurangnya penyampaian informasi secara terbuka, bukan karena adanya upaya sistematis untuk menutup-nutupi penggunaan anggaran.

 

 

Publik Tetap Diminta Mengawal

Meski bantahan telah disampaikan, publik tetap diharapkan berperan aktif dalam mengawasi penggunaan dana pendidikan.

Sebab pada prinsipnya, dana BOS adalah uang negara yang harus dikelola secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran demi kepentingan siswa.

(Red/Team)

Editor : Redaksi

www.liputanmetrosumut.com 

Berita Terkait

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Rabat Beton Dana Desa Rp119,6 Juta di Sahkuda Bayu Disorot, Warga Minta Inspektorat Turun Periksa
MBG Simalungun Disorot! Aslap Mengaku Tak Tahu Kebutuhan Ikan Nila 1.800 Porsi, Yayasan Garuda Harapan Baru Bungkam
Berikan Rasa Aman Bagi Masyarakat, Polres Binjai Aktifkan Kembali TIM Anti Begal
dr. Djasamen Saragih, Putra Pertama Simalungun Bergelar Dokter Kini Makamnya Dipugar dan Diresmikan
Tingkatkan Perekonomian Masyarakat: Pemkab Simalungun Sambut Baik Investor di Kawasan Danau Toba
Polsek Siantar Martoba Pastikan Distribusi MBG Berjalan Lancar, 2.357 Penerima Manfaat Terlayani
Sat Reskrim Polres Pematangsiantar Limpahkan 4.800 Bungkus Rokok Ilegal ke Bea Cukai, Dua Terduga Pelaku 
Residivis Asal Aceh Dibekuk di Siantar, Polisi Sita 9,05 Gram Sabu
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:54

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Rabat Beton Dana Desa Rp119,6 Juta di Sahkuda Bayu Disorot, Warga Minta Inspektorat Turun Periksa

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:27

MBG Simalungun Disorot! Aslap Mengaku Tak Tahu Kebutuhan Ikan Nila 1.800 Porsi, Yayasan Garuda Harapan Baru Bungkam

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:44

Berikan Rasa Aman Bagi Masyarakat, Polres Binjai Aktifkan Kembali TIM Anti Begal

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:40

dr. Djasamen Saragih, Putra Pertama Simalungun Bergelar Dokter Kini Makamnya Dipugar dan Diresmikan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:35

Tingkatkan Perekonomian Masyarakat: Pemkab Simalungun Sambut Baik Investor di Kawasan Danau Toba

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:24

Sat Reskrim Polres Pematangsiantar Limpahkan 4.800 Bungkus Rokok Ilegal ke Bea Cukai, Dua Terduga Pelaku 

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:21

Residivis Asal Aceh Dibekuk di Siantar, Polisi Sita 9,05 Gram Sabu

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:20

Polsek Siantar Selatan Panen Jagung Bersama Petani Binaan di Jalan Bendungan

Berita Terbaru