Libur Lebaran Wisatawan Membludak, Kios UMKM Waterfront City Pangururan Justru Tutup — Diduga Sempat Jadi Tempat Istirahat ODGJ

- Penulis

Minggu, 29 Maret 2026 - 12:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Foto : Salah satu kios UMKM di kawasan foodcourt Waterfront City Pangururan terlihat tidak beroperasi dan tertutup tirai biru, meski di dalamnya masih tersimpan sejumlah produk khas Samosir yang di huni ODGJ

Foto : Salah satu kios UMKM di kawasan foodcourt Waterfront City Pangururan terlihat tidak beroperasi dan tertutup tirai biru, meski di dalamnya masih tersimpan sejumlah produk khas Samosir yang di huni ODGJ

Liputanmetrosumut.com   ||  Samosir – Lonjakan wisatawan selama libur Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026 yang memadati kawasan wisata Waterfront City Pangururan seharusnya menjadi momentum emas bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan penjualan produk lokal. Namun fakta di lapangan justru menunjukkan kondisi yang kontras.

 

Salah satu kios UMKM di kawasan foodcourt Waterfront City Pangururan terlihat tidak beroperasi dan tertutup tirai biru, meski di dalamnya masih tersimpan sejumlah produk khas Samosir yang seharusnya dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Pantauan di lokasi, Minggu (29/03/2026), menunjukkan kios tersebut tidak difungsikan sebagaimana mestinya di tengah tingginya kunjungan wisatawan. Situasi ini memunculkan pertanyaan publik mengenai pengelolaan dan pengawasan kawasan wisata yang dibangun sebagai etalase ekonomi masyarakat lokal.

 

Yang lebih memprihatinkan, sejumlah warga menyebut area kios tersebut diduga sempat dimanfaatkan sebagai tempat beristirahat oleh seorang perempuan yang disebut mengalami gangguan kejiwaan (ODGJ). Kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi sebagian pengunjung maupun pelaku usaha lain di sekitar kawasan tersebut.

 

Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan menilai kondisi itu mencerminkan kurang optimalnya pengelolaan fasilitas publik di kawasan wisata strategis tersebut.

 

“Sayang sekali stand ini tutup, padahal pengunjung sedang ramai. Kalau yang menyewa tidak digunakan lagi, sebaiknya diberikan kepada masyarakat lain. Produk UMKM di dalam itu justru yang dicari wisatawan,” ujarnya.

 

Menurutnya, kios tersebut disebut sudah tidak lagi beroperasi sejak perayaan Hari Ulang Tahun Kabupaten Samosir ke-22, tanpa kejelasan pemanfaatan hingga saat ini.

 

Situasi tersebut menimbulkan sorotan mengenai fungsi ruang ekonomi yang dibangun menggunakan anggaran publik, namun justru tidak dimanfaatkan secara optimal pada saat momentum kunjungan wisatawan sedang tinggi.

 

Selanjutnya, Ketua Pengelola Waterfront City Pangururan, Rudi Siahaan, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menjelaskan bahwa penutupan kios tersebut merupakan kebijakan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Samosir.

Menurutnya, kios tersebut saat ini sedang dalam proses pengosongan.

“Stand itu memang sudah ditutup oleh Dinas Perindag pak. Sedang proses pemindahan barang mereka. Kalau sudah kosong nanti akan kita kontrakkan kepada pihak lain. Sudah ada beberapa yang berminat mengajukan permohonan untuk mengelolanya,” jelasnya.

READ  Tanggap Bencana, Pemkab Simalungun Tinjau Longsor di Kecamatan Silou Kahean: Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas

 

Terkait keberadaan perempuan yang diduga ODGJ, Rudi Siahaan mengakui kondisi tersebut memang pernah terjadi dan telah beberapa kali ditangani secara persuasif oleh pengelola.

 

“Tim kita selalu mengamankan yang bersangkutan jika datang. Kadang dia juga dalam kondisi sadar. Pemilik kios juga pernah memberi makan. Kita sudah pernah bekerja sama dengan Polres dan Dinas Kesehatan untuk mengantar yang bersangkutan kepada keluarganya, tetapi kemudian dilepaskan lagi. Petugas keamanan kalau melihat yang bersangkutan biasanya langsung mengusir,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Samosir, Ferdinand Sitanggang, menyatakan kios tersebut akan diambil alih karena dinilai tidak lagi efektif dalam operasionalnya.

