Ikuti FGD Percepatan Pengembangan KEK Danau Toba, Bupati Simalungun Gali Strategi Pariwisata di Gianyar, Bali

- Penulis

Selasa, 12 Mei 2026 - 03:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Liputanmetrosumut.com  ||   Bali –    Dalam upaya mempercepat pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Danau Toba, Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) strategis yang digagas oleh Bank Indonesia.

 

Kegiatan ini berlangsung di Kantor Bupati Gianyar, Bali, Senin (11/5/2026), menjadi momen berharga untuk menimba ilmu dan menggali strategi pengelolaan pariwisata yang sukses diterapkan di daerah tujuan wisata dunia tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Pertemuan tingkat tinggi ini turut dihadiri oleh para kepala daerah yang wilayahnya termasuk dalam kawasan Danau Toba, perwakilan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, serta tim ahli dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Hadir pula Wakil Bupati Kabupaten Gianyar, Anak Agung Gede Mayun, jajaran pimpinan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, menjadikan forum ini sebagai wadah pertukaran wawasan yang sangat komprehensif.

 

Kabupaten Gianyar dikenal luas sebagai salah satu pusat pariwisata berbasis budaya paling sukses di Indonesia. Di tangan pemerintah daerah setempat, pariwisata tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga penggerak ekonomi yang kuat dengan pertumbuhan mencapai 5,58%, serta mampu menjaga stabilitas harga dengan angka inflasi yang sangat terjaga di kisaran 2,08%.

 

Keberhasilan ini, sebagaimana dibahas dalam forum, berakar dari penerapan sistem “Orkestrasi Lintas Sektor” yang sangat disiplin. Di sana, seluruh dinas dan instansi bekerja bersinergi tanpa sekat, menyatukan visi dan langkah demi mendukung kemajuan sektor pariwisata secara utuh.

 

Pihak otoritas perbankan dalam kesempatan ini juga menekankan peran penting transformasi digital dalam memperkuat ekonomi masyarakat. Penerapan sistem pembayaran dengan QRIS disebut sebagai salah satu kunci keberhasilan, yang memastikan aliran uang dari para wisatawan dapat berputar secara langsung, aman, transparan, dan tepat sasaran ke tangan para pelaku usaha lokal, pedagang kecil, hingga pengrajin di wilayah tersebut.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut ke sesi paparan teknis yang digelar di Hotel Royal Pitamaha, menghadirkan narasumber utama Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, atau yang akrab disapa Prof. Cok Ace.

 

Prof. Cok Ace. adalah pakar arsitektur sekaligus Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, yang membagikan pemikiran mendalam mengenai konsep “Local Value Chain” atau rantai nilai lokal.

 

Dalam pemaparannya, Prof. Cok Ace menegaskan bahwa pariwisata harus berfungsi sebagai “jembatan rezeki” yang nyata bagi seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya dinikmati segelintir pihak saja. Konsep ini mengaitkan seluruh aspek kehidupan warga dengan ekosistem pariwisata.

 

Di sektor pertanian, misalnya, pihak pengelola hotel dan industri jasa wajib menyerap hasil bumi yang diproduksi oleh petani setempat. Di sektor perdagangan dan industri, produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta karya kerajinan tangan warga harus dijadikan bagian dari fasilitas dan suvenir yang ditawarkan di tempat wisata maupun akomodasi.

READ  Sat Lantas Polres Pematangsiantar Laksanakan BLP Guna Memelihara Kamtibmas dan Kamseltibcar Lantas

 

Sementara itu, di sektor pendidikan, generasi muda harus dipersiapkan dengan penguatan karakter, agar tumbuh menjadi tuan rumah yang cerdas, kreatif, dan memiliki rasa bangga yang tinggi terhadap jati diri budayanya sendiri.

 

“Pariwisata adalah sebuah ekosistem yang saling mengikat satu sama lain. Jika pendidikan karakter masyarakat kuat, dan sektor produksi rakyat seperti pertanian serta kerajinan berjalan dengan baik, maka pariwisata akan tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan,” tegas Prof. Cok Ace.

 

Selanjutnya Prof. Cok. Ace juga memberikan pesan khusus agar pembangunan di kawasan Danau Toba nantinya tetap menjunjung tinggi ciri khas arsitektur asli Simalungun, sehingga memiliki identitas visual yang unik dan tidak dimiliki oleh daerah lain di dunia.

 

Menutup rangkaian kegiatan yang penuh wawasan ini, Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, menyampaikan pandangan kunci terkait arah pengembangan pariwisata di wilayahnya ke depan. Bupati menegaskan bahwa kekuatan kolaborasi menjadi syarat mutlak, di mana kekayaan budaya dan potensi ekonomi harus berjalan beriringan dan saling menguatkan.

 

Lebih jauh, Bupati Anton menggarisbawahi bahwa antusiasme masyarakat, budaya senyum yang tulus, serta pelayanan yang memberikan kesan mendalam dan bermakna adalah energi utama yang wajib dibangun dan dijaga terus-menerus.

 

“Ini adalah tugas kita bersama untuk membangun pariwisata yang memiliki ruh, dengan tetap memegang teguh prinsip kerja BerAKHLAK. Kami berkomitmen untuk segera mewujudkan kerja sama nyata yang memastikan dapur masyarakat kita terus mengepul. Ke depannya, hotel-hotel dan destinasi wisata di Danau Toba harus menjadi pasar utama bagi hasil bumi petani, buah pekebun, hingga karya indah para pengrajin yang tinggal di nagori-nagori kita,” pungkas Bupati Anton Achmad Saragih dengan penuh harap.

 

Dengan dukungan kuat dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Bank Indonesia, dan BRIN, diharapkan pengembangan pariwisata Danau Toba tidak hanya menjadi destinasi wisata kelas dunia, tetapi juga mampu mengangkat taraf hidup seluruh masyarakat setempat, seraya menjaga kelestarian warisan budaya dan alam yang menjadi kebanggaan bersama.

 

Turut mendampingi Bupati Simalungun dalam FGD ini sejumlah pejabat daerah, antara lain Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Rinton Damanik, Plt. Kepala Bapperida Alpian Denri Saragih, Kepala Dinas Pariwisata Franky Fernandus Purba, Kepala Dinas Pertanian Jenri Saragih, Kepala Dinas Perindag Eva Tambunan, serta Kepala Dinas Pendidikan Frits Ueki Damanik.

(S.A.Ricardo.Siahaan)

Editor : Redaksi

www.liputanmetrosumut.com 

Follow WhatsApp Channel liputanmetrosumut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tanggap Bencana, Pemkab Simalungun Tinjau Longsor di Kecamatan Silou Kahean: Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas
Serius Tangani Kerusakan Jalan, Sekda Simalungun Pimpin Rapat Koordinasi, Hasilkan Empat Langkah Penanganan Disepakati
Polres Pematangsiantar Laksanakan Jumat Keliling di Masjid Al-Ikhlas Jalan Ampi
Keras Bagai Karang, Jatanras Polres Simalungun Bekuk Dua Pencuri Ponsel Sopir Dump Truck di Tol Simpang Panei
Dukung Program Poliran, Kapolres Pematangsiantar Kunjungi LPK Seikou Education 
Patroli Posko KBN, Polsek Siantar Marihat Ajak Warga Jalan Bakora II Memerangi Narkoba 
Polres Pematangsiantar Serahkan 12 Ton Jagung ke Bulog Cabang Dukung Ketapang
Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Timur Sambang Kamtibmas di Kantor Kelurahan Asuhan
Berita ini 20 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:48 WIB

Tanggap Bencana, Pemkab Simalungun Tinjau Longsor di Kecamatan Silou Kahean: Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:51 WIB

Serius Tangani Kerusakan Jalan, Sekda Simalungun Pimpin Rapat Koordinasi, Hasilkan Empat Langkah Penanganan Disepakati

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Polres Pematangsiantar Laksanakan Jumat Keliling di Masjid Al-Ikhlas Jalan Ampi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Keras Bagai Karang, Jatanras Polres Simalungun Bekuk Dua Pencuri Ponsel Sopir Dump Truck di Tol Simpang Panei

Jumat, 30 Oktober 2026 - 04:52 WIB

Dukung Program Poliran, Kapolres Pematangsiantar Kunjungi LPK Seikou Education 

Berita Terbaru