Zamruddin Sam Terpilih Jadi Pangulu PAW Totap Majawa, Raih 58 Suara: Saatnya Bersatu Membangun Nagori

- Penulis

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Liputanmetrosumut.com  ||  Simalungun – Tanah Jawa –     Kepercayaan mayoritas perwakilan masyarakat mengantarkan Zamruddin Sam, SP, terpilih sebagai Pangulu Pergantian Antarwaktu (PAW) Nagori Totap Majawa, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Senin (26/10/2026).

 

Dalam pemilihan tersebut, Zamruddin meraih 58 suara dari total 81 pemilih. Hasil ini menempatkannya sebagai peraih suara terbanyak sekaligus membawa harapan baru bagi keberlanjutan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Nagori Totap Majawa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Berdasarkan hasil pemungutan suara, calon nomor urut 1 memperoleh 15 suara, calon nomor urut 2, Dani Huni Armansyah Manurung, meraih 8 suara, sedangkan calon nomor urut 3, Zamruddin Sam, SP, unggul dengan 58 suara.

 

Proses pemilihan berlangsung kondusif. Suasana tersebut menjadi gambaran penting bahwa pergantian kepemimpinan di tingkat nagori dapat berjalan melalui mekanisme demokrasi dengan tetap mengedepankan persatuan dan kebersamaan.

 

Terpilihnya Zamruddin bukan sekadar kemenangan dalam sebuah kontestasi, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk menjawab kepercayaan masyarakat. Sebab, ukuran keberhasilan seorang pemimpin bukan hanya terletak pada jumlah suara yang diperoleh, tetapi juga pada kemampuan menghadirkan pelayanan yang adil, pembangunan yang merata, dan perubahan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

 

Zamruddin: Tidak Ada Lagi Sekat Antarkandidat, Saatnya Bersatu

 

Dalam sambutannya, Zamruddin Sam menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh perwakilan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam pemilihan dan memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin Nagori Totap Majawa.

 

Ia juga membuka diri terhadap kritik, saran, dan masukan masyarakat sebagai bagian penting dalam menjalankan roda pemerintahan nagori.

 

“Dalam kesempatan ini, saya menyampaikan terima kasih kepada kita semua yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk memimpin nagori ini. Pesan saya, tolong tegur saya dan ajari saya ke depannya bagaimana kita bersama-sama membangun desa dan masyarakat,” ujarnya.

 

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kepemimpinan bukanlah tentang berdiri paling tinggi, melainkan kesediaan untuk mendengar, belajar, dan bekerja bersama masyarakat.

 

Sikap terbuka terhadap kritik juga menjadi modal penting dalam membangun pemerintahan yang bertanggung jawab. Dengan komunikasi yang baik antara pemimpin dan masyarakat, berbagai persoalan nagori diharapkan dapat diselesaikan melalui musyawarah dan semangat gotong royong.

 

Zamruddin turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengakhiri perbedaan pilihan yang muncul selama proses pemilihan. Menurutnya, seluruh masyarakat memiliki tujuan yang sama, yakni melihat Nagori Totap Majawa berkembang dan menjadi lebih baik.

 

“Kita adalah kemarin, kita adalah hari ini, dan kita adalah selamanya. Jadi, mari kita jalin persatuan untuk membangun nagori ini. Saya juga berharap ke depannya tidak ada lagi cerita tentang perbedaan calon Pangulu. Saya siap menjadi Pangulu bagi seluruh masyarakat Nagori Totap Majawa,” tegasnya.

READ  Pemkab Simalungun Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Potensi Bencana

 

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kontestasi pemilihan memiliki batas waktu, sedangkan persaudaraan dan kepentingan masyarakat harus tetap dijaga.

 

Kemenangan Adalah Amanah, Bukan Sekadar Jabatan

 

Terpilihnya Zamruddin Sam membawa harapan baru bagi masyarakat Nagori Totap Majawa. Namun, harapan tersebut perlu diwujudkan melalui kerja nyata, bukan sekadar janji atau pernyataan saat pemilihan.

 

Masyarakat membutuhkan kepemimpinan yang mampu mendengar aspirasi warga, memberikan pelayanan tanpa diskriminasi, serta memastikan setiap program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan bersama.

 

Keterbukaan dalam pengelolaan anggaran nagori, pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas pelayanan publik, dan penguatan budaya gotong royong juga menjadi bagian penting yang perlu mendapat perhatian dalam menjalankan pemerintahan.

 

Seorang Pangulu bukan hanya pemimpin bagi masyarakat yang memilihnya, melainkan pemimpin bagi seluruh warga tanpa membedakan pilihan, latar belakang, maupun kelompok pendukung.

 

Karena itu, ajakan persatuan yang telah disampaikan Zamruddin diharapkan tidak berhenti sebagai pesan seremonial. Semangat tersebut perlu diwujudkan dalam tindakan nyata, terutama melalui kebijakan yang mengutamakan kepentingan masyarakat luas.

 

Setelah proses pemilihan berakhir, tidak seharusnya ada lagi sekat yang memisahkan masyarakat. Seluruh elemen nagori perlu kembali bergandengan tangan untuk mendukung pembangunan, sekaligus tetap menjalankan fungsi pengawasan agar pemerintahan berjalan secara transparan dan bertanggung jawab.

 

Saatnya Membuktikan Kepercayaan Masyarakat

 

Kini, amanah telah diberikan dan pesan persatuan telah disampaikan. Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa kepercayaan masyarakat benar-benar dapat diterjemahkan menjadi kemajuan Nagori Totap Majawa.

 

Kepemimpinan yang kuat bukanlah kepemimpinan yang menutup diri dari kritik, melainkan kepemimpinan yang berani mendengar suara masyarakat, mengakui kekurangan, dan terus berupaya melakukan perbaikan.

 

Zamruddin Sam memiliki kesempatan untuk menunjukkan bahwa perbedaan pilihan tidak harus menjadi penghalang bagi kemajuan. Sebaliknya, keberagaman pandangan dapat menjadi kekuatan apabila disatukan dalam semangat musyawarah, kebersamaan, dan kepedulian terhadap kepentingan bersama.

 

Sebab, kemenangan sejati seorang Pangulu bukan hanya ketika berhasil memperoleh suara terbanyak, melainkan ketika mampu memperoleh kepercayaan seluruh masyarakat melalui kerja nyata dan pengabdian.

 

Masyarakat Nagori Totap Majawa kini menantikan pembuktian atas amanah tersebut. Harapannya, kepemimpinan Zamruddin Sam mampu memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta membawa nagori menuju masa depan yang lebih maju, adil, dan sejahtera.

 

(RED-01 Siahaan) 

Follow WhatsApp Channel liputanmetrosumut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun: Pengelolaan Keuangan Daerah Tetap Berdasarkan Aturan Berlaku
Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Toba-2026 Digelar di Mapolres Simalungun, Kapolres: Kepatuhan Berlalu Lintas Harus Jadi Budaya
Kapolres Pematangsiantar Turun Langsung Gatur Lalin Pagi di Simpang BRI Jalan Merdeka 
Kapolres Pematangsiantar Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Toba 2026
KRYD Polres Pematangsiantar Untuk Ciptakan Situasi yang Aman dan Kondusif
Polsek Siantar Marihat Laksanakan Patroli KBN di Jalan Bahkora II
Melalui Minggu Kasih, Polres Pematangsiantar Sampaikan Pesan Pesan Kamtibmas di Gereja HKI Martoba 
Bhabinkantibmas Polsek Siantar Utara Hadiri Silaturahmi dan Pelatihan Bilal Mayit YPU Kecamatan Siantar Utara
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:19 WIB

Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun: Pengelolaan Keuangan Daerah Tetap Berdasarkan Aturan Berlaku

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:54 WIB

Zamruddin Sam Terpilih Jadi Pangulu PAW Totap Majawa, Raih 58 Suara: Saatnya Bersatu Membangun Nagori

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:32 WIB

Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Toba-2026 Digelar di Mapolres Simalungun, Kapolres: Kepatuhan Berlalu Lintas Harus Jadi Budaya

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Kapolres Pematangsiantar Turun Langsung Gatur Lalin Pagi di Simpang BRI Jalan Merdeka 

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Kapolres Pematangsiantar Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Toba 2026

Berita Terbaru