Diduga Asal Jadi! Rabat Beton Dana Desa Rp83,5 Juta di Nagori Talun Saragih Retak dalam Satu Bulan, LPPNRI Desak Inspektorat Audit Total

- Penulis

Senin, 27 Juli 2026 - 14:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Foto : Proyek rabat beton di Nagori Talun Saragih Baru selesai 1 bulan sudah bayak titik yang retak memanjang Senin (27/072026)

Foto : Proyek rabat beton di Nagori Talun Saragih Baru selesai 1 bulan sudah bayak titik yang retak memanjang Senin (27/072026)

Liputanmetrosumut.com   ||  Simalungun – Bosar Maligas –      Proyek pembangunan pengerasan rabat beton yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2026 di Nagori Talun Saragih , Huta III, Kecamatan Bosar Maligas , Kabupaten Simalungun, menjadi sorotan. Pasalnya, bangunan yang diperkirakan baru selesai sekitar satu bulan lalu itu diduga mengalami kerusakan dini dengan munculnya retakan di sejumlah titik serta pengelupasan permukaan beton.

 

Berdasarkan hasil pantauan media Liputan Metro Sumut pada Senin (27/07/2026), kondisi fisik rabat beton terlihat memprihatinkan.Ada di beberapa titik terlihat retakan yang memanjang, meski usia bangunan masih tergolong sangat baru dan di bagian ujung jalan, permukaan beton tampak juga ada mengelupas hingga butiran batu (agregat) mulai muncul ke permukaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Secara teknis, munculnya agregat di permukaan dapat mengindikasikan bahwa lapisan pasta semen yang berfungsi mengikat material telah mengalami kerusakan. Kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti mutu material, proses pencampuran, pelaksanaan pekerjaan, hingga proses perawatan (curing). Penyebab pastinya perlu dipastikan melalui pemeriksaan teknis oleh instansi yang berwenang.

 

Berdasarkan informasi dari kaur Nagori Talun Saragih Sri Wulan , pekerjaan tersebut memiliki volume 80 x 3 x 0,15 meter, dengan biaya fisik sebesar Rp83.590.700, yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2026.

 

Melihat kondisi bangunan yang sudah mengalami kerusakan dalam waktu relatif singkat, muncul pertanyaan mengenai apakah pekerjaan telah dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis yang ditetapkan, termasuk terkait kualitas bahan, metode pelaksanaan, dan pengawasan selama proses pembangunan.

 

Aktivis Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPNRI), Robert Simanjuntak, SH, menilai kondisi tersebut patut mendapat perhatian serius karena proyek tersebut menggunakan uang negara yang berasal dari masyarakat.

READ  Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Barat Monitoring Distribusi Banpang Beras Kepada Warga Kelurahan Sipinggol Pinggol 

 

“Dana Desa merupakan uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan. Sangat disayangkan jika bangunan yang baru selesai sekitar dua bulan sudah mengalami retak-retak dan permukaannya mengelupas hingga batu-batu kecil keluar. Kondisi ini harus diperiksa secara teknis untuk mengetahui penyebabnya,” tegas Robert.

 

Ia meminta Inspektorat Kabupaten Simalungun segera melakukan audit lapangan bersama tenaga teknis independen guna memastikan apakah pekerjaan telah dilaksanakan sesuai spesifikasi dan ketentuan yang berlaku.

 

“Kami mendesak Inspektorat Kabupaten Simalungun turun langsung melakukan pemeriksaan. Jika nantinya ditemukan adanya penyimpangan kualitas pekerjaan atau ketidaksesuaian spesifikasi, maka pihak yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban sesuai aturan hukum,” ujarnya.

 

Kasus ini dinilai menjadi pengingat penting bahwa pembangunan yang dibiayai Dana Desa tidak hanya harus selesai secara administrasi, tetapi juga wajib menghasilkan kualitas konstruksi yang sesuai standar sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

 

Hingga berita ini diterbitkan, Pangulu Nagori Talun Saragih Dodi Julansyah S.Pd.I, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), maupun pihak terkait lainnya belum memberikan keterangan resmi mengenai kondisi proyek tersebut. Liputan Metro Sumut membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Jika terdapat penjelasan dari pihak terkait, akan dimuat pada pemberitaan berikutnya secara berimbang.

(Red-01) 

Follow WhatsApp Channel liputanmetrosumut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pastikan Keamanan Makanan,Dokkes Polres Pematangsiantar Safety Food Menu MBG di SPPG YKB
Polsek Siantar Barat Ikuti Penertiban Parkir dan Bongkar Muat Barang Menggunakan Badan Jalan Merdeka
Dukung Program Poliran, Kapolsek Siantar Selatan Kunjungi LPK CAP  
Kapolres Pematangsiantar Hadiri Penutupan Open Turnamen Bola Voli Marcopolo Cup Tahun 2026
Polres Pematangsiantar Laksanakan Police Go To School di SMPN 4 
Dukung Infrastruktur Jalan yang Lebih Baik, Camat Dolok Batu Nanggar Pimpin Gotong Royong dan Pembersihan Parit di Serbelawan
Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Utara Laksanakan Sambang di Jalan Serdang
Aksi Humanis Polres Simalungun: Kapolres Turun Langsung Tenangkan 130 Warga GERMALAK, Mediasi Berujung Damai dan Massa Pulang dengan Senyuman
Berita ini 105 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 12:37 WIB

Pastikan Keamanan Makanan,Dokkes Polres Pematangsiantar Safety Food Menu MBG di SPPG YKB

Selasa, 3 November 2026 - 12:35 WIB

Polsek Siantar Barat Ikuti Penertiban Parkir dan Bongkar Muat Barang Menggunakan Badan Jalan Merdeka

Selasa, 3 November 2026 - 12:33 WIB

Dukung Program Poliran, Kapolsek Siantar Selatan Kunjungi LPK CAP  

Selasa, 3 November 2026 - 12:30 WIB

Kapolres Pematangsiantar Hadiri Penutupan Open Turnamen Bola Voli Marcopolo Cup Tahun 2026

Selasa, 3 November 2026 - 12:15 WIB

Polres Pematangsiantar Laksanakan Police Go To School di SMPN 4 

Berita Terbaru