Liputanmetrosumut.com || Simalungun – Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui Dinas Kesehatan bergerak cepat merespons aduan masyarakat terkait kondisi kesehatan dua warga bersaudara yang menderita Duchenne Muscular Dystrophy (DMD) atau distrofi otot Duchenne.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun, dr. Debora Evalinch Sigit Di dampingi Kepala Puskesmas Serbelawan , hadir langsung mengunjungi kedua pasien di Nagori Bahung Kahean, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Selasa (11/08/2026).
Kedua warga tersebut adalah Egi Syahrul Ramadhan dan adiknya, Muhammad Al Fajri, yang tinggal di Nagori Bahung Kahean, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun.
Egi diketahui telah mengalami kondisi tersebut sejak duduk di kelas 6 SD, sementara sang adik, Al Fajri, mulai mengalami gejala sejak kelas 4 SD. Keterbatasan ekonomi keluarga selama ini menjadi salah satu kendala sehingga keduanya belum memperoleh penanganan medis secara maksimal.
Mendapat informasi mengenai kondisi kedua bersaudara tersebut, dr. Debora Haloho turun langsung memastikan keadaan mereka sekaligus memberikan perhatian dan memastikan adanya tindak lanjut dari Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui Dinas Kesehatan.
“Segala tindakan medis akan kami tempuh. Kami akan berkoordinasi dengan rumah sakit dan dokter spesialis agar kedua pasien mendapatkan penanganan kesehatan yang sesuai dan maksimal,” ujar dr. Debora.
Ia menegaskan, Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun akan melakukan koordinasi dan pendampingan terhadap kedua pasien, termasuk mengupayakan pemeriksaan serta penanganan lanjutan sesuai kebutuhan medis.
Langkah cepat ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Simalungun untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan, khususnya bagi warga yang membutuhkan perhatian dan pendampingan khusus.
Pemkab Simalungun terus bergerak, hadir di tengah masyarakat, dan memastikan tidak ada warga yang berjalan sendiri menghadapi persoalan kesehatan.
(S.A.R.Siahaan)
Editor : Redaksi

















