Temuan Bangkai Satwa Liar di Kelurahan Girsang: BKSDA dan Camat Tegaskan Bukan Harimau Sumatra, Melainkan Macan Akar

- Penulis

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:19 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Liputanmetrosumut.com   ||  Simalungun – Parapat –       Masyarakat Kelurahan Girsang, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, sempat dihebohkan dengan temuan bangkai seekor satwa liar yang diduga merupakan Harimau Sumatra (HS) pada Minggu, 25 Januari 2026 lalu.

 

Informasi tentang temuan tersebut menyebar dengan cepat di kalangan masyarakat dan media sosial, sehingga menimbulkan kekhawatiran yang meluas di tengah warga Kecamatan Girsang Sipangan Bolon.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk menentukan kebenaran informasi yang viral, Camat Girsang Sipangan Bolon, Victor Sijabat, bersama Kapolsek Parapat, AKP Mantho Pandiangan, SH, dan Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Utara, langsung turun lapangan melakukan pengecekan di lokasi temuan sejak Senin hingga Selasa (26-27 Januari 2026).

 

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, termasuk pencarian jejak kaki yang bisa menunjukkan keberadaan Harimau Sumatra di sekitar lokasi.

 

Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II Pematangsiantar, Elvina Rosinta Dewi Simanjuntak, S.Hut. M.I.L, menyampaikan hasil identifikasi yang jelas: bangkai satwa yang ditemukan bukanlah Harimau Sumatra, melainkan macan akar.

 

Menurutnya, kepastian ini diperoleh melalui pemeriksaan langsung terhadap ciri fisik, ukuran tubuh, dan pola bulu satwa tersebut, yang secara jelas berbeda dengan harimau. Selain itu, tim BKSDA juga tidak menemukan jejak kaki Harimau Sumatra dalam radius 500 meter lokasi penemuan.

Elvina menjelaskan bahwa meskipun macan akar juga merupakan satwa liar yang dilindungi dan menghuni kawasan hutan, ukurannya lebih kecil dan tidak seberbahaya Harimau Sumatra.

 

Oleh karena itu, Elvina menghimbau masyarakat untuk tidak panik secara berlebihan. Dia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kelestarian satwa, dengan meminta agar tidak melakukan perburuan dan segera melapor kepada pihak berwenang jika menemukan jejak-jejak Harimau Sumatra.

READ  Wakil Bupati Simalungun Turun Langsung Tanggapi Aduan Warga di Media Sosial

 

Sebagai dukungan, Kapolsek Parapat, AKP Mantho Pandiangan, menyatakan bahwa dari hasil penyisiran bersama masyarakat di sekitar lokasi, tidak ditemukan jejak kaki Harimau Sumatra. Namun, untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat, pihak kepolisian akan tetap berkomunikasi dengan BKSDA untuk melakukan pencarian ke tahap berikutnya.

 

Sementara itu, Camat Viktor Sijabat juga menegaskan kembali hasil identifikasi BKSDA, bahwa bangkai satwa tersebut adalah macan akar yang lebih kecil dari Harimau Sumatra.

 

Victor juga menjelaskan bahwa pihak kecamatan, kepolisian, dan BKSDA telah melakukan pertemuan dan pencarian jejak secara bersama-sama, namun tidak menemukan tanda-tanda keberadaan Harimau Sumatra.

 

Akhirnya, Camat menghimbau masyarakat untuk beraktivitas seperti biasa (dengan memperhatikan jam-jam tertentu) dan segera berkoordinasi dengan pihak berwenang jika menemukan bukti yang mendukung keberadaan Harimau Sumatra.

(S.A.Ricardo.Siahaan)

Editor : Redaksi

www.liputanmetrosumut.com 

Follow WhatsApp Channel liputanmetrosumut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RESPONS CEPAT LAPORAN WARGA, CAMAT DOLOK BATU NANGGAR PASANG LAMPU JALAN DI SIMPANG DOLOK MERANGIR–SERBELAWAN
Tingkatkan Konektivitas dan Ekonomi Masyarakat, Pemkab Simalungun Tinjau Pengaspalan Jalan Simpang Hatonduhan – Tangga Batu
Pemkab Simalungun Lakukan Sosialisasi dan Penertiban Penataan Pedagang di Kota Perdagangan
Proyek Irigasi Raja Maligas Rp9,14 Miliar Disorot! Komisi D DPRD Sumut Turun Tangan, Dugaan Pondasi 30 Cm Jadi Perhatian
BPKP Perwakilan Prov. Sumut Gelar Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa Tahun 2026 di Kabupaten Simalungun
Pastikan Bansos Tepat Sasaran, Camat Dolok Batu Nanggar Ikuti Verifikasi DTSEN 2026y Sekaligus Salurkan Bantuan Sembako kepada Warga Membutuhkan
Lantik 15 Pangulu dan 93 Anggota Maujana Nagori, Bupati Simalungun Ajak Bangun Sinergi Nyata untuk Kemajuan Nagori
Kebun Negara Tak Terurus? Afdeling V Tinjowan Disorot, PTPN IV Regional II Jangan Tutup Mata!
Berita ini 23 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 00:01 WIB

RESPONS CEPAT LAPORAN WARGA, CAMAT DOLOK BATU NANGGAR PASANG LAMPU JALAN DI SIMPANG DOLOK MERANGIR–SERBELAWAN

Jumat, 6 November 2026 - 13:20 WIB

Tingkatkan Konektivitas dan Ekonomi Masyarakat, Pemkab Simalungun Tinjau Pengaspalan Jalan Simpang Hatonduhan – Tangga Batu

Jumat, 6 November 2026 - 13:17 WIB

Pemkab Simalungun Lakukan Sosialisasi dan Penertiban Penataan Pedagang di Kota Perdagangan

Kamis, 5 November 2026 - 14:03 WIB

Proyek Irigasi Raja Maligas Rp9,14 Miliar Disorot! Komisi D DPRD Sumut Turun Tangan, Dugaan Pondasi 30 Cm Jadi Perhatian

Kamis, 5 November 2026 - 12:18 WIB

BPKP Perwakilan Prov. Sumut Gelar Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa Tahun 2026 di Kabupaten Simalungun

Berita Terbaru