Liputanmetrosumut.com || Simalungun – Sumut – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memperkuat upaya mitigasi bencana melalui penghijauan, edukasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta pemasangan papan imbauan di sejumlah wilayah rawan kebakaran.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan bencana sejak dini sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi risiko kerusakan alam di Kabupaten Simalungun, khususnya di kawasan strategis Danau Toba.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala BPBD Kabupaten Simalungun, Ir. Budiman Silalahi, S.I.P., S.T., M.Si., menjelaskan rangkaian kegiatan tersebut di ruang kerjanya di Pematang Raya, Sumatera Utara, Selasa (06/10/2026).
Salurkan 14.000 Bibit untuk Penghijauan Strategis Danau Toba
Dalam upaya memulihkan kawasan yang membutuhkan penghijauan, BPBD Simalungun menyalurkan sebanyak 14.000 bibit pohon yang terdiri atas 5.000 bibit alpukat, 5.000 bibit durian, dan 4.000 bibit mahoni.

Bibit tersebut diserahkan kepada kelompok tani yang berada di kawasan Danau Toba, meliputi dua kelompok tani di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon serta masing-masing satu kelompok tani di Kecamatan Dolok Pardamean dan Kecamatan Pamatang Sidamanik.
“Bibit pohon ini kami salurkan kepada kelompok tani. Nantinya, bibit akan ditanam di lahan kehutanan yang telah diserahkan oleh Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) kepada para kelompok tani,” ungkap Budiman.
Menurutnya, penanaman pohon tidak hanya bertujuan mendukung penghijauan, tetapi juga diharapkan membantu menjaga daya dukung lingkungan, mengurangi risiko erosi dan longsor, serta meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap air.

Selain manfaat ekologis, tanaman produktif seperti alpukat dan durian diharapkan dapat menjadi sumber penghasilan jangka panjang bagi masyarakat.
Edukasi Masyarakat untuk Mencegah Karhutla
Selain penghijauan, BPBD Simalungun juga melaksanakan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya pembakaran lahan secara sembarangan, pentingnya pengelolaan lahan yang aman, serta langkah awal yang harus dilakukan apabila menemukan indikasi kebakaran.

Budiman menegaskan, pencegahan merupakan langkah penting untuk menekan risiko bencana, meminimalkan kerusakan lingkungan, dan mengurangi potensi kerugian maupun korban jiwa.
Melalui edukasi tersebut, masyarakat diharapkan berperan aktif menjaga lingkungan serta segera melaporkan potensi kebakaran kepada pihak terkait.

Delapan Kecamatan Dipasangi Papan Imbauan
Sebagai bentuk pengingat kepada masyarakat, BPBD Simalungun turut memasang papan imbauan di sejumlah wilayah yang dinilai rawan kebakaran hutan dan lahan.
Adapun wilayah yang menjadi sasaran pemasangan papan imbauan meliputi:
Kecamatan Girsang Sipangan Bolon.
Kecamatan Haranggaol Horisan.
Kecamatan Purba.
Kecamatan Pamatang Sidamanik.
Kecamatan Pamatang Silimahuta.
Kecamatan Raya.
Kecamatan Raya Kahean.
Kecamatan Hatonduhan.
“Papan imbauan ini ditempatkan di titik-titik strategis agar masyarakat selalu teringat untuk menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran yang dapat memicu kebakaran luas,” ujar Budiman.

Keberadaan papan tersebut diharapkan memperkuat pesan pencegahan sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kawasan hutan dan lahan di sekitarnya.
Pemkab Simalungun Dorong Mitigasi Berkelanjutan
Budiman menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan mitigasi tersebut merupakan bentuk dukungan Pemkab Simalungun terhadap program pemerintah pusat dalam pencegahan bencana dan pelestarian lingkungan.

Ia berharap kegiatan penghijauan dan pencegahan karhutla dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, mengingat masih terdapat lahan di wilayah Simalungun yang membutuhkan pemulihan akibat kerusakan lingkungan, penebangan liar, maupun kebakaran.
Menurutnya, pemulihan lahan harus menjadi perhatian bersama melalui penanaman kembali, pemeliharaan tanaman, serta peningkatan kesadaran masyarakat agar kerusakan lingkungan tidak berkembang menjadi ancaman bencana yang lebih besar.

“Kita tidak boleh menunda. Lahan yang kosong dan gundul harus segera dipulihkan agar tercipta lingkungan yang aman, hijau, dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” tegas Budiman.
Melalui langkah penghijauan, edukasi, dan pemasangan papan imbauan, Pemkab Simalungun berharap kesadaran masyarakat terhadap mitigasi bencana semakin meningkat sehingga upaya menjaga kelestarian lingkungan dapat berjalan secara konsisten.
(ADVENTORIAL Pemkab Simalungun)
















Komentar