Dugaan Ketidakterbukaan Dana BOS, SMP Negeri 1 Siantar Disorot – Pernyataan Berbeda Picu Tanda Tanya

- Reporter

Kamis, 2 April 2026 - 14:15

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto SMP N 1 Siantar yang berada di Bata enam Nagori Sitalasari.

Foto SMP N 1 Siantar yang berada di Bata enam Nagori Sitalasari.

Liputanmetrosumut.com   ||  Simalungun – Sorotan tajam kini mengarah ke SMP Negeri 1 Siantar, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, menyusul kunjungan awak media yang bertujuan melakukan konfirmasi terkait realisasi penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2025 dan 2024.

 

Berdasarkan data yang dihimpun, pada tahap pertama tahun 2025, sekolah tersebut menerima dana BOS sebesar Rp 419.100.000 dengan jumlah siswa penerima sebanyak 762 orang. Dana tersebut dicairkan pada 17 Februari 2025 dengan status “sedang disalurkan”.

 

Adapun rincian penggunaan dana BOS tahun 2025 antara lain:

 

Penerimaan Peserta Didik Baru: Rp 4.605.000

 

Pengembangan Perpustakaan: Rp 170.055.000

 

Kegiatan Pembelajaran dan Ekstrakurikuler: Rp 18.928.000

 

Kegiatan Asesmen/Evaluasi: Rp 15.567.000

 

Administrasi Sekolah: Rp 76.245.000

 

Pengembangan Profesi Guru: Rp 9.870.000

 

Langganan Daya dan Jasa: Rp 25.487.373

 

Pemeliharaan Sarana dan Prasarana: Rp 21.689.290

 

Pembayaran Honor: Rp 61.440.000

 

Total realisasi penggunaan tercatat sebesar Rp 403.886.663.

 

Sementara itu, pada realisasi dana BOS tahap dua tahun 2024, sekolah menerima Rp 433.950.000 untuk 789 siswa, yang dicairkan pada 19 Januari 2024. Total penggunaan dana tercatat sebesar Rp 412.314.232, dengan alokasi terbesar pada pembayaran honor Rp 125.000.000 dan administrasi sekolah Rp 83.806.712.

 

Namun, upaya konfirmasi awak media di lapangan justru memunculkan kejanggalan. Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, Ramses Turnip, menyatakan bahwa “kepala sekolah tidak berada di tempat karena sedang sakit stroke dan tidak dapat berbicara” Kamis (02/04/2026)

 

Pernyataan tersebut bertolak belakang dengan keterangan pegawai tata usaha yang menyebutkan bahwa kepala sekolah dalam kondisi sehat. Bahkan, menurutnya, kepala sekolah terlihat hadir di sekolah pada pagi hari tanpa menunjukkan tanda-tanda sakit.

 

Perbedaan keterangan ini menimbulkan tanda tanya besar. Apakah ada upaya untuk menghindari konfirmasi terkait pengelolaan dana BOS, ataukah terdapat motif lain yang belum terungkap?

 

Kondisi ini semakin memperkuat dugaan adanya ketidakterbukaan dalam pengelolaan anggaran pendidikan di lingkungan sekolah tersebut. Transparansi yang seharusnya menjadi prinsip utama dalam pengelolaan dana publik justru terkesan diabaikan.

 

Sorotan kini tidak hanya tertuju pada pihak sekolah, tetapi juga kepada Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Ahmad Saragih. Di bawah kepemimpinannya, publik mempertanyakan sejauh mana pengawasan terhadap penggunaan dana pendidikan dilakukan.

 

Inspektorat Kabupaten Simalungun didesak untuk segera turun tangan melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan dana BOS di SMP Negeri 1 Siantar. Selain itu, Aparat Penegak Hukum (APH) juga diharapkan tidak tinggal diam apabila ditemukan indikasi penyimpangan.

 

Masyarakat menuntut adanya keterbukaan dan akuntabilitas. Pendidikan adalah sektor vital, dan setiap rupiah dana yang digelontorkan harus benar-benar digunakan untuk kepentingan siswa, bukan menjadi celah penyimpangan.

 

Kasus ini menjadi ujian serius bagi komitmen pemerintah daerah dalam menegakkan tata kelola yang bersih dan transparan di sektor pendidikan.

(Red/Team)

www.liputanmetrosumut.com 

Berita Terkait

Kapolres Simalungun Gelar Anjangsana ke Anggota Sakit dan Panti Asuhan, Wujud “80 Tahun Polri Untuk Masyarakat”
Ancaman terhadap Wartawan di Kebun Mayang, DPD PJS Sumut Minta Dirut PTPN IV Bertindak Tegas
Kapolres Langkat Dampingi Kakorbinmas Polri Dialog Kamtibmas Bersama Tokoh Agama Dan Tokoh Masyarakat
Saat Patroli,Polres Pematangsiantar Amankan Tiga Sepedamotor Knalpot Brong
Sambut HUT Bhayangkara Ke 80 Tahun 2026, Polsek Siantar Utara Berikan Bansos kepada Warga Kurang Mampu door tu door
Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Barat Monitoring Distribusi MBG di Pos Yandu Jalan Aru
Sambut HUT Bhayangkara Ke 80 Tahun 2026, Polsek Siantar Selatan kunjungi Warga Kurang Mampu
Sat Reskrim Polres Pematangsiantar Tetap Lakukan Proses Penyidikan Dugaan Penganiayaan di Taman Bunga
Berita ini 71 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:05

Kapolres Simalungun Gelar Anjangsana ke Anggota Sakit dan Panti Asuhan, Wujud “80 Tahun Polri Untuk Masyarakat”

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:35

Ancaman terhadap Wartawan di Kebun Mayang, DPD PJS Sumut Minta Dirut PTPN IV Bertindak Tegas

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:14

Kapolres Langkat Dampingi Kakorbinmas Polri Dialog Kamtibmas Bersama Tokoh Agama Dan Tokoh Masyarakat

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:12

Saat Patroli,Polres Pematangsiantar Amankan Tiga Sepedamotor Knalpot Brong

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:10

Sambut HUT Bhayangkara Ke 80 Tahun 2026, Polsek Siantar Utara Berikan Bansos kepada Warga Kurang Mampu door tu door

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:06

Sambut HUT Bhayangkara Ke 80 Tahun 2026, Polsek Siantar Selatan kunjungi Warga Kurang Mampu

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:54

Sat Reskrim Polres Pematangsiantar Tetap Lakukan Proses Penyidikan Dugaan Penganiayaan di Taman Bunga

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:49

Tim Monitoring TP PKK Sumut Kunjungi 5 Nagori Percontohan di Simalungun

Berita Terbaru