Liputanmetrosumut.com || Simalungun – Upaya mempercepat optimalisasi pemanfaatan pasar relokasi bagi pedagang terdampak terus dilakukan Pemerintah Kecamatan Dolok Batu Nanggar. Camat Dolok Batu Nanggar, Siti Aminah Siregar, S.E., M.Si., turun langsung mengunjungi para pedagang di kawasan Pasar Inpres Serbelawan, Minggu (20/9/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pendekatan secara persuasif dan kekeluargaan untuk menyosialisasikan kembali pemanfaatan lokasi relokasi yang telah disediakan Pemerintah Kabupaten Simalungun bagi para pedagang terdampak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Suasana penuh keakraban terlihat saat Camat berdialog langsung dengan para pedagang. Siti Aminah menyampaikan bahwa Pemerintah Kecamatan terus berupaya mencari solusi terbaik agar fasilitas relokasi yang telah disediakan dapat dimanfaatkan secara optimal, sekaligus tetap memperhatikan kondisi dan kebutuhan para pedagang.
“Saat ini kami kembali memfokuskan perhatian pada pemanfaatan pasar relokasi. Sebelumnya, kami fokus pada penanganan pascabanjir di Pasar Bawah Serbelawan serta pelaksanaan HUT ke-81 Kabupaten Simalungun yang dipusatkan di Kecamatan Dolok Batu Nanggar,” ujar Siti Aminah.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil rapat koordinasi yang dilaksanakan pada 6 Juli 2026, para pedagang telah diberikan waktu selama dua minggu, terhitung sejak 6 hingga 19 Juli 2026, untuk mulai menempati kios yang telah dialokasikan.
Siti Aminah menegaskan, meskipun terdapat ketentuan mengenai pemanfaatan kios, Pemerintah Kecamatan tetap mengedepankan komunikasi dan pendekatan secara kekeluargaan kepada para pedagang.
“Kita tetap berkomunikasi secara kekeluargaan dengan para pedagang. Kita memahami bahwa mereka juga memiliki kondisi dan kendala masing-masing. Karena itu, kita ingin mencari solusi bersama agar pasar relokasi ini dapat dimanfaatkan dengan baik,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kecamatan Dolok Batu Nanggar akan melaksanakan rapat koordinasi finalisasi pada Senin (21/9/2026) bersama para pedagang dan tokoh masyarakat untuk membahas langkah-langkah pemanfaatan pasar relokasi.
Dalam kunjungan tersebut, salah seorang perwakilan pedagang terdampak kebakaran menyampaikan bahwa sebagian pedagang masih menghadapi kendala untuk kembali menjalankan aktivitas perdagangan.
“Modal usaha kami telah habis karena seluruh barang dagangan terbakar. Selain itu, kondisi bangunan relokasi masih memerlukan beberapa penyesuaian, terutama terkait sirkulasi udara dan tata letak kios. Jika kami harus melakukan perbaikan secara mandiri, tentu membutuhkan tambahan modal,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kecamatan Dolok Batu Nanggar menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang komunikasi dengan para pedagang. Pemerintah berharap melalui dialog dan koordinasi bersama, berbagai kendala yang masih dihadapi dapat diinventarisasi dan dicarikan solusi secara bertahap.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pemanfaatan pasar relokasi sekaligus membantu para pedagang terdampak untuk kembali menjalankan aktivitas ekonomi dan memulihkan kehidupan usaha mereka.
Pemerintah hadir, mendengar, dan mencari solusi bersama masyarakat.
(RED)
















Komentar