Pemkab Simalungun Gelar Rakor Percepatan Pelaksanaan dan Pelaporan Kegiatan Aksi Konvergensi Stunting 2026: Bertekad Wujudkan Daerah Bebas Stunting

- Reporter

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputanmetrosumut.com   ||  Simalungun – Sumut –    Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun terus bergerak tegas dan terencana menanggulangi stunting demi masa depan generasi bangsa. Selasa (12/5/2026), Rakor Percepatan Pelaksanaan dan Pelaporan Aksi Konvergensi Penanganan Stunting 2026 digelar di Kantor Bapperida, menjadi tonggak penyatuan langkah seluruh pemangku kepentingan.

 

Kegiatan dibuka Sekretaris Bapperida, Lina Oletta Damanik, mewakili Bupati Dr. H. Anton Achmad Saragih. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan stunting adalah masalah mendasar akibat kekurangan gizi kronis pada 1000 hari pertama kehidupan, yang berisiko menurunkan kualitas kesehatan dan kecerdasan anak di masa depan.

 

Penanganan harus berjalan konvergensi, holistik, dan tepat sasaran melalui lima aksi utama: analisis situasi, penyusunan rencana, penguatan pelaksanaan, evaluasi hasil, dan perumusan kebijakan.

 

Bupati mengarahkan Tim Satgas dan petugas pelapor agar bekerja lebih maksimal, tertib, dan inovatif, serta memastikan program masuk dalam dokumen perencanaan desa.

 

Hotdiaman Saragih melaporkan, rakor bertujuan memperkuat komitmen, menyelaraskan peran, merumuskan perbaikan, dan menjamin ketepatan pelaporan di sistem Bangda.

 

Ober Damanik (Bapperida) sebagai narasumber dalam rakor tersebut menegaskan aksi nyata harus terlihat pada triwulan I 2026 menjelang evaluasi provinsi bulan Juli, dan meminta Dinas Kesehatan memantau ketat pelaporan puskesmas.

 

Sementara itu, Yeli F. Purba (Dinas Kesehatan) menyampaikan penanganan berjalan baik, namun pihaknya masih mengalami berbagai kendala di lapangan. Kendala riil meliputi keterbatasan insentif kader, peralatan ukur rusak di 1.333 Posyandu, rendahnya partisipasi masyarakat, dan kesulitan penyaluran makanan tambahan ke sasaran langunsung

 

Seluruh masukan ini menjadi dasar perumusan strategi lebih matang. Dengan kebersamaan dan kebijaksanaan, Simalungun bertekad mewujudkan wilayah bebas stunting dan melahirkan generasi sehat, cerdas, serta tangguh di masa depan.

(S.A.Ricardo.Siahaan)

Editor : Redaksi

www.liputanmetrosumut.com 

Berita Terkait

Kapolres Binjai Latihan Menembak Bersama Forkopimda Binjai 
Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Martoba Monitoring Distribusi MBG ke Sekolah dan Posyandu
Polsek Siantar Barat Respon Cepat Tanggapi Laporan Warga Jalan WR. Supratman
Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Utara Sambangi Pekerja Toko Bangunan Sampaikan Pesan Kamtibmas
Polsek Siantar Martoba Respon Cepat Cek TKP Laporan Keributan
Polres Pematangsiantar Gelar Pemusnahan Barang Bukti Narkotika
Polres Pematangsiantar Gelar Press Release Pengungkapan Kasus 3C dan Narkotika Periode Januari – Juni 2026 
DPRD Simalungun Sampaikan Rekomendasi Terhadap LKPj Bupati Simalungun Tahun 2025
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:02

Kapolres Binjai Latihan Menembak Bersama Forkopimda Binjai 

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:58

Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Martoba Monitoring Distribusi MBG ke Sekolah dan Posyandu

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:57

Polsek Siantar Barat Respon Cepat Tanggapi Laporan Warga Jalan WR. Supratman

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:55

Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Utara Sambangi Pekerja Toko Bangunan Sampaikan Pesan Kamtibmas

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:53

Polsek Siantar Martoba Respon Cepat Cek TKP Laporan Keributan

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:49

Polres Pematangsiantar Gelar Press Release Pengungkapan Kasus 3C dan Narkotika Periode Januari – Juni 2026 

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:56

DPRD Simalungun Sampaikan Rekomendasi Terhadap LKPj Bupati Simalungun Tahun 2025

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:42

Sosialisasi 6 SPM di Kecamatan Bandar Huluan: Dekatkan Pelayanan dan Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

Berita Terbaru