Liputanmetrosumut.com || Simalungun – Memasuki bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Simalungun bergerak cepat turun langsung ke pasar tradisional. Bersama Bupati Simalungun dan jajaran Pemerintah Kabupaten Simalungun, tim gabungan ini menggelar Operasi Sidak Pasar dan SPBU di Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Selasa (10/03/2026) mulai pukul 08.00 WIB.
Sidak ini merupakan bagian dari upaya pengawasan dalam rangka menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1447 Hijriah Tahun 2026 — memastikan harga bahan pokok tidak melonjak liar dan stok BBM tetap tersedia bagi masyarakat.
Kanit Tipidter Sat Reskrim Polres Simalungun, IPDA Gagas Dewanta, S.Tr.K., M.H., saat dikonfirmasi pada Selasa sore pukul 17.40 WIB menyampaikan hasilnya secara langsung.
“Kami turun bersama Bupati dan seluruh instansi terkait untuk memastikan harga dan ketersediaan bahan pokok terpantau dengan baik. Alhamdulillah, situasi di pasar aman dan kondusif, stok mencukupi,” ujar IPDA Gagas.
Kegiatan ini turut dihadiri langsung oleh Bupati Simalungun, serta diwakilkan dari sejumlah instansi penting, antara lain Ketua DPRD Kabupaten Simalungun, Dandim 0207/Simalungun, Kajari Simalungun, pimpinan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Pematang Siantar, BPS Simalungun, Kepala Sub Drive II Perum Bulog Pematang Siantar, hingga belasan kepala dinas lingkup Pemkab Simalungun.
Dari hasil pengecekan di Pasar Tradisional Dolok Batu Nanggar, tim mendapati harga sejumlah komoditas masih berada dalam batas wajar. Berikut gambaran harga yang tercatat, Beras terpantau stabil. Beras premium merek Horas dijual Rp 14.200/kg, Sangkis dan Matahari Rp 15.400/kg, sementara beras medium SPHP/Bulog hanya Rp 13.100/kg — pilihan terjangkau untuk masyarakat.
Gula dan Garam juga terpantau normal. Gula pasir dan gula merah masing-masing Rp 18.000/kg, garam halus beryodium Rp 10.000/kg.
Daging dan Protein tersedia lengkap. Daging sapi murni Rp 120.000/kg, ayam potong Rp 40.000/kg, ayam kampung Rp 68.000/kg, dan kambing Rp 90.000/kg. Untuk ikan, tongkol dijual Rp 35.000/kg, lele Rp 28.000/kg, dan ikan mas Rp 40.000/kg.
Telur juga bersahabat di kantong. Telur ayam broiler Rp 2.500/butir, telur kampung Rp 3.000/butir, dan telur bebek Rp 2.800/butir.
Bumbu dapur yang kerap jadi sorotan saat Ramadan turut diawasi. Cabai rawit tercatat Rp 56.000/kg, cabai hijau Rp 65.000/kg, cabai merah Rp 70.000/kg, bawang merah Rp 36.000/kg, dan bawang putih Rp 32.000/kg.
Minyak goreng tersedia dengan harga Minyak Kita Rp 17.000/liter dan minyak curah Rp 18.000/kg.
Sayuran melimpah dengan harga murah. Bayam hanya Rp 3.000/kg, kangkung Rp 5.000/kg, kol dan sawi putih Rp 6.000/kg, hingga kentang Rp 16.000/kg.
Selain pasar, tim juga menyambangi SPBU Dolok Batu Nanggar untuk mengecek ketersediaan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM). Hasilnya, stok BBM dinyatakan aman dan tidak ditemukan indikasi kelangkaan maupun antrean panjang yang mencurigakan.
Kasat Reskrim Polres Simalungun, AKP Herison Manulang, S.H., yang diwakili IPDA Gagas dalam kegiatan ini menegaskan bahwa pengawasan akan terus dilakukan secara berkala menjelang hari raya.
“Kami mengimbau masyarakat Simalungun agar tidak perlu panik dan tidak perlu melakukan panic buying. Stok bahan pokok tersedia cukup, harga masih terkendali. Belilah sesuai kebutuhan, jangan berlebihan,” ungkap IPDA Gagas.
Kegiatan berlangsung lancar, tertib, dan kondusif. Seluruh instansi yang hadir berkomitmen untuk terus memantau pergerakan harga dan distribusi kebutuhan pokok hingga Idul Fitri tiba — demi memastikan masyarakat Simalungun bisa merayakan lebaran dengan tenang dan penuh kebahagiaan.
(S.A.R.Siahaan)
Editor : Redaksi
www.liputanmetrosumut.com

















