Dukungan KEK Danau Toba, Bupati Simalungun Adopsi “Kepemimpinan Berani Bangli hingga Manajemen Panglipuran, Bali

- Penulis

Rabu, 13 Mei 2026 - 00:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Liputanmetrosumut.com   ||  Bali –    Guna memperkuat pengembangan Danau Toba sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berkelas dunia, Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, memimpin rombongan dalam kunjungan kerja strategis ke Pulau Dewata, Bali.

 

Rombongan yang terdiri dari jajaran pimpinan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, serta tim ahli dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), bergerak untuk menimba ilmu langsung dari keberhasilan transformasi pariwisata yang telah teruji di Bali.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kegiatan ini merupakan inisiatif Bank Indonesia, dan turut diikuti oleh sejumlah kepala daerah wilayah Danau Toba serta perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Rangkaian kegiatan dikemas dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) dan kunjungan lapangan, yang dirancang khusus untuk membedah potret keberhasilan pariwisata Bali sebagai rujukan utama dalam menyusun strategi pengembangan kawasan strategis Danau Toba ke depan.

 

Kunjungan kerja yang penuh makna dalam pengembangan pariwisata ini, Pemerintah Kabupaten Simalungun beserta rombongan menuntas agenda strategis dengan berkunjung ke Kabupaten Bangli. Di wilayah yang kaya akan pemandangan alam dan budaya ini, rombongan disambut langsung oleh Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, Selasa (12/5/2026).

 

Agenda pentingn ini diawali dengan diskusi mendalam yang berlangsung di Pahdi Specialty Coffee, Kintamani, sebuah lokasi yang sangat istimewa karena dikelilingi pemandangan indah Gunung dan Danau Batur, sekaligus menjadi simbol keberhasilan modernisasi pariwisata yang harmonis dengan alam.

 

Di tengah suasana yang asri tersebut, Bupati Bangli memaparkan visi besarnya yang dibalut dalam konsep “Kepemimpinan Berani”, dengan jargon kebanggaan daerahnya: Bangli: The Origin of Bali.

 

Dalam pemaparannya, Sang Nyoman Sedana Arta menjelaskan bahwa kunci keberhasilan pembangunan di daerahnya terletak pada mentalitas “Jengah”, yaitu keberanian moral untuk mendobrak kebiasaan lama yang kurang efektif, berani mengambil keputusan sulit, serta berinovasi demi kemajuan bersama.

 

Strategi ini terbukti membuahkan hasil nyata, salah satunya peningkatan signifikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penerapan digitalisasi sistem retribusi daerah. Selain itu, Bangli juga sukses mengembangkan Sport Tourism bertaraf internasional seperti ajang Bali Trail Run yang mendunia.

 

Tak hanya soal ekonomi, inovasi pelestarian lingkungan juga menjadi fokus utama, salah satunya adalah program penuangan Eco-Enzyme secara massal ke perairan Danau Batur yang telah meraih pengakuan rekor MURI.

 

Berbagai langkah cerdas ini menjadi inspirasi besar bagi Bupati Simalungun dalam merancang strategi menjaga kelestarian ekosistem Danau Toba agar tetap lestari dan bernilai tinggi.

 

Usai sesi diskusi yang penuh gagasan segar tersebut, rombongan melanjutkan perjalanan ke Desa Wisata Penglipuran. Di sini, rombongan melihat langsung implementasi konsep Pariwisata Berbasis Komunitas atau Community Based Tourism yang sangat kokoh.

READ  Kapolres Langkat Tinjau Ketersediaan BBM di SPBU Perdamaian Stabat, Antrean Mulai Berangsur Normal

 

Rombongan mengamati dengan saksama bagaimana tata ruang desa yang diatur secara adat dan sakral tetap terjaga kelestariannya, namun di sisi lain mampu menggerakkan roda ekonomi hingga ke tingkat rumah tangga.

Di Penglipuran, setiap warga terlibat aktif, mendapatkan manfaat adil dari kunjungan wisatawan, dan tetap memegang teguh jati diri budaya tanpa tergerus arus modernisasi. Ini menjadi pelajaran berharga bagaimana warisan leluhur dapat diubah menjadi kekuatan ekonomi yang berdaulat.

 

Menanggapi seluruh rangkaian kegiatan dan pengetahuan yang didapatkan, Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, menekankan satu hal mendasar: pembangunan pariwisata haruslah memiliki “ruh”.

 

Bupati menyampaikan bahwa kolaborasi antar-daerah, antar-instansi, dan antar-sektor harus dibangun sangat kuat, di mana kekayaan budaya dan potensi ekonomi berjalan beriringan dan saling menguatkan.

 

Lebih jauh, Bupati Simalungun menggarisbawahi bahwa kunci keberhasilan tidak hanya ada pada infrastruktur, melainkan pada sumber daya manusia. Antusiasme masyarakat, budaya senyum yang tulus, serta pelayanan yang mampu memberikan kesan mendalam dan bermakna bagi pengunjung adalah energi utama yang wajib dibangun dan dijaga terus-menerus.

 

“Pariwisata bukan sekadar tentang membangun gedung megah atau jalan yang mulus, tapi jauh lebih penting adalah membangun karakter dan antusiasme masyarakatnya. Ini adalah tugas kita bersama untuk memastikan setiap langkah pembangunan di Simalungun senantiasa memegang teguh prinsip BerAKHLAK,” tegas Bupati dengan penuh keyakinan.

 

Menurut Bupati, melalui sinergi yang erat antar sektor pendidikan, pertanian, perdagangan, hingga industri kreatif, tujuan akhirnya adalah menciptakan sistem kerja sama yang menjamin kesejahteraan masyarakat. “Kita ingin memastikan dapur masyarakat kita terus mengepul, hasil bumi kita bernilai tinggi, dan karya anak bangsa kita dibanggakan,” tambahnya.

 

Sebagai tindak lanjut dari kunjungan ini, Bupati Simalungun berkomitmen untuk segera mengadopsi dan menerapkan model “Orkestrasi Lintas Sektor” yang sukses diterapkan di Bangli, serta kemandirian dan partisipasi warga seperti yang ada di Desa Penglipuran, ke dalam tata kelola pembangunan di nagori-nagori sekitar kawasan Danau Toba.

 

Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Bank Indonesia, dan BRIN, Pemerintah Kabupaten Simalungun sangat optimis bahwa Danau Toba akan segera bertransformasi menjadi destinasi wisata kelas dunia.

 

Kawasan ini tidak hanya akan dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena kekuatan budayanya, kualitas pelayanannya, dan kemampuannya memberikan manfaat ekonomi yang adil dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

(S.A.Ricardo.Siahaan)

Editor : Redaksi

www.liputanmetrosumut.com 

Follow WhatsApp Channel liputanmetrosumut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tanggap Bencana, Pemkab Simalungun Tinjau Longsor di Kecamatan Silou Kahean: Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas
Serius Tangani Kerusakan Jalan, Sekda Simalungun Pimpin Rapat Koordinasi, Hasilkan Empat Langkah Penanganan Disepakati
Polres Pematangsiantar Laksanakan Jumat Keliling di Masjid Al-Ikhlas Jalan Ampi
Keras Bagai Karang, Jatanras Polres Simalungun Bekuk Dua Pencuri Ponsel Sopir Dump Truck di Tol Simpang Panei
Dukung Program Poliran, Kapolres Pematangsiantar Kunjungi LPK Seikou Education 
Patroli Posko KBN, Polsek Siantar Marihat Ajak Warga Jalan Bakora II Memerangi Narkoba 
Polres Pematangsiantar Serahkan 12 Ton Jagung ke Bulog Cabang Dukung Ketapang
Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Timur Sambang Kamtibmas di Kantor Kelurahan Asuhan
Berita ini 14 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:48 WIB

Tanggap Bencana, Pemkab Simalungun Tinjau Longsor di Kecamatan Silou Kahean: Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:51 WIB

Serius Tangani Kerusakan Jalan, Sekda Simalungun Pimpin Rapat Koordinasi, Hasilkan Empat Langkah Penanganan Disepakati

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Polres Pematangsiantar Laksanakan Jumat Keliling di Masjid Al-Ikhlas Jalan Ampi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Keras Bagai Karang, Jatanras Polres Simalungun Bekuk Dua Pencuri Ponsel Sopir Dump Truck di Tol Simpang Panei

Jumat, 30 Oktober 2026 - 04:52 WIB

Dukung Program Poliran, Kapolres Pematangsiantar Kunjungi LPK Seikou Education 

Berita Terbaru