Puluhan Debt Collector ACC Finance Rantauprapat Mengeroyok Insan Pers

- Penulis

Senin, 22 September 2025 - 01:31 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Liputanmetrosumut.com   ||  Labuhan Batu –   Aksi arogansi dan main hakim sendiri kembali dipertontonkan oleh oknum debt collector atau yang dikenal dengan sebutan Mata Elang dari salah satu perusahaan pembiayaan ACC. Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, tampak beberapa pria diduga debt collector bersitegang hingga terjadi tindak kekerasan.

 

Informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi ketika wartawan mencoba mencegah aksi penyitaan kendaraan yang diduga dilakukan tanpa prosedur hukum yang sah. Bukannya menghentikan aksinya, oknum Mata Elang justru melakukan penganiayaan terhadap wartawan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Tindakan ini sontak menuai kecaman dari berbagai pihak. Pasalnya, praktik penyitaan barang jaminan fidusia tidak dapat dilakukan sembarangan. Berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XVII/2019, eksekusi jaminan fidusia wajib melalui mekanisme pengadilan apabila debitur menolak menyerahkan barang.

Pihak leasing tidak bisa menarik paksa kendaraan debitur karena wanprestasi atau macet cicilan, kecuali jika telah ada kesepakatan sukarela antara kedua belah pihak atau melalui penetapan pengadilan sesuai dengan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 18/PUU-XVII/2019. Penarikan paksa oleh debitur dapat dikategorikan sebagai tindak pidana dan pelanggaran terhadap hak konsumen, serta dapat berujung pada sanksi hukum dan administrasi bagi perusahaan leasing.

 

“Ini jelas melanggar aturan. Debt collector tidak punya wewenang untuk melakukan kekerasan atau main hakim sendiri. Kalau ada masalah kredit macet, harusnya diselesaikan sesuai prosedur hukum,” ujar salah satu pemerhati hukum di Labuhanbatu.

 

Sejumlah pihak mendesak agar kepolisian segera menindak tegas para oknum leasing atau kerab di sebut debt collector yang telah melakukan tindakan di luar batas kewenangan. Selain itu, peran perusahaan pembiayaan juga dipertanyakan karena dianggap membiarkan tindakan premanisme berkedok penagihan utang.

READ  Temu Kangen Tokoh Pemuda Bersama Asisten 1 Labuhanbatu Utara Bapak H.Marwan syah SH

 

Selepas dari pengeroyokan yang di lakukan para oknum leasing ACC Finance Rantauprapat insan pers segera menelepon 110 untuk meminta bantuan agar di jemput dari tempat pengeroyokan dan langsung melakukan pelaporan ke Polres Labuhanbatu.

 

Kasus ini sudah di tangani Polres Labuhanbatu dengan nomor : STPL ( Surat Tanda Penerimaan Laporan) dengan nomor : LP /B/1137/IX/2025/SPKT/POLRES LABUHANBATU/POLDA SUMATERA UTARA.

Adapun korban Pengeroyokan yang di lakukan oleh oknum leasing ACC Finance atau Debt collector antara lain Andi Putra Jaya Zandroto Satgasus Mitramabesnews.id dan Ahmad Idris Rambe Pimpinan Redaksi Radarkriminaltv.com yang terjadi di depan kantor Astra Credit Companies Jl. Sisingamangaraja, Labuhanbatu, Sumatera Utara.

 

Pemukulan terhadap wartawan dapat dikenai sanksi pidana berdasarkan Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang menjatuhkan hukuman penjara maksimal 2 tahun atau denda Rp 500 juta bagi siapa saja yang menghambat atau menghalangi kerja jurnalistik. Selain itu, Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) mengatur tentang tindakan pengeroyokan, yaitu tindak pidana yang dilakukan oleh pelaku yang secara bersama-sama dan terang-terangan menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang. Pelaku yang terbukti melakukan tindak pidana ini dapat diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan, sesuai dengan Pasal 170 ayat (1) KUHP.

(M.Kus.Arfandi.S)

Editor : Redaksi

www.liputanmetrosumut.com 

Follow WhatsApp Channel liputanmetrosumut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Angota DPRD Provinsi Reses Di Labuhanbatu.Agenda,Pelaksanaan Kegiatan Sosalisasi Peraturan Perundang -udangan Tentang Raperda ” Sistim Kesehatan Provinsi Sumatera Utara.”
SPBUN Kebun Rantauprapat Sabet Juara Umum HUT SPBUN Ke 28 Tahun 2026
Warga Desak Kapolres Labuhanbatu Bertindak Tegas, Terduga Bandar Sabu di Kualuh Hilir Disebut Belum Tersentuh Hukum
Bendera Merah Putih Berkibar Robek dan Kusam Di SMK Negeri 2 Rantau Utara, Publik Pertanyakan Kepedulian Sekolah Terhadap Simbol Negara
Peringati Hari Bumi Sedunia 2026 ,Manajemen PTPN IV Regional I Kebun Rantauprapat Gelar Aksi “One Men One Tree
H.Romario Simangunsong S.IP.M.IP Adakan Catur Gembira Menyambut Bulan Suci Ramadhon
Temu Kangen Tokoh Pemuda Bersama Asisten 1 Labuhanbatu Utara Bapak H.Marwan syah SH
Tolak Peredaran Narkoba,Warga Bina Insan Pasang Sepanduk ” Selamat Datang Di Kampung Bebas ber Narkoba”
Berita ini 57 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 22:31 WIB

Angota DPRD Provinsi Reses Di Labuhanbatu.Agenda,Pelaksanaan Kegiatan Sosalisasi Peraturan Perundang -udangan Tentang Raperda ” Sistim Kesehatan Provinsi Sumatera Utara.”

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:00 WIB

SPBUN Kebun Rantauprapat Sabet Juara Umum HUT SPBUN Ke 28 Tahun 2026

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:22 WIB

Warga Desak Kapolres Labuhanbatu Bertindak Tegas, Terduga Bandar Sabu di Kualuh Hilir Disebut Belum Tersentuh Hukum

Senin, 25 Mei 2026 - 03:03 WIB

Bendera Merah Putih Berkibar Robek dan Kusam Di SMK Negeri 2 Rantau Utara, Publik Pertanyakan Kepedulian Sekolah Terhadap Simbol Negara

Selasa, 19 Mei 2026 - 03:31 WIB

Peringati Hari Bumi Sedunia 2026 ,Manajemen PTPN IV Regional I Kebun Rantauprapat Gelar Aksi “One Men One Tree

Berita Terbaru