Daun Berlubang, Pelepah Mengering: Alarm Keras dari Kebun Dosin Afdeling V, Manajemen PTPN IV Diminta Turun Tangan

- Penulis

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 01:47 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Liputanmetrosumut.com   ||  Simalungun – Dolok Sinombah –  Kondisi tanaman kelapa sawit di Kebun Dosin, areal PTPN IV Regional II Afdeling V, Kabupaten Simalungun, menjadi sorotan. Sejumlah tanaman yang dipantau pada Jumat (2/10/2026) terlihat mengalami kerusakan pada pelepah dan daun. Beberapa bagian tampak mengering, meranggas hingga berlubang, sementara di sejumlah titik ditemukan semak belukar yang diduga berpotensi menjadi tempat berkembangnya hama.

 

Kondisi tersebut bukan sekadar persoalan tampilan tanaman. Jika benar kerusakan tersebut berkaitan dengan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), maka diperlukan kepastian mengenai sejauh mana serangan terjadi, apa penyebabnya, dan bagaimana respons pengelola kebun dalam mengendalikannya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Sebab, tanaman sawit yang mengalami gangguan dan tidak segera ditangani berpotensi mengalami penurunan kesehatan tanaman dan pada akhirnya dapat berpengaruh terhadap produktivitas Tandan Buah Segar (TBS).

Di sinilah persoalan Afdeling V menjadi penting untuk diperjelas. Apakah kondisi tanaman tersebut sudah diketahui pihak pengelola? Berapa luas areal yang mengalami kerusakan? Apakah telah dilakukan pemeriksaan dan pemetaan serangan? Jenis hama atau OPT apa yang ditemukan? Serta tindakan pengendalian apa yang sudah dilakukan?

 

Pertanyaan tersebut patut diajukan karena pengelolaan perkebunan tidak hanya berbicara mengenai produksi, tetapi juga menyangkut pemeliharaan tanaman, pengawasan lapangan, serta respons cepat terhadap setiap potensi gangguan yang dapat memengaruhi produktivitas.

 

Bukan Hanya Daun yang Rusak, Pengawasan Juga Dipertanyakan

 

Temuan di lapangan tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan lebih luas mengenai sistem pengawasan tanaman di tingkat afdeling.

 

Apabila kerusakan telah berlangsung cukup lama, perlu diketahui apakah kondisi itu sebelumnya sudah masuk dalam laporan pengawasan rutin. Jika sudah diketahui, langkah apa yang telah ditempuh? Sebaliknya, apabila belum diketahui, bagaimana mekanisme monitoring tanaman di tingkat afdeling berjalan?

 

Publik berhak memperoleh penjelasan mengenai hal tersebut, terlebih areal perkebunan PTPN IV merupakan bagian dari aset perusahaan negara yang semestinya dikelola melalui sistem profesional, terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Konfirmasi Dikirim, Askep Hendrik Ketaren Belum Memberikan Jawaban

 

Untuk memperoleh penjelasan berimbang, awak media liputanmetrosumut.com telah menghubungi Askep Hendrik Ketaren melalui pesan WhatsApp.

 

Redaksi menyampaikan informasi mengenai kondisi tanaman di dalam blok sekaligus mengirimkan video yang memperlihatkan kondisi lapangan. Konfirmasi diarahkan pada dugaan serangan hama, kondisi tanaman, luas areal terdampak, serta langkah pengendalian yang dilakukan pihak pengelola.

 

Namun hingga berita ini diterbitkan, Askep Hendrik Ketaren belum memberikan tanggapan maupun penjelasan atas konfirmasi tersebut.

READ  Sampaikan Himbauan Kamtimas,Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Marihat Sambang di UPTD SD Negri 122373 Jalan Nembos

 

Pesan lanjutan juga telah dikirim. Pesan tersebut diketahui telah dibaca, tetapi belum disertai jawaban.

 

Tidak adanya respons tersebut membuat sejumlah pertanyaan mengenai kondisi Afdeling V masih belum terjawab.

 

Redaksi tidak menempatkan sikap belum merespons tersebut sebagai bukti adanya kelalaian. Namun, dalam konteks pengelolaan perkebunan, penjelasan pejabat lapangan sangat penting agar publik memperoleh gambaran yang utuh mengenai kondisi tanaman dan langkah perusahaan.

Manajemen PTPN IV Regional II Diminta Turun Tangan

Kondisi ini semestinya menjadi perhatian manajemen PTPN IV Regional II.

Pemeriksaan lapangan secara menyeluruh diperlukan untuk memastikan apakah kerusakan tanaman benar berkaitan dengan serangan hama, seberapa luas areal yang terdampak, serta apakah tindakan pengendalian telah dilakukan sesuai standar teknis perusahaan.

 

Manajemen juga perlu mengevaluasi sistem pengawasan dan pemeliharaan tanaman di Afdeling V, termasuk mekanisme pelaporan dari lapangan hingga tingkat manajemen.

 

Jika hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya kekurangan dalam pelaksanaan pemeliharaan, pengawasan atau penanganan OPT, perusahaan dapat mengambil langkah perbaikan sesuai mekanisme internal dan ketentuan yang berlaku.

 

Termasuk terhadap kinerja pejabat lapangan, evaluasi dapat dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan indikator kinerja yang berlaku di perusahaan. Apabila evaluasi perusahaan menunjukkan perlunya pembenahan pada struktur atau personel pengelola afdeling, keputusan tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan manajemen berdasarkan hasil evaluasi yang objektif.

 

Persoalan ini bukan mengenai pribadi seseorang. Yang menjadi kepentingan utama adalah kondisi tanaman, produktivitas kebun, profesionalisme pengelolaan, dan pengamanan aset perusahaan.

Jangan sampai persoalan yang semula hanya berupa kerusakan pada sejumlah tanaman berkembang menjadi gangguan yang lebih luas sebelum dilakukan tindakan.

 

Manajemen PTPN IV Regional II perlu memastikan fakta di lapangan: periksa, petakan, kendalikan, dan evaluasi.

 

Sebab, dalam pengelolaan perkebunan, keterlambatan mengetahui persoalan tanaman dapat menjadi persoalan yang jauh lebih besar ketika dampaknya sudah menyentuh produktivitas.

 

Hingga berita ini diterbitkan, Askep Hendrik Ketaren belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang telah disampaikan Atau lebih memilih Bungkam.

 

Liputanmetrosumut.com tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi Askep Hendrik Ketaren maupun manajemen PTPN IV Regional II untuk memberikan klarifikasi mengenai kondisi tanaman, luas areal terdampak, jenis hama atau OPT yang ditemukan, langkah pengendalian, serta sistem pemeliharaan dan pengawasan di Afdeling V.

 

(Red 01-Siahaan) 

Follow WhatsApp Channel liputanmetrosumut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wujud Polri Humanis, Kapolres Simalungun Hadiri Penutupan Diklat Mental, Fisik dan Disiplin 335 Siswa SMA Plus Efarina
Seorang Residivis Curat Ditangkap Polsek Binjai Kota, Laptop dan Barang Bukti Diamankan
Gerak Cepat Satreskrim Polres Binjai, Dua Terduga Pelaku Curat Toko Rp157 Juta Dibekuk
Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., Pimpin Syukuran dan Doa Bersama Anak Yatim
Gerak Cepat Polres Pematangsiantar Ungkap Peredaran Ekstasi, 20 Butir Diamankan
Kapolsek Siantar Marihat Turun Cek TKP Kebakaran Rumah Warga di Gang Duku 
Polsek Siantar Barat Amankan Pelaku Curat di Jalan Kasuari
Polsek Siantar Selatan Bersama Petani Binaan Panen Jagung di Jalan Tepian 
Berita ini 15 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 01:47 WIB

Daun Berlubang, Pelepah Mengering: Alarm Keras dari Kebun Dosin Afdeling V, Manajemen PTPN IV Diminta Turun Tangan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:57 WIB

Wujud Polri Humanis, Kapolres Simalungun Hadiri Penutupan Diklat Mental, Fisik dan Disiplin 335 Siswa SMA Plus Efarina

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:49 WIB

Seorang Residivis Curat Ditangkap Polsek Binjai Kota, Laptop dan Barang Bukti Diamankan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:55 WIB

Gerak Cepat Satreskrim Polres Binjai, Dua Terduga Pelaku Curat Toko Rp157 Juta Dibekuk

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:52 WIB

Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., Pimpin Syukuran dan Doa Bersama Anak Yatim

Berita Terbaru