Diminta Bupati Asahan Copot Jabatan Camat Bandar Pulau Diduga Tidak Mampu Menjadi Pembina Dan Perpanjangan Tangan Bupati

- Reporter

Selasa, 3 Juni 2025 - 07:49

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Kantor Camat Bandar Pulau

Foto : Kantor Camat Bandar Pulau

Liputanmetrosumut.com || Asahan –      Masyarakat minta Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar Sos, M, Si. Copot Jabatan Camat Bandar Pulau Samsul, yang diduga tidak mampu menjadi pembina dan perpanjangan tangan Bupati Asahan, pasalnya beberapa warga Desa Perkebunan Padang Pulau yang masih bingung dan bertanya-tanya tentang legalitas jabatan Kepala Dusun II Desa Perkebunan Padang Pulau, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Selasa (03/06/2025)

“Warga sangat bingungnya melihat legalitas oknum Kepala Dusun II yang atas nama Riski Saputra menjabat sebagai Kadus yang di jalankan tugasnya di pemerintahan Desa tersebut adalah Sucipto, Ayah kandungnya dari Riski Saputra sendiri, karena sudah bertahun-tahun Riski Saputra tidak berdomisili di desa itu, melainkan sudah tinggal di daerah Provinsi Riau. “Ucapnya Beberapa warga Kepada Wartawan di lapangan

Sementara Camat Bandar Pulau Samsul yang berulangkali di konfirmasi wartawan dikantornya seperti terkesan pasif dan menutup nutupi kasus yang dilakukan secara nyata oleh oknum Kadus tersebut, dan Camat lebih percaya laporan oknum Kades yang diduga memberikan kebohongan ketimbang informasi yang diperoleh dari warga yang disampaikan kepada Para wartawan

“Sementara Camat Bandar Pulau Samsul ditelpon wartawan melalui Sekcam Bandar Pulau Sakban Lubis iya mengatakan (Riski Saputra. Red) dia masih aktif, tiap hari hadir, buk kades kan tau dan soal izin kades yang tau kan tidak semua Kadus itu tidak ada di tempat. “Ucapnya Sekcam Bandar Pulau, Sakban Lubis yang dikonfirmasi wartawan melalui panggilan Telepon.

Foto : Camat Bandar Pulau Samsul

Namun begitupun, kata Sekcam, bila masyarakat mengetahui Riski Saputra tidak menjalankan tugas kewilayahannya karena tidak berada di tempat itu lagi agar menyampaikan melalui BPD untuk dimusyawarahkan.

“Selanjutnya membuat surat kepada Kades Perkebunan Padang Pulau untuk dimohonkan pergantian kepala Dusun yang sudah tidak aktif dan dilakukan perekrutan kembali sesuai dengan undang-undang dan aturan yang ada,” tutupnya.

Di tempat terpisah, Mantan Kepala desa Perkebunan Padang Pulau, Bicar Manik menjelaskan kepada para wartawan, terkait kepala Dusun ll Desa Perkebunan Padang Pulau yang atas nama Riski Saputra itu emang selama ini tidak berada di Desa itu apalagi oknum Kepala Desa sudah melanggar aturan Desa

“Selama enam bulan berturut-turut seseorang perangkat desa tidak masuk makanya dia harus diberhentikan, Setelah itu harus dilakukan penjaringan penggantinya, bukan asal angkat saja oleh Kades,” tutur Manik.

Selain itu, tambah Bicar Manik selaku tokoh Kecamatan Bandar Pulau mengatakan selama ini untuk menentukan atau untuk menukar perangkat Desa atau Kadus itu dilakukan Kades dengan sesuka hatinya saja tanpa menghiraukan peraturan yang ada.

“BPD itu saja enggak ada mereka itu dilakukan pemilihan, saya pastikan mereka hanya ditunjuk oknum Kades dengan sesuka hatinya saja, Karena itulah maka setiap kebijakan Kades yang bertentangan dengan keinginan warga tidak ada yang berani menentangnya, walaupun itu BPD, “Ucapnya Bicar Manik

“Sumber lain menyebutkan Pemerintah Desa Perkebunan Padang Pulau itu yang diduga kuat tempat sarang Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN), karena yang menduduki jabatan Bendahara Desa adalah anak kandung Kepala Desa dsn Ketua BPD juga abang kandung Kades, “Pungkasnya

 

(Hariyanto Simanjuntak)

Editor : Redaksi

www.liputanmetrosumut.com 

Berita Terkait

Puluhan Masyarakat Desa Pulau Rakyat Tua Meminta Panitia Pilkades Cabut Berkas Tiga Calon Yang Dari ASN Batubara.
Laporan Dugaan Pengeroyokan Jalan di Tempat? Korban Soroti Kinerja Polsek Kisaran Kota
Polres Asahan Gencarkan Razia Tempat Hiburan Malam, Aliansi Pemuda Mahasiswa Asahan Apresiasi Kinerja Polres Asahan 
Aktivis HMI Sumut Apresiasi Kinerja Polres Asahan dalam Ops Antik Toba 2026: Komitmen Berantas Penyakit Masyarakat Dinilai Nyata
Dugaan Praktik Ilegal BBM Subsidi di SPBU 14.212.291 Air Joman: Kebal Hukum?
Arogansi Karyawan SPBU Huta Padang Disorot, Konfirmasi Tera Meter BBM Justru Berujung Kericuhan
Lapor Pak Kapolres Tolong Tutup Pasar Malam Yang Berbau Judi Di Kecamatan Air Batu 
Desa Sei Tualang Pandau Menjadi Sorotan Publik kuat Dugaan Ada Indikasi Korupsi. 
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:54

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Rabat Beton Dana Desa Rp119,6 Juta di Sahkuda Bayu Disorot, Warga Minta Inspektorat Turun Periksa

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:27

MBG Simalungun Disorot! Aslap Mengaku Tak Tahu Kebutuhan Ikan Nila 1.800 Porsi, Yayasan Garuda Harapan Baru Bungkam

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:44

Berikan Rasa Aman Bagi Masyarakat, Polres Binjai Aktifkan Kembali TIM Anti Begal

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:40

dr. Djasamen Saragih, Putra Pertama Simalungun Bergelar Dokter Kini Makamnya Dipugar dan Diresmikan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:35

Tingkatkan Perekonomian Masyarakat: Pemkab Simalungun Sambut Baik Investor di Kawasan Danau Toba

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:24

Sat Reskrim Polres Pematangsiantar Limpahkan 4.800 Bungkus Rokok Ilegal ke Bea Cukai, Dua Terduga Pelaku 

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:21

Residivis Asal Aceh Dibekuk di Siantar, Polisi Sita 9,05 Gram Sabu

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:20

Polsek Siantar Selatan Panen Jagung Bersama Petani Binaan di Jalan Bendungan

Berita Terbaru