Dugaan Penyimpangan Dana BOS di SMP Negeri 1 Dolok Batu Nanggar Tuai Sorotan Tajam

- Reporter

Rabu, 1 April 2026 - 12:24

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputanmetrosumut.com   ||  Simalungun –   Dugaan indikasi penyimpangan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMP Negeri 1 Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, menuai sorotan tajam dari pemerhati pendidikan dan publik.

 

Berdasarkan data yang diperoleh awak media, jumlah siswa yang terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) tahun 2025 tercatat sebanyak 866 siswa. Namun, jumlah penerima dana BOS justru tercatat sebanyak 916 siswa. Selisih data ini memunculkan tanda tanya besar dan dugaan adanya ketidaksesuaian dalam pengelolaan anggaran.

 

Awak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Sekolah, Mairelli Brayani Sianturi, baik secara langsung maupun melalui pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan memilih bungkam dan tidak memberikan klarifikasi.

 

Kondisi tersebut semakin memperkuat kecurigaan publik bahwa dana BOS tidak digunakan sebagaimana mestinya. Terlebih, terdapat sejumlah pos anggaran yang dinilai tidak sejalan dengan kondisi fisik bangunan sekolah di lapangan.

 

Dari hasil pantauan dan dokumentasi di lokasi, terlihat beberapa bagian bangunan sekolah mengalami kerusakan. Atap bangunan tampak mengalami kebocoran dengan bekas rembesan air yang menghitam dan berjamur.

 

Dinding luar sekolah terlihat kusam, cat mengelupas, serta dipenuhi noda akibat air hujan. Selain itu, bagian lantai di area tertentu tampak rusak dan tergenang air saat hujan turun. Kondisi ini dinilai tidak mencerminkan adanya pemeliharaan yang optimal, meskipun anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana tercatat cukup besar.

 

Pada tahap pertama tahun 2025, tercatat anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah sebesar Rp52.037.000, sementara pada tahap kedua sebesar Rp40.445.000.

 

Secara keseluruhan, dana BOS tahap kedua tahun 2025 yang diterima sekolah tercatat sebesar Rp501.847.546, dengan rincian antara lain:

 

Pengembangan perpustakaan: Rp177.236.000

 

Kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran: Rp46.350.000

 

Administrasi kegiatan sekolah: Rp136.622.000

 

Langganan daya dan jasa: Rp10.874.546

Pemeliharaan sarana dan prasarana: Rp40.445.000

 

Pembayaran honor: Rp79.840.000

 

Sementara pada tahap pertama tahun 2025, dana yang diterima mencapai Rp503.800.000 dengan total penggunaan Rp484.749.840, meliputi:

 

Pengembangan perpustakaan: Rp182.263.000

 

Administrasi kegiatan sekolah: Rp137.636.000

 

Pemeliharaan sarana dan prasarana: Rp52.037.000

 

Pembayaran honor: Rp91.650.000

 

Dengan total dana yang dikelola mencapai lebih dari Rp1 miliar dalam satu tahun, publik mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana tersebut.

 

Fungsi pengawasan pun turut

dipertanyakan. Peran Inspektorat Kabupaten Simalungun dinilai lemah dalam melakukan pengawasan terhadap penggunaan dana BOS di sekolah tersebut. Selain itu, masyarakat juga mendesak aparat penegak hukum, termasuk Kejaksaan Negeri Simalungun, untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan.

 

Sorotan juga diarahkan kepada Bupati Simalungun, Anton Ahmad Saragih, agar mengambil langkah tegas dalam memastikan pengelolaan dana pendidikan berjalan sesuai aturan dan tidak merugikan negara.

 

Hingga berita ini diturunkan Rabu 01/04/2026, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi. Masyarakat berharap adanya transparansi serta tindakan tegas dari pihak berwenang guna menjaga integritas dunia pendidikan.

(Team)

Berita Terkait

Diduga Limbah PT SAS Mengalir ke Sungai, Warga Sei Suka Desak DLH Batu Bara Bertindak Sebelum Lingkungan Rusak Parah
Diduga Markas Sabu Beroperasi di Asrama Eks 121 Kebun Lada Binjai, Warga Minta APH Bertindak: “Jangan Sampai Kebal Hukum”
Diduga Beroperasi Nyaris Dua Tahun Saat Izin Lingkungan Masih Diproses, Peternakan 6.000 Ekor Babi PT SKP Picu Protes Warga: APH Diminta Turun Tangan
Puncak HUT Bhayangkara ke-80, Kapolres Simalungun Pimpin Upacara Khidmat dengan Dihadiri Bupati dan Forkopimda
Polres Pematangsiantar Amankan Pemilik Ganja 88,14 Gram di Jalan Melanthon Siregar
Polres Asahan Gencarkan Razia Tempat Hiburan Malam, Aliansi Pemuda Mahasiswa Asahan Apresiasi Kinerja Polres Asahan 
Wisata Mangrove Park Batu Bara Diduga Sudah Jadi Ladang Pungli Di Tengah-tengah Masyarakat, “Warga Minta Aparat Tindak Tegas “
Polsek Kuala Berhasil Ungkap Kasus Pencurian dengan Pemberatan, Diduga Pelaku Diamankan
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:16

Selisih Anggaran Rp920 Juta? Proyek Aspal Kampung Lalang–Bandar Khalifah Disorot, Publik Tagih Klarifikasi PUTR

Sabtu, 25 Juli 2026 - 05:01

Jumat Berkah, Polsek Siantar Utara Berikan Bansos Kepada Warga Membutuhkan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 04:59

Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Selatan Sambangi Petani Binaan di Jalan Lingga 

Sabtu, 25 Juli 2026 - 04:58

Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Martoba Bersama 3 Pilar Gotong Royong di Jalan Tambun Timur

Sabtu, 25 Juli 2026 - 04:56

Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Selatan Bersama Petani Binaan Panen Jagung

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:12

Bupati Simalungun Lantik 5 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama: Perkuat Penyelenggaraan Pemerintahan

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:31

Polsek Siantar Timur Cek Laporan Aduan Warga 

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:29

Sat Lantas Polres Pematangsiantar Himbau Supir Angkutan Umum Tertib Berlalulintas 

Berita Terbaru