Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Kelanjutan Tol Simpang Panei–Parapat Jadi Fokus Pembahasan Bupati Simalungun dengan Kementerian Pertahanan

- Penulis

Rabu, 23 September 2026 - 05:18 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Liputanmetrosumut.com   ||  Jakarta –  Kelanjutan rencana pembangunan Jalan Tol Simpang Panei–Parapat menjadi salah satu agenda utama dalam audiensi Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, dengan Direktur Jenderal Kekuatan Pertahanan (Dirjen Kuathan) Kementerian Pertahanan RI, H. Haris Haryanto, di Jakarta, Selasa (22/9/2026).

 

Pertemuan ini membahas pengembangan infrastruktur strategis di Kabupaten Simalungun, termasuk rencana pembangunan ruas Tol Simpang Panei–Parapat yang dinilai memiliki peran penting bagi peningkatan konektivitas wilayah, pertumbuhan ekonomi, pengembangan pariwisata, sekaligus penguatan infrastruktur pertahanan di Sumatera Utara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Dalam pertemuan tersebut, Bupati didampingi Sekretaris Daerah Simalungun, Mixnon Andreas Simamora, beserta jajaran perangkat daerah terkait, antara lain Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang serta Badan Perencanaan Pembangunan dan Inovasi Daerah (Bapperida). Sementara itu, Dirjen Kuathan Kemhan didampingi Direktur Fasilitas dan Jasa (Dir Fasjas) Ditjen Kuathan beserta jajaran.

 

Ruas Tol Simpang Panei–Parapat direncanakan sepanjang sekitar 40,36 kilometer, di mana sekitar 38 kilometer di antaranya melintasi wilayah Kabupaten Simalungun. Keberadaan jalan tol ini diharapkan membuka akses konektivitas yang lebih baik menuju kawasan Parapat dan Danau Toba, sekaligus memperkuat keterhubungan wilayah Simalungun dengan jaringan jalan tol nasional.

 

Hingga saat ini, proses perencanaan telah memasuki tahap penyusunan Basic Design dan Studi Kelayakan (Feasibility Study), yang progresnya telah mencapai sekitar 90 persen. Proses tersebut melibatkan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Hutama Marga Waskita bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

 

Pemerintah Kabupaten Simalungun memandang kelanjutan proyek ini sebagai langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Selain memperlancar mobilitas masyarakat, keberadaan tol diproyeksikan berdampak positif pada sektor perdagangan, peningkatan investasi, pengembangan pariwisata, serta pendapatan asli daerah.

READ  Tiga Pihak Sepakat Damai, Polisi Hentikan Perkara Laka Lantas Siantar

 

Bupati Simalungun menegaskan bahwa pembangunan Tol Simpang Panei–Parapat bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan menyangkut masa depan konektivitas dan perekonomian masyarakat Simalungun.

 

“Dengan sekitar 38 kilometer ruas tol berada di wilayah kami, pemerintah daerah berharap proses perencanaan dan tahapan pembangunan dapat terus berlanjut hingga terealisasi,” ujar Bupati.

 

Selain mendukung akses menuju kawasan strategis Danau Toba, Bupati ruas tol ini diharapkan membuka peluang investasi, memperlancar distribusi barang dan jasa, menciptakan aktivitas ekonomi baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Dalam pembahasan tersebut, Pemkab Simalungun juga menyampaikan gagasan strategis agar sebagian desain infrastruktur jalan tol dipertimbangkan untuk dapat berfungsi sebagai landasan darurat pesawat tempur.

 

Lokasi yang direncanakan berada sekitar 3 kilometer dari pintu Tol Simpang Panei. Konsep ini diusulkan agar diintegrasikan sejak tahap perencanaan dan penyusunan desain dasar, sehingga aspek pertahanan dapat menyatu dengan pembangunan infrastruktur sipil secara optimal.

 

Pihak Kementerian Pertahanan menyambut positif usulan tersebut. Integrasi fungsi pertahanan sejak awal perencanaan dinilai dapat memberikan manfaat strategis sekaligus menghindari kebutuhan penyesuaian konstruksi besar-besaran di masa mendatang. Dengan demikian, infrastruktur tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana konektivitas ekonomi, tetapi juga memperkuat ketahanan wilayah secara nasional.

 

(S.A.Ricardo.Siahaan) 

Follow WhatsApp Channel liputanmetrosumut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“AWASI” Diuji Di Irigasi Banua: Proyek Rp 397 Juta Diduga Dikerjakan Diatas Lumpur, Mutu Pasangan Batu Dipertanyakan
Dugaan Pungutan Rp250 Ribu per Siswa di SMPN 1 Silau Kahean, Rp37,5 Juta Jadi Sorotan: Ke Mana Semangat ‘AWASI’ Pemkab Simalungun?
Excavator ‘BD 06’ Di Replanting Bah Jambi Dipertanyakan : Siapa Pemiliknya, Dari mana BBMnya? 
Sat Lantas Polres Pematangsiantar Bagikan Brosur Tertib Berlalulintas Kepada Masyarakat
Kaposlek Sianțar Utara Cek TKP Kebakaran Bengkel Mobil di Jalan SM Raja
Kapolsek Siantar Marihat Himbau Siswa Siswi di SMAN 1 Jauhi Narkoba dan Tawuran
Kapolsek Siantar Timur Pimpin Patroli Dialogis Wilkumnya, Antisipasi 3C dan Tawuran 
Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Martoba Montoring Pendistribusian MBG di dapur SPPG Martoba
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 05:18 WIB

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Kelanjutan Tol Simpang Panei–Parapat Jadi Fokus Pembahasan Bupati Simalungun dengan Kementerian Pertahanan

Rabu, 23 September 2026 - 01:22 WIB

“AWASI” Diuji Di Irigasi Banua: Proyek Rp 397 Juta Diduga Dikerjakan Diatas Lumpur, Mutu Pasangan Batu Dipertanyakan

Selasa, 22 September 2026 - 23:59 WIB

Dugaan Pungutan Rp250 Ribu per Siswa di SMPN 1 Silau Kahean, Rp37,5 Juta Jadi Sorotan: Ke Mana Semangat ‘AWASI’ Pemkab Simalungun?

Selasa, 22 September 2026 - 14:54 WIB

Excavator ‘BD 06’ Di Replanting Bah Jambi Dipertanyakan : Siapa Pemiliknya, Dari mana BBMnya? 

Selasa, 22 September 2026 - 14:22 WIB

Sat Lantas Polres Pematangsiantar Bagikan Brosur Tertib Berlalulintas Kepada Masyarakat

Berita Terbaru