Liputanmetrosumut.com || Simalungun – Sumut – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun terus berupaya menjaga stabilitas harga pangan sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dishanpangkan), Pemkab Simalungun telah melaksanakan Gerakan Pangan Murah di sejumlah kecamatan. Kegiatan ini bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, baik di tingkat produsen maupun konsumen, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan berkualitas dengan harga wajar, program ini juga membuka akses pasar bagi produsen pangan sekaligus menjaga agar kebutuhan pokok tetap tersedia dan terjangkau.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Simalungun, Pardomuan A. Sijabat, SP, MSi, menjelaskan di Pematang Raya, Kamis (15/10/2026), bahwa pelaksanaan GPM dilakukan melalui kolaborasi lintas instansi.
Program tersebut juga mengacu pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 500/4825/SJ tentang Penggunaan Belanja Tidak Terduga dalam Rangka Pengendalian Inflasi Daerah.

“Gerakan Pangan Murah ini merupakan upaya Pemkab Simalungun dalam mengendalikan inflasi, menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga, serta meningkatkan daya beli masyarakat,” ujar Pardomuan.
Disambut Antusias, Warga Serbu Bahan Pangan Murah
Pelaksanaan GPM mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Warga terlihat mengantre untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok yang dijual dengan harga di bawah harga pasaran.

Sejumlah komoditas yang disediakan dalam kegiatan tersebut antara lain:
Beras SPHP ukuran 5 kilogram seharga Rp58.000.
Minyak Kita ukuran 1 liter seharga Rp15.500.
Minyak Fortune ukuran 800 mililiter seharga Rp16.500.
Gula pasir 1 kilogram seharga Rp18.000.
Tepung terigu Tulip 1 kilogram seharga Rp9.000.
Telur ayam ras per papan seharga Rp47.000–Rp53.000.
Cabai merah keriting per kilogram seharga Rp52.000.
Cabai rawit hijau per kilogram seharga Rp52.000.
Bawang merah per kilogram seharga Rp22.000.
Ketersediaan sejumlah komoditas tersebut didukung melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Beras dan minyak goreng disalurkan dengan dukungan Perum Bulog.

Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan cabai dan bawang, Dishanpangkan bekerja sama dengan Dinas Pertanian melalui Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Kolaborasi ini diharapkan mampu memperpendek rantai distribusi sehingga pasokan pangan dari produsen dapat menjangkau masyarakat dengan lebih baik.
GPM Jangkau 23 Kecamatan, Ribuan Kilogram Pangan Disalurkan
Komitmen Pemkab Simalungun dalam menjaga keterjangkauan harga pangan juga terlihat dari pelaksanaan GPM yang didukung melalui APBD Kabupaten Simalungun Tahun Anggaran 2026 dan Bank Indonesia.
Pada periode akhir Agustus hingga akhir September 2026, kegiatan GPM telah dilaksanakan di delapan kecamatan dengan penyaluran berbagai komoditas pangan, meliputi:

Beras sebanyak 34.755 kilogram.
Gula pasir sebanyak 1.950 kilogram.
Minyak Kita sebanyak 12.000 liter.
Minyak Fortune sebanyak 3.417 liter.
Tepung terigu Tulip sebanyak 450 kilogram.
Telur ayam ras sebanyak 790 papan.

Sebelumnya, pada periode Februari hingga Agustus 2026, GPM juga telah dilaksanakan di 15 kecamatan dengan jumlah penyaluran yang cukup besar.
Adapun komoditas yang disalurkan pada periode tersebut meliputi beras sebanyak 55.125 kilogram, gula pasir 6.848 kilogram, Minyak Kita 11.268 liter, Minyak Fortune 12.612 liter, tepung terigu Tulip 1.750 kilogram, serta telur ayam ras sebanyak 1.290 papan.

Pelaksanaan GPM di berbagai kecamatan ini menunjukkan upaya pemerintah daerah dalam memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
Berharap Berkelanjutan, Pasokan Pangan Harus Tetap Terjaga
Pardomuan berharap program Gerakan Pangan Murah dapat terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Simalungun, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah dinamika harga pangan.
Menurutnya, keterjangkauan harga dan ketersediaan komoditas pangan menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah.

“Ke depannya, kegiatan ini diharapkan dapat berjalan berkelanjutan. Namun, yang paling utama adalah memastikan ketersediaan komoditas pangan kita tetap terjaga,” pungkas Pardomuan.
Melalui program ini, Pemkab Simalungun berharap masyarakat semakin mudah memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar. Di sisi lain, kolaborasi antara pemerintah daerah, Bulog, Bank Indonesia, serta kelompok tani diharapkan terus memperkuat stabilitas pasokan dan harga pangan di Kabupaten Simalungun.
(ADVENTORIAL Pemkab Simalungun)
















Komentar