Liputanmetrosumut.com || Simalungun – Dolok Batu Nanggar – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Simalungun dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan Sungai Sikkam meluap dan merendam kawasan Pasar Bawah, Kelurahan Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada Kamis malam (30/7/2026).
Luapan Sungai Sikkam terjadi dengan sangat cepat sehingga menyebabkan puluhan rumah warga terendam banjir. Selain permukiman, sejumlah fasilitas umum dan sarana pendidikan turut terdampak akibat tingginya debit air.
Camat Dolok Batu Nanggar, Siti Aminah Siregar, didampingi Kapolsek Dolok Batu Nanggar IPTU Rido V. Pakpahan, S.Kom., M.H., menjelaskan bahwa kenaikan debit air berlangsung dalam waktu yang sangat singkat.
“Banjir datang sangat cepat. Sekitar pukul 22.30 WIB air mulai naik dan tepat pukul 23.00 WIB ketinggian air sudah merendam puluhan rumah warga di kawasan Pasar Bawah Serbelawan,” ujar Siti Aminah.
Menurutnya, banjir dipicu oleh tingginya curah hujan yang disertai kiriman air dari wilayah Kecamatan Tapian Dolok, khususnya kawasan Perkebunan Bridgestone, sehingga menyebabkan debit Sungai Sikkam meningkat secara signifikan.
Selain merendam permukiman warga, derasnya arus banjir juga menghanyutkan empat unit sepeda motor, masing-masing tiga unit di kawasan Simpang Pondok Batu Silangit, Jalan Medan–Siantar, dan satu unit di sekitar Jembatan Pondok Pelita. Hingga saat ini dua unit sepeda motor telah berhasil ditemukan, sementara dua unit lainnya masih dalam proses pencarian karena derasnya arus sungai.

Di lokasi kejadian, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun, Budiman Silalahi, memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Sebanyak enam warga yang sempat bertahan di atas atap rumah berhasil dievakuasi dengan selamat oleh tim gabungan. Fokus utama kami adalah keselamatan masyarakat serta penanganan darurat di lokasi terdampak,” ujar Budiman.
Berdasarkan pendataan sementara, banjir menggenangi puluhan rumah warga, satu unit masjid, satu unit musala, serta dua sekolah, yakni Sekolah Jamiatul Wasliyah dan SD Muhammadiyah Bandar Selamat.
Sebagai langkah penanganan darurat, Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui BPBD telah mendirikan tenda siaga bagi masyarakat terdampak, serta menyiagakan personel dan armada BPBD di lokasi kejadian untuk mendukung proses evakuasi dan penanganan darurat. BPBD juga telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Simalungun untuk menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan pokok kepada masyarakat terdampak banjir.
Pemerintah Kabupaten Simalungun mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di sepanjang bantaran sungai dan kawasan rawan banjir, agar tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
Pemerintah Kabupaten Simalungun bersama TNI, Polri, BPBD, Dinas Sosial, pemerintah kecamatan, serta seluruh unsur terkait terus melakukan pemantauan, penanganan, dan upaya percepatan pemulihan guna memastikan keselamatan masyarakat serta mempercepat normalisasi kondisi di wilayah terdampak.
(S.A.R.Siahaan)
Editor ; Redaksi

















