Polsek Tanah Jawa Berkolaborasi dengan Tim Inafis Selidiki Kasus Penemuan Mayat di Simalungun

- Reporter

Selasa, 23 September 2025 - 13:41

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputanmetrosumut.com  ||  Simalungun – Polsek Tanah Jawa berkolaborasi dengan Tim Identifikasi (Inafis) Satuan Reserse Kriminal Polres Simalungun melakukan penyelidikan mendalam terkait penemuan mayat yang diduga meninggal tidak wajar. Kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai kematian seorang warga setempat setelah tertangkap mencuri kelapa sawit di perkebunan PTPN IV.

 

Kapolsek Tanah Jawa Kompol Asmon Bufitra S.H, M.H., saat dikonfirmasi pada Selasa, 23 September 2025, sekitar pukul 19.50 WIB, menjelaskan kronologi lengkap kejadian yang telah dicatat dalam Laporan Polisi Nomor LP-A/14/IX/2025/Polsek Tanah Jawa/Polres Simalungun/Polda Sumatera Utara tertanggal 22 September 2025.

 

“Kami menerima laporan dari dua orang saksi pada hari Senin, 22 September 2025, sekitar pukul 09.30 WIB mengenai adanya dugaan kematian tidak wajar,” ujar Kompol Asmon Bufitra. Korban yang teridentifikasi bernama Boni Marantika, laki-laki berusia 41 tahun, berprofesi sebagai wiraswasta dan beralamat di Huta Korem Dalam Nagori Mekar Bahalat, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun.

 

Pelapor pertama, Suparjo (46 tahun, petani), bersama Muhammad Pratama (25 tahun, belum bekerja), keduanya warga setempat, datang ke Polsek Tanah Jawa melaporkan temuan mayat yang mencurigakan. “Kedua saksi ini yang pertama kali melaporkan adanya dugaan kematian tidak wajar pada korban,” ungkap Kapolsek Tanah Jawa.

 

Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan, kejadian bermula pada Senin, 22 September 2025, sekitar pukul 17.00 WIB di lokasi Huta Korem Dalam Nagori Mekar Bahalat. Korban bersama dua rekannya, Muhammad Pratama dan Arman Dani, diduga melakukan pencurian buah kelapa sawit di area perkebunan PTPN IV Unit Kebun Bah Jambi.

“Menurut keterangan saksi Muhammad Pratama, ketika mereka tertangkap oleh pihak keamanan perkebunan, dia dan Arman Dani berhasil melarikan diri, namun korban tertangkap,” jelas Kompol Asmon Bufitra menjelaskan kronologi penangkapan tersebut.

 

Kondisi yang mengundang kecurigaan terjadi selanjutnya. Pihak keluarga korban mendapat informasi dari petugas keamanan perkebunan bahwa korban mengalami sakit dan harus segera dibawa ke rumah sakit. Namun, setibanya di Rumah Sakit Tiara, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

 

“Merasa ada yang tidak wajar dengan kematian korban, pihak keluarga meminta dilakukan visum et repertum terhadap jenazah korban di Rumah Sakit dr. Djasamen Saragih,” ucap Kapolsek dengan nada serius. Permintaan visum ini menunjukkan adanya keraguan keluarga terhadap penyebab kematian korban.

 

Merespons laporan tersebut, Kepala Unit Reserse Kriminal Iptu Fritsel Sitohang S.H, M.H., bersama personil Polsek Tanah Jawa dan Tim Inafis Polres Simalungun segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim penyelidik yang terdiri dari Iptu Fritsel Sitohang S.H, M.H., Aipda Roy Siregar, Aipda Sujid (Inafis Polres Simalungun), dan Bripka Virman Tampubolon melakukan serangkaian tindakan investigasi profesional.

 

“Tim kami telah melakukan olah TKP, menginterogasi saksi-saksi, membuat permintaan Visum Et Repertum mayat, dan berkoordinasi dengan pihak Rumah Sakit dr. Djasamen Saragih,” ungkap Kompol Asmon Bufitra mengenai langkah-langkah penyelidikan yang telah dilakukan.

 

Dalam penyelidikan ini, tidak ditemukan barang bukti fisik di lokasi kejadian. Namun, kesaksian dari kedua pelapor menjadi kunci penting dalam mengungkap kronologi kejadian. Tim juga telah melaporkan perkembangan kasus ini kepada pimpinan untuk mendapat arahan lebih lanjut.

 

Kasus yang awalnya dilaporkan sebagai penemuan mayat non pidana ini kini berkembang menjadi penyelidikan yang lebih mendalam mengingat adanya dugaan kematian tidak wajar. Polsek Tanah Jawa berkomitmen untuk mengungkap kebenaran demi memberikan keadilan bagi korban dan keluarga yang ditinggalkan.

 

“Kami akan terus melakukan penyelidikan secara profesional dan transparan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” tegaskan Kapolsek Tanah Jawa mengakhiri keterangannya. Hasil visum yang akan keluar nantinya diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab pasti kematian korban.

(S.A.Ricardo.Siahaan)

Editor : Redaksi

www.liputanmetrosumut.com 

Berita Terkait

Tingkatkan Perekonomian Masyarakat: Pemkab Simalungun Sambut Baik Investor di Kawasan Danau Toba
Tak Kenal Batas Wilayah, Tim Jatanras Polres Simalungun Bersama Polsek Gunung Malela Buru Pelaku Curas hingga Provinsi Riau dan Berhasil Bekuk Tersangka
Sinergi Solid Polsek Jorlang Hataran, Jatanras dan Inafis Polres Simalungun Ungkap Kronologi Musibah Anak Tertimpa Kayu Broti
Sat Reskrim Polres Simalungun Turun Olah TKP dan Sapaikan Himbauan Pasca Peristiwa Balita 4 Tahun Tewas Tertimpa Kayu Broti dari Mobil Pick Up
Reaksi Cepat Polsek Dolok Batu Nanggar, Motor Curian Ditemukan di Kebun Sawit, Dua Bersaudara Diringkus
Hingga Dini Hari, Kabag Log Polres Simalungun Pimpin Standby Gabungan 39 Personel Amankan Malam Minggu
Reaksi Cepat Polsek Dolok Batu Nanggar Tangani Penemuan Mayat Penumpang Bus di Pintu Tol Sinaksak
Polres Simalungun Ajak Masyarakat Kibarkan Merah Putih Serentak Sepanjang Agustus 2026
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:22

Pemkab Simalungun Terus Bergerak Pulihkan Fasilitas Umum di Serbelawan Pasca Banjir

Kamis, 6 Agustus 2026 - 07:33

Tinjut Laporan CC 110, Polsek Siantar Barat Cek TKP Dugaan KDRT di Gang Swadaya

Kamis, 6 Agustus 2026 - 07:31

Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Martoba Bantu Bawa Warga ke Pusat Rehabilitasi 

Kamis, 6 Agustus 2026 - 07:29

Kapolsek Siantar Utara Bagikan Sembako dan Bendera Merah Putih kepada Warga Sambut HUT Kemerdekaan RI ke 81

Kamis, 6 Agustus 2026 - 07:27

Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Marihat Sambang dan Monitoring Lahan Jagung Petani Binaan 

Kamis, 6 Agustus 2026 - 07:02

Miris! Kantor Pangulu Diduga Berubah Jadi “Mess” Pekerja, Jam Kerja Sepi, Pelayanan Publik Dipertanyakan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:35

Polres Pematangsiantar Kembali Torehkan Prestasi, Satresnarkoba Ungkap Kasus Peredaran Ekstasi ,18 Butir Pil Diamankan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:29

Berawal dari Informasi Warga, Polres Pematangsiantar Ringkus Mahasiswa Pembawa 10 Butir Ekstasi

Berita Terbaru