Liputanmetrosumut.com || Samosir – Pangururan – Sangat ironis, hasil perjuangan yang di tinggalkan para pejuang, telah merdeka 80 Tahunan dari para penjajah,saat ini belum penuh dirasakan oleh warga Indonesia, baik jalan jalan yang banyak rusak dan hidup yang belum layak.
Begitu keluhan masyarakat warga Desa Parmonangan Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara untuk mendapatkan Air bersih dan Akses jalan belum layak untuk di jalani.
Kepala Desa Parmonangan Wajudin Hutajulu SE, bersama Bendahara Kristin F.Manalu serta Kadus Dusun II Mangandar Silalahi dan Ketua BUMDES Jabangkit Manik, Kamis 23 Oktober 2025 Di Kantor Desa Hamonangan nya menyuarakan derita yang di alami warga nya kepada Pimpinan beberapa awak media Classio tv, liputan Metro Sumut, Batara TV dan aktivis LPPNRI ( Lembaga pemantau penyelenggara negara republik Indonesia ) supaya menyampaikan kepada pihak pemerintah Kabupaten Samosir, DPRD Kabupaten Samosir kerja sama pemerintah pusat dalam menuntaskan permasalahan Emergency Air Bersih dan MCK.
“Harapan kami dari pemerintah Desa paling utama adanya penyediaan Air bersih agar dapat di konsumsi untuk masyarakat desa kami” Ujar Wajudin Hutajulu SE.
Selanjutnya,Kepala Desa Parmonangan Wajudin Hutajulu SE,menyampaikan dan sangat berharap agar Pemerintah Daerah dan Pemerintah Provinsi memperhatikan Desa Parmonangan,Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir agar dapat perhatian Khusus terutama air bersih dan juga akses jalan yang masih ketinggalan jauh.

“Selama ini masyarakat desa kami mengkonsumsi untuk Ari minum dari air hujan, atau dari tao Toba dan juga dari mata air. tapi di musim kemarau macam seperti sekarang ini yang sudah 7 bulan jarang hujan, terpaksa lah masyarakat di sini mengambil air dari mata air secara bergiliran ” Tambahnya
Robert Simanjuntak SH seorang aktivis dari LPPNRI meminta dengan tegas kepada pihak kabupaten Samosir , DPRD dan pemerintah pusat seyogianya pemerintah samosir melaksanakan program Air bersih dan sanitasi atau penyedia Air minum dan Sanitasi berbasis masyarakat ( PAMSIMAS) merupakan program nasional bertujuan meningkatkan akses Air minum dan Sanitasi layak bagi masyarakat pedesaan.
“Pemerintah kabupaten Samosir selayaknya dapat bekerjasama dengan Perusahaan Air Minum daerah untuk mendapatkan PAD melalui pembangunan jaringan saluran air ke setiap desa dengan melakukan hisapan pompa air dari Danau Toba yang merupakan lumbung air di pulau Samosir” Ucapnya Dengan Tegas
Jekson Siahaan SH seorang Ketua Badan persiapan pembentukan pemekaran provinsi Tapanuli Utara menyatakan seharusnya Pemerintah kabupaten Samosir lebih tanggap hidup Hajat hidup warga Samosir khusus warga Desa Parmonangan atas air minum yang layak konsumsi.Pemerintah samosir harus mampu membuat embung atau Sodetan dari Danau Toba dimasukin ke Embung.”Jangan Tikus mati dalam lumbung karma di kelilingi Air Danau Toba”.
Pimpinan Redaksi Media liputan Metro Sumut S.A.Ricardo.Siahaan, menitihkan Air mata melihat kondisi Desa Parmonangan yang kekurangan Air bersih yang sudah bertahun-tahun lamanya.
“Saya sangat sedih melihat situasi di Desa ini yang dimana di kenal di Dunia Pulo Samosir adalah sebuah kepingan Surga,akan tetapi kita melihat situasi Desa Parmonangan sangat lah memprihatinkan Air bersih pun susah dan infrastruktur jalan di Desa Parmonangan seperti genangan kerbau” Ungkapnya
CEO Grup Classio TV ID meminta harus segera melaksanakan program Air bersih di pinggiran kota supaya pemerintah kabupaten Samosir dan pemerintah pusat ber kolaborasi sesuai rancangan PBB SDGs ( Sustainable development Goals) : Penyedia Air bersih dan Sanitasi merupakan Tujuan Pembangunan berkelanjutan ( SDG) Ke 6 yang di tetapkan PBB dengan target penyedia Air Minum aman dan terjangkau, Sanitasi yang memadai,serta perlindungan Ekosistem terkait air.
(S.A.Ricardo.Siahaan)
Editor : Redaksi
www.liputanmetrosumut.com

















