Liputanmetrosumut.com || Simalungun – Estafet kepemimpinan di Polres Simalungun resmi berganti. AKBP Dr. Hendri Nupia Dinka Barus, S.H., S.I.K., M.M., kini dipercaya memimpin Polres Simalungun menggantikan AKBP Marganda Aritonang, S.H., S.I.K., M.M., yang mendapat amanah baru sebagai Wadir Samapta Polda Sumatera Utara.
Serah terima jabatan tersebut berlangsung di Aula Tribrata Polda Sumatera Utara, Medan, Kamis (17/9/2026), sebagai bagian dari rangkaian pergantian sejumlah pejabat utama dan Kapolres jajaran Polda Sumatera Utara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Momentum pergantian kepemimpinan tersebut mendapat perhatian dari Lembaga Habonaron Do Bona (LHDB). Ketua Umum LHDB, Hotmadiaman Damanik, bersama jajaran dan seluruh anggota menyampaikan ucapan selamat bertugas kepada AKBP Hendri Nupia Dinka Barus sekaligus menitipkan harapan agar kepemimpinan baru semakin memperkuat pelayanan dan penegakan hukum di wilayah Kabupaten Simalungun.
“Selamat bertugas kepada Bapak AKBP Dr. Hendri Nupia Dinka Barus. Semoga amanah dalam menjalankan tugas sebagai Kapolres Simalungun, diberikan kesehatan, kekuatan dan kebijaksanaan dalam mengemban tanggung jawab untuk masyarakat,” ujar Hotmadiaman Damanik.
Menurut Hotmadiaman, pergantian pimpinan di tubuh kepolisian merupakan bagian dari dinamika organisasi. Namun, bagi masyarakat, setiap pergantian pimpinan juga membawa harapan baru terhadap pelayanan, keamanan dan penegakan hukum.
Habonaron Do Bona, Kebenaran sebagai Pangkal
Hotmadiaman menegaskan bahwa LHDB membawa nilai Habonaron Do Bona, yang dimaknai sebagai kebenaran sebagai dasar atau pangkal dalam kehidupan.
Nilai tersebut, menurutnya, harus menjadi semangat dalam membangun hubungan antara aparat penegak hukum dengan masyarakat.
“Harapan kami, di bawah kepemimpinan Kapolres Simalungun yang baru, kebenaran dan keadilan benar-benar menjadi dasar dalam setiap langkah penegakan hukum. Hukum harus ditegakkan berdasarkan fakta, aturan dan rasa keadilan,” tegasnya.
LHDB juga berharap Polres Simalungun semakin membuka ruang komunikasi dengan masyarakat, termasuk tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, lembaga sosial, insan pers dan berbagai elemen lainnya.
Menurut Hotmadiaman, keterbukaan komunikasi penting agar berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat dapat disampaikan dan ditangani sesuai mekanisme hukum yang berlaku.
Masyarakat Berharap Polisi Semakin Dekat
Kepemimpinan baru juga diharapkan mampu menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Simalungun yang memiliki wilayah luas serta dinamika persoalan masyarakat yang beragam.
“Polisi harus hadir ketika masyarakat membutuhkan perlindungan. Masyarakat harus merasa didengar ketika menyampaikan persoalan. Dan ketika ada persoalan hukum, prosesnya harus berjalan secara profesional dan transparan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Hotmadiaman.
Ia menambahkan, kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian dibangun melalui pelayanan dan tindakan nyata di lapangan.
Karena itu, LHDB berharap AKBP Hendri Nupia Dinka Barus dapat melanjutkan hal-hal positif yang telah berjalan sekaligus menghadirkan penguatan dalam pelayanan kepada masyarakat.
“Kami tidak hanya mengucapkan selamat datang kepada Kapolres Simalungun yang baru, tetapi juga menitipkan harapan masyarakat. Jadikan kebenaran sebagai pangkal, tegakkan hukum secara profesional dan berikan rasa keadilan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Apresiasi untuk AKBP Marganda Aritonang
Dalam kesempatan tersebut, LHDB juga menyampaikan apresiasi kepada AKBP Marganda Aritonang atas pengabdian selama menjabat sebagai Kapolres Simalungun.
“Terima kasih kepada Bapak AKBP Marganda Aritonang atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin Polres Simalungun. Semoga sukses dan amanah dalam menjalankan tugas barunya sebagai Wadir Samapta Polda Sumatera Utara,” ujar Hotmadiaman.
LHDB berharap proses pergantian kepemimpinan tersebut menjadi momentum untuk semakin memperkuat sinergitas antara kepolisian dan masyarakat Simalungun.
“Selamat bertugas kepada Bapak AKBP Dr. Hendri Nupia Dinka Barus. Semoga Polres Simalungun semakin profesional, humanis, terbuka dan dekat dengan masyarakat. Habonaron Do Bona—kebenaran harus menjadi pangkal dalam setiap pengabdian,” tutup Hotmadiaman Damanik.
(S.A.R.Siahaan)
















Komentar