Liputanmetrosumut.com || Samosir – Seragam kepolisian menjadi simbol tanggung jawab dan pengabdian kepada masyarakat. Namun, di balik seragam tersebut, karakter pribadi tetap menjadi bagian penting yang menentukan bagaimana seseorang membangun hubungan dengan lingkungan sekitarnya. Sikap ramah, rendah hati, dan mampu menghargai siapa saja merupakan nilai yang membuat hubungan antarmanusia terasa lebih dekat. Hal inilah yang menjadi sisi menarik untuk diangkat dari sosok IPDA Darmono Samosir, S.H., anggota Polres Samosir, Polda Sumatera Utara.
Pribadi yang humble tidak menjadikan pangkat maupun jabatan sebagai alasan untuk membatasi pergaulan. Sebaliknya, kerendahan hati tercermin melalui cara seseorang berbicara, menghargai pendapat, serta menempatkan diri ketika berhadapan dengan orang lain. Dalam kehidupan sosial, sikap seperti ini dapat menciptakan suasana yang nyaman dan memperkuat hubungan tanpa harus mempersoalkan perbedaan kedudukan. Nilai tersebut juga relevan bagi seorang anggota Polri yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kedekatan dengan berbagai kalangan bukan semata-mata tentang seberapa banyak orang yang dikenal, melainkan bagaimana hubungan tersebut dijaga dengan rasa hormat dan komunikasi yang baik. Masyarakat berasal dari latar belakang yang beragam, dengan karakter dan persoalan yang tidak selalu sama. Karena itu, pendekatan humanis menjadi penting agar komunikasi dapat berlangsung secara terbuka. Sikap santun, kesediaan mendengarkan, dan kemampuan memahami sudut pandang orang lain merupakan bagian dari nilai kemanusiaan yang patut dijaga dalam setiap interaksi.
Dalam perjalanan kariernya, Darmono telah menjalankan berbagai tugas di lingkungan kepolisian. Ia pernah bertugas di Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Samosir, termasuk sebagai Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter), Kanit Pidum, dan Kanit Identifikasi 2 Satreskrim. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya dalam mendukung tugas penegakan hukum. Bidang reserse sendiri menuntut ketelitian, kedisiplinan, serta komitmen untuk bekerja sesuai prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku.
Selain itu, Darmono juga pernah mengemban tugas sebagai Ps. Kasi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Samosir pada periode 2024–2025 serta menjalankan tugas sebagai Perwira Pengawas (Pawas). Berdasarkan informasi penugasan yang tersedia, ia juga tercatat menjabat sebagai Kepala Urusan Pembinaan Operasional (KBO) Satreskrim Polres Samosir. Berbagai tanggung jawab tersebut membutuhkan kemampuan berkoordinasi, kecermatan dalam bekerja, serta komitmen terhadap aturan dan etika profesi. Setiap penugasan menjadi bagian dari tanggung jawab yang harus dijalankan dengan profesionalitas dan integritas.
Di tengah tuntutan pekerjaan yang tidak ringan, sisi humanis tetap memiliki tempat penting dalam kehidupan seorang anggota kepolisian. Ketegasan dalam menjalankan aturan tidak harus menghilangkan keramahan, begitu pula kewibawaan tidak harus menciptakan jarak dengan masyarakat. Justru, kemampuan memadukan ketegasan dan kesantunan dapat membantu membangun komunikasi yang lebih baik. Polisi yang menghormati masyarakat dan menjalankan tugas secara profesional diharapkan mampu menghadirkan rasa aman sekaligus menumbuhkan kepercayaan publik.
Nilai keteladanan juga tidak selalu ditentukan oleh jabatan yang tinggi atau pencapaian yang mendapat perhatian luas. Sering kali, karakter seseorang terlihat melalui konsistensinya dalam menjaga sikap, menghormati orang lain, dan menjalankan tanggung jawab. Kerendahan hati menjadi pengingat bahwa setiap orang layak diperlakukan dengan baik, tanpa memandang latar belakang maupun status sosialnya. Bagi anggota Polri, nilai tersebut sejalan dengan semangat pelayanan yang mengutamakan kepentingan masyarakat serta menjunjung tinggi martabat manusia.
Pada akhirnya, sosok IPDA Darmono Samosir, S.H., menjadi pengingat akan pentingnya keseimbangan antara profesionalitas dan kemanusiaan dalam menjalankan tugas kepolisian. Keramahan, sikap bersahaja, dan kemampuan menjalin hubungan baik dengan berbagai kalangan merupakan nilai positif yang patut terus dipelihara. Pengabdian seorang polisi bukan hanya tentang menjaga keamanan dan menegakkan hukum, tetapi juga tentang bagaimana amanah dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Sebab, kepercayaan masyarakat akan semakin kuat ketika kewibawaan institusi berjalan beriringan dengan sikap yang santun, terbuka, dan menghargai sesama.
(Team/Red)
















Komentar