Liputanmetrosumut.com || Simalungun – Sumut – Camat Dolok Batu Nanggar, Siti Aminah Siregar, meninjau langsung lokasi banjir yang merendam Jalan Gotong Royong, Huta III, Nagori Kahean, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kamis (10/9/2026).
Banjir tersebut terjadi akibat tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Lokasi banjir berada di Jalan Gotong Royong, Nagori Kahean, yang merupakan wilayah perbatasan antara Kecamatan Dolok Batu Nanggar dan Kecamatan Tapian Dolok.Berdasarkan informasi dari masyarakat, banjir telah menggenangi ruas jalan sejak 8 hingga 9 September 2026.
Genangan air yang cukup tinggi menyebabkan akses jalan tidak dapat dilalui dan aktivitas masyarakat sempat terhenti.Mendengar adanya laporan masyarakat terkait kondisi tersebut, Camat Dolok Batu Nanggar, Siti Aminah Siregar, langsung turun ke lokasi untuk melihat secara langsung kondisi banjir dan dampak yang ditimbulkan.
Dalam kunjungannya, Camat didampingi unsur pemerintah nagori dan masyarakat setempat. Peninjauan dilakukan sebagai langkah awal untuk mengetahui kondisi di lapangan sekaligus mengidentifikasi penyebab terjadinya banjir.
Camat Dolok Batu Nanggar, Siti Aminah Siregar, menyampaikan Pemerintah Kecamatan Dolok Batu Nanggar akan segera menyampaikan hasil peninjauan dan kondisi di lapangan kepada dinas serta instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Simalungun agar dapat ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan masing-masing.
“Hari ini kami turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi banjir yang terjadi di Jalan Gotong Royong, Nagori Kahean. Hasil peninjauan ini akan segera kami sampaikan kepada dinas dan instansi terkait agar dapat dilakukan langkah-langkah penanganan dan tindak lanjut,” ujar Siti Aminah.
Ia juga berharap adanya penanganan segera terhadap permasalahan yang menyebabkan genangan air, sehingga akses jalan dapat kembali normal dan aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu.Sementara itu, Pangulu Nagori Kahean, Sahruddin, yang didampingi Ketua Maujana Nagori Kahean, Saidi, menjelaskan bahwa banjir yang terjadi telah menggenangi ruas Jalan Gotong Royong dengan ketinggian air mencapai lebih dari satu meter.
Kondisi tersebut menyebabkan kendaraan dan masyarakat tidak dapat melintasi jalan tersebut, sehingga aktivitas warga di sekitar lokasi sempat terhenti total.Selain menghambat akses masyarakat, genangan air juga menyebabkan kondisi badan jalan dan lapisan aspal mengalami kerusakan.
“Banjir ini menyebabkan jalan terendam dengan ketinggian air lebih dari satu meter. Akibatnya, jalan tidak dapat dilalui dan aktivitas masyarakat terganggu. Genangan air yang cukup lama juga menyebabkan aspal jalan mengalami kerusakan,” ujar Sahruddin.
Sahruddin berharap Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui dinas terkait dapat segera melakukan penanganan terhadap saluran dan aliran air di sekitar lokasi.Menurutnya, salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah membersihkan sedimentasi yang terdapat di sepanjang aliran irigasi, sehingga aliran air dapat kembali lancar dan tidak meluap ke badan jalan.
Selain itu, pihak Nagori Kahean juga berharap dilakukan penataan dan pengalihan aliran air ke sungai mati atau saluran pembuangan yang tersedia agar dapat mengurangi risiko terjadinya banjir di kawasan tersebut.
“Kami berharap dinas terkait dapat membantu melakukan pembersihan sedimentasi di aliran irigasi serta melakukan penanganan terhadap aliran air agar tidak lagi meluap dan menggenangi Jalan Gotong Royong,” tambah Sahruddin.
Pemerintah Kecamatan Dolok Batu Nanggar akan terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Simalungun dan instansi terkait guna mendorong percepatan penanganan banjir serta pemulihan akses jalan yang terdampak.
Peninjauan ini menjadi bentuk respons Pemerintah Kecamatan Dolok Batu Nanggar terhadap laporan masyarakat sekaligus wujud perhatian pemerintah dalam memastikan kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak dapat segera ditindaklanjuti.
(S.A.R.Siahaan)
Editor : Redaksi