 

“Kios UMKM dimaksud sudah tidak efektif dan akan diambil alih oleh pihak pengelola,” ujarnya.

 

Ia juga menjelaskan bahwa kios tersebut sudah tidak dikelola bahkan sebelum periode libur panjang.

 

“Sebelum libur hari raya Nyepi dan Idul Fitri 2026 kios itu memang sudah tidak dikelola. Pengangkutan barang-barang yang masih ada di dalam dijadwalkan minggu ini,” katanya.

 

Terkait informasi adanya pihak yang tidak berkepentingan masuk ke dalam kios, Ferdinand mengaku baru mengetahui hal tersebut setelah mendapat informasi dari media.

 

“Terkait adanya orang lain yang tidak berkepentingan masuk ke dalam kios, saya baru mendapat informasinya. Terima kasih atas informasinya, ini akan kami konfirmasi kepada pengelola dan pengamanan agar segera ditindaklanjuti,” tambahnya.

 

Ia juga mengungkapkan salah satu kendala pengelolaan kios UMKM di kawasan tersebut adalah minimnya minat pengunjung untuk berbelanja di kios, karena sebagian besar wisatawan lebih memilih menikmati hiburan, kuliner, dan panorama di kawasan Waterfront City Pangururan.

 

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir, Tetty Naibaho, belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang telah disampaikan terkait kondisi tersebut.

 

Padahal klarifikasi dari instansi yang membidangi sektor pariwisata dinilai penting untuk menjawab kekhawatiran publik sekaligus menjaga citra destinasi wisata unggulan Kabupaten Samosir di tengah tingginya kunjungan wisatawan selama musim libur panjang.

 

(Red/Team)

Editor : Redaksi

www.liputanmetrosumut.com 

Follow WhatsApp Channel liputanmetrosumut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Green Policing di Mako Polres Simalungun, Kapolres dan Bhayangkari Tanam 30 Pohon Mangga dan Durian
Tingkatkan Konektivitas dan Ekonomi Masyarakat, Pemkab Simalungun Tinjau Pengaspalan Jalan Simpang Hatonduhan – Tangga Batu
Pemkab Simalungun Lakukan Sosialisasi dan Penertiban Penataan Pedagang di Kota Perdagangan
Tingkatkan Sinergitas dan Solidaritas TNI-Polri, Kapolres Pematangsiantar Kunjungan Silaturahmi Kepada Dandim 0207/Simalungun 
Dukung Progra Poliran, Wakapolres Pematangsiantar Kunjungi LPK AYU di Jalan Rajawali
Polres Pematangsiantar Patroli KRYD Ciptakan Situasi Aman dan Kondusif
Dukung Program Poliran, Polsek Siantar Utara Kunjungi LKP Roma Salon di Jalan SM. Raja
Cegah Keributan Saat Pengisian BBM, Sat Samapta Polres Pematangsiantar Patroli Sejumlah SPBU
Berita ini 48 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 13:22 WIB

Green Policing di Mako Polres Simalungun, Kapolres dan Bhayangkari Tanam 30 Pohon Mangga dan Durian

Jumat, 6 November 2026 - 13:20 WIB

Tingkatkan Konektivitas dan Ekonomi Masyarakat, Pemkab Simalungun Tinjau Pengaspalan Jalan Simpang Hatonduhan – Tangga Batu

Jumat, 6 November 2026 - 13:17 WIB

Pemkab Simalungun Lakukan Sosialisasi dan Penertiban Penataan Pedagang di Kota Perdagangan

Jumat, 6 November 2026 - 08:05 WIB

Tingkatkan Sinergitas dan Solidaritas TNI-Polri, Kapolres Pematangsiantar Kunjungan Silaturahmi Kepada Dandim 0207/Simalungun 

Jumat, 6 November 2026 - 08:04 WIB

Dukung Progra Poliran, Wakapolres Pematangsiantar Kunjungi LPK AYU di Jalan Rajawali

Berita Terbaru